Untuk melakukan  tindakan LASIK, sebelumnya didahului dengan pemeriksaan pendahuluan atau pemeriksaan pra lasik secara menyeluruh. Pemeriksaan pra lasik meliputi pemeriksaan refraksi dimana untuk mengetahui kelainan refraksinya, baik myopia, astigmatismanya maupun hypermetropia, sehingga akan didapatkan ukuran yang sebenarnya tanpa modifikasi.

Pemeriksaan lain adalah pemeriksaan tekanan bola mata, apakah tekanannya normal atau hypertensi okuli. Selanjutnya diperiksa dengan alat SIRIUS yang akan memeriksa : Kelengkungan korneanya, tebal korneanya, status keratokonusnya, aberasinya lebar korneanya, lebar pupil nya baik dalam pencahayaan terang, sedang maupun redup.

Selanjutnya, pemeriksaan kondisi kesehatan bagian depan mata secara keseluruhan, kesehatan matanya sampai kondisi retinanya.

Dari hasil semua pemeriksaan tersebut di atas dan setelah mendengar anamnesa atau data riwayat kesehatan pasien maka bisa diketahui apakah seorang pasien layak atau cocok atau sebagai kandidat untuk menjalankan tindakan lasik atau tidak.

Setelah kondisi mata semua bagus, tiba saatnya untuk treatment planning atau kalkulasi apakah nantinya ukuran kelainan refraksinya bisa dilasik secara total sehingga targetnya menjadi normal atau nol atau sesuai tajam penglihatan terbaiknya atau mesti harus disisakan.

Dalam hal ini, data yang berperan penting adalah, ukuran kelainan refraksi, tebal kornea dan lebar pupil ketika dalam keadaan cahaya redup. Kemudian dipilihkan metode atau jenis tindakan yang sesuai sehingga bisa didapatkan hasil yang optimal dan maksimal.

Secara umum, jika anda berusia minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani, tidak sedang hamil atau menyusui, tidak ada penyakit mata, tidak menderita diabetes maka keputusan akhir pada proses kalkulasi dari data pemeriksaan diatas. Selanjutnya jika layak maka anda bisa dilakukan tindakan lasik.