Perkembangan teknologi informasi tak pelak membawa dampak negatif, disamping segudang manfaat. Berjam – jam kita di”paksa” melihat gadget dengan tanpa sadar. Kecenderungan mengulang – ulang aktivitas seperti itu setiap hari. Al hasil ketika kita sudah ada kelainan refraksi semisal myopia maka perubahan kondisi mata bukannya menjadi baik, melainkan semakin menjadi buruk. Tajam penglihatan kita yang semula bisa melihat jarak 6 meter dengan huruf terkecil pada alat ukur mata, sekarang sudah tidak tampak lagi selain kita mendekat dalam jarak 1 meter.

Berbagai alat bantu penglihatan memang terus berkembang, kacamata dengan berbagai modelnya begitu juga lensa dengan berbagai design feature fungsionalnya, rasanya belum cukup juga menjawab semua permasalahan.

Lensa kontak sebagai pilihan, juga terus berinovasi dengan berbagai macam feature, misal anti UV, kadar air tinggi, bahan lembut, bahan hydrogel dan berbagai macam pelumas sehingga mata menjadi lembab dan tidak kering lagi.

Namun, ketika pemakai lensa kontak tidak taat lagi akan perawatan dan tidak disiplin akan jam – jam pemakaian maka malapetaka yang akan didapat. Tidak sedikit kondisi kornea yang rusak, baik ringan maupun berat. Bahkan mesti harus dicangkok untuk dapat melihat kembali.

Sebelum semua itu terjadi, apa yang harus di perhatikan, tentu… pemilihan jenis lensa kontak yang sesuai dengan kondisi mata kita, prosedur perawatan yang harus dijalani dan penggantian rutin umur lensa kontak. Tanpa disadari, ketika sudah terlalu nyaman memakainya, maka kita kadang lupa, tidak melepas lensa kontak ketika tidur malam. Perlu diketahui bahwa makanan kornea adalah oksigen, ketika lensa kontak menutup mata dan tidur pula, maka oksigen yang dari udara bebas tidak akan bisa menembusnya lagi sampai ke kornea, akibatnya kornea kekurangan oksigen yang dinamakan Hipoksia. Jika berkelanjutan maka kornea akan teriak ke otak dan memerintakan darah, dimana di darah itu ada oksigen untuk mensuply ke kornea tersebut.

Kita tahu, warna darah adalah merah, dan kita tahu kornea itu avaskuler artinya tidak ada pembuluh darah, terus bagaimana oksigen dalam darah akan dikirim ke kornea. Maka yang terjadi adalah pembuluh  darah – pembuluh darah baru akan muncul dari setiap limbus mata kita. Anda pasti pernah lihat mata merah dari sekitar kornea kita, itulah kiriman oksigen lewat darah karena kornea kekurangan oksigen.

Masalah besar adalah, jika hal ini berkelanjutan, maka akan banyak sekali pembuluh darah yang masuk ke kornea dan itulah yang disebut Neovaskularisasi. Awalnya adalah kecil, namun jika berlanjut akan membesar dan meninggalkan bekas jalur, sehingga walaupun sudah tidak disuply oksigen lagi maka bekasnya masih ada.

Sekarang, Ketika anda sudah repot memakai kacamata karena tebal dan suka melorot. Kemudian pakai lensa kontak sebenarnya enak, tapi anda malas untuk merawatnya sehingga berpotensi terjadi iritasi bahkan ulkus atau luka di retina maka pilihan lain adalah LASIK.

Apa itu Lasik?

Silahkan anda search di website ini, bagaimana dia dikerjakan, bagaimana dia sisiapkan dan bagaimana pasca lasik, semua ada di website ini.