Dalam Konferensi Pers/Press Conference/Seminar Media dari SILC LASIK CENTER Jakarta, yang di selenggarakan di Jakarta pada tanggal 30 April 2018, dan dalam kesempatan itu dalam seminar media, disampaikan banyak hal mengenai kesehatan mata dan terutama mengenai LASIK. Berikut salah satu ulasan dari wartawan Netral NEWS sebagaimana diposting dalam : http://www.netralnews.com/news/kesehatan/read/139887/ini-hal-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-lakukan-lasik

JAKARTA, NNCLaser Assisted In Situ Keratomileusis ( LASIK) merupakan salah satu teknologi bedah reaktif di bidang mata yang dapat diandalkan untuk meningkatkan kualitas hidup. Melalui LASIK, orang dapat melihat jelas tanpa alat bantu tanpa gangguan refraksi yang merupakan salah satu gangguan penglihatan tersering yang dialami penduduk dunia.

Dalam melakukan prosedur LASIK ada beberapa syarat dan kriteria yang harus diperhatikan, salah satunya berbagai jenis gangguan mata. Sebut saja gangguan mata Myopia dari -1.00 D hingga minus -13.00 D, Astigmatisma dari -1.00 D sampai – 5.00 D, Hypermetropia dari +1.00 D sampai +4.00 D, koreksi kelainan refraksi stabil selama enam sampai 12 bulan.

“Sebelum LASIK, perlu persiapan fisik dan mental, terutama kesehatan tubuh mulai dari memperhatikan pola makan dan istirahat cukup. Selain itu, bagi pengguna lensa kontak, diimbau untuk menghentikan penggunaannya selama satu bulan,” kata dr Zoraya Ariefia Feranthy SpM saat konferensi pers SILC Lasik Centet 2018, di Jakarta, Senin (30/4/2018).

Dijelaskan dokter yang akrab disapa Ranthy ini, penghentian penggunaan lensa kontak dilakukan agar dokter dapat mengetahui dan memeriksa keadaan mata pasien yang sesungguhnya. Pasalnya, pada dasarnya LASIK adalah operasi pada lengkungan kornea dan salah satunya diperhatikan saat proses pemeriksaan sebelumnya.

Di tempat yang sama, Founder dan OphthalmologistSILC Lasik Center dr Sophia Pujiastuti SpM(K) MM mengatakan, ada serangkaian prosedur yang perlu dilakukan sebelum melakukan LASIK.

Prosedur yang perlu dilakukan ini terkait tujuh pemeriksaan, meliputi pemeriksaan tajam penglihatan yang dilakukan sebelum dan sesudah koreksi dan pemeriksaan bola mata.

Selain itu, pemeriksaan tekanan bola mata dan pemeriksaan topografi atau pemetaan kornea. Ada pula pemeriksaan ketebalan kornea, pemeriksaan ukuran pupil dan pemeriksaan air mata.

“Jadi kalau mau lakukan LASIK, mata harus dalam kondisi sehat. Kalau mata tidak sehat, seperti katarak usia tua dan katarak yang timbul di usia dini, tidak bisa LASIK. Karena melakukan LASIK ada standar tertentu, kalau masuk kriteria dan layak, baru boleh lakukan LASIK,” tegas dr Sophia.