Dalam Konferensi Pers/Press Conference/Seminar Media dari SILC LASIK CENTER Jakarta, yang di selenggarakan di Jakarta pada tanggal 30 April 2018, dan dalam kesempatan itu dalam seminar media, disampaikan banyak hal mengenai kesehatan mata dan terutama mengenai LASIK. Berikut salah satu ulasan dari wartawan 1HEALTH sebagaimana diposting dalam : http://www.1health.id/id/article/category/sehat-a-z/mengenal-lebih-jauh-metode-bedah-lasik-9471.html

Kelainan refraksi merupakan masalah paling umum dijumpai di seluruh dunia. Kelainan atau gangguan refraksi merupakan gangguan pembiasan cahaya di mana pembiasan tidak dapat difokuskan di retina meskipun media pembiasannya jernih.

Gangguan refraksi bisa berupa miopia, hipermetropia, presbiopia dan astigmatisme. Gangguan ini memiliki dampak negatif pada aktivitas harian yang memerlukan fungsi pengelihatan, sehingga dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan, mengisi waktu luang atau melakukan aktivitas harian.

Salah satu cara untuk mengatasi gangguan refraksi ialah dengan bedah refraktif. Beberapa dekade belakangan, bedah refraktif semakin berkembang, salah satu teknik bedah yang paling sering digunakan ialah LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis).

Ditemui saat acara jumpa pers SILC Lasik Center di Tjikini Lima Restaurant & Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/4), dr. Sophia Pujiastuti, SpM(K), MM, selaku Founder & Ophthalmologist SILC Lasik Center mengatakan bahwa LASIK merupakan teknologi bedah refraktif yang dapat meningkatkan kualitas hidup.

“Hal ini karena setelah melakukan tindakan LASIK pasien tidak lagi tergantung pada alat bantu (kacamata dan lensa kontak), di mana hal itu dapat memberikan semangat baru,” tutur dr. Sophia.

Ia melanjutkan dalam penjelasannya bahwa terdapat syarat-syarat dan kriteria dalam melakukan LASIK, yakni:
– Myopia : -1.00 D sampai -13.00 D
– Astigmatisma : -1.00 D sampai -5.00 D
– Hypermetropia : +1.00 D sampai +4.00 D
– Koreksi kelainan refraksi stabil (6-12 bulan)
– Usia sudah berada di atas 18 tahun
– Tidak sedang hamil atau menyusui
– Tidak ada kelainan atau gangguan kesehatan mata

Terdapat dua macam metode bedah LASIK yakni TransPRK – Smartsurface dan Ziemer LASIK. TransPRK – Smartsurface merupakan  inovasi metode mutakhir dalam bedah laser dimana tidak ada sentuhan ke kornea oleh alat apapun selain laser.

Metode ini dapat menjadi pilihan yang tepat untuk calon pasien yang tidak
bisa atau tidak cocok dengan tindakan LASIK biasa karena kornea yang terlalu tipis atau kornea dengan kondisi permukaan yang irreguler.

Sementara Ziemer LASIK atau Z-LASIK merupakan prosedur LASIK yang menggunakan Ziemer FEMTO LDV.  Z-LASIK sudah memperoleh pengakuan atau sertifikasi dari FDA dan penggunaannya direkomendasikan untuk US ARMY, US NAVY, US AIR FORCE, MARINE CORPS dan NASA.

Sayangnya, masih terdapat beberapa hambatan melakukan tindakan LASIK seperti biaya mahal dan pasien yang takut operasi.

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
YouTube
YouTube
Share
Instagram
Telegram

TUNGGU!,

Apakah sudah melihat video ini?