Dalam Konferensi Pers/Press Conference/Seminar Media dari SILC LASIK CENTER Jakarta, yang di selenggarakan di Jakarta pada tanggal 30 April 2018, dan dalam kesempatan itu dalam seminar media, disampaikan banyak hal mengenai kesehatan mata dan terutama mengenai LASIK. Berikut salah satu ulasan dari wartawan NETRAL NEWS sebagaimana diposting dalam : http://www.netralnews.com/news/kesehatan/read/141337/apa-boleh-lasik-dilakukan-oleh-penderita-darah-tinggi

JAKARTA, NNC – Laser Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK) merupakan salah satu teknologi bedah reaktif di bidang mata yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Melalui LASIK, orang dapat melihat jelas tanpa alat bantu tanpa gangguan refraksi yang merupakan salah satu gangguan penglihatan tersering yang dialami penduduk dunia.

Gangguan refraksi merupakan salah satu gangguan penglihatan berupa gangguan pembiasan cahaya, yaitu pembiasan yang tidak dapat difokuskan pada retina meskipun media pembiasannya jernih.

“Melakukan prosedur LASIK ada kriteria dan standarnya. Kalau darah tinggi, seharusnya tidak dalam keadaan tekanan darah tinggi. Diabetes, kalau ada komplikasi pada mata juga tidak bisa LASIK,” kata dr Sophia Pujiastuti SpM(K), MM baru-baru ini di Jakarta.

Tidak hanya itu, dr Sophia juga katakan kondisi katarak usia tua dan katarak yang timbul di usia dini, tidak bisa lakukan LASIK. Sehingga prosedur LASIK hanya diperbolehkan oleh orang dengan mata yang sehat dan diketahui melalui serangkaian pemeriksaan sebelumnya.

Prosedur yang perlu dilakukan ini terkait tujuh pemeriksaan, meliputi pemeriksaan tajam penglihatan yang dilakukan sebelum dan sesudah koreksi dan pemeriksaan bola mata. Rangkaian lainnya adalah pemeriksaan tekanan bola mata dan pemeriksaan topografi atau pemetaan kornea. Ada pula pemeriksaan ketebalan kornea, pemeriksaan ukuran pupil dan pemeriksaan air mata.

Lebih lanjut dr Zoraya Ariefia Feranthy menambahkan bahwa setelah lakukan LASIK, di dalam mata dijelaskan terdapat luka kecil yang harus dijaga agar tidak terjadi infeksi. Misalnya saja, mata pasca operasi harus dijauhkan dari sinar UV yang dinilai dapat merusak permukaan tubuh dan kornea dan penyembuhan luka tak boleh terganggu paparan matahari.

“Penggunaan obat-obatan juga harus disiplin. Pasalnya selesai LASIK, ada obat juga yang harus dikenakan selama tiga jam sekali,” ujar dokter yang akrab disapa dr Ranthy.

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
YouTube
YouTube
Share
Instagram
Telegram

TUNGGU!,

Apakah sudah melihat video ini?