Mata Myopia – Mata Minus – Mata Rabun Jauh adalah salah satu kelainan refraksi yang paling banyak di alami oleh penderita kelainan refraksi saat ini.

Myopia sendiri secara arti adalah kondisi mata dimana sinar – sinar sejajar yang masuk mata dalam keadaan tanpa akomodasi dibiaskan di depan retina.

Syarat mata normal adalah dimana sinar – sinar sejajar yang masuk mata dalam keadaan tanpa akomodasi dibiaskan tepat di retina.

Sehingga, ketika sinar atau bayangan jatuh di depan retina akan mengalami penglihatan  yang kabur atau kurang jelas. Nah, bagaimana hal itu bisa terjadi. Diantara penyebab myopia atau mata minus adalah sebagai berikut :

  • Kelengkungan atau kekuatan kornea terlalu kuat, sehingga pembiasan cahaya yang melalui kornea ini sangat kuat dan akan jatuh di depan retina
  • Kekuatan lensa mata terlalu kuat/besar, sehingga pembiasan cahaya yang melalui lensa ini sangat kuat dan akan jatuh di depan retina
  • Axial bola mata yang lebih panjang, karena panjang sekali dibanding normalnya maka sinar yang masuk tidak sampai ke retina atau jatuhnya di depan retina
  • Index refraksi media refrkasi, ini berkaitan juga dengan kondisi sistemik badan, misal penderita Diabetes Melitus
  • Hereditas atau keturunan, ini sifat umumnya juga terbawa, ketika orang tua atau orang tua dari orang tua kita ada kelainan refraksi yaitu myopa apalagi derajatnya tinggi, maka kemungkinan ada anak atau cucunya yang akan mengalami kelainan refraksi myopia juga
  • Myopia berat akan beresiko tinggi, manakala penderita sudah mengalami kelainan refraksinya sejak masih anak – anak.
  • Pekerjaan dekat secara terus menerus, memicu untuk munculkan myopia
  • Aktivitas dengan gadget/jarak dekat secara berlebihan dan kurangnya olah raga juga memicu munculnya myopia

 

 

 

 

 

Gejala dan keluhan penderita Myopia :

  • Penglihatan kabur/buram/kurang jelas untuk melihat tulisan atau benda jarak jauh semisal tanda lalu lintas dan tentu tergantung dari seberapa berat derajat kelainan refraksi myopianya
  • Mata lelah dan bisa juga sakit kepala, ulah dari karena ingin melihat jelas, sehingga memaksakan diri untuk menjadikan fokus suatu objek

Klasifikasi derajat Myopia :

  • Ringan, ketika kelainan refraksinya  sampai dengan  S – 3.00 D
  • Sedang, ketika kelainan refraksinya antara S – 3.00 D s/d S – 6.00 D
  • Berat, ketika kelainan refraksinya lebih dari S – 6.00 D

Penanganannya :

  • Pemberian kacamata
  • Pemberian lensa kontak
  • Pembedahan :
    • LASIK
    • Phakic IOL
    • RLE

Jika anda saat ini mengalami keluhan seperti diatas atau sedang memakai kacamata atau lensa kontak dan serasa ingin bebas melihat dengan jelas tanpa alat bantu kacamata atau lensa kontak karena berat dan repot merawat lensa kontak maka anda perlu mempertimbangkan operasi LASIK.

Silahkan hubungi WA yang ada di website ini.

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
YouTube
YouTube
Share
Instagram
Telegram

TUNGGU!,

Apakah sudah melihat video ini?