Dalam Konferensi Pers/Press Conference/Seminar Media dari SILC LASIK CENTER Jakarta, yang di selenggarakan di Jakarta pada tanggal 30 April 2018, dan dalam kesempatan itu dalam seminar media, disampaikan banyak hal mengenai kesehatan mata dan terutama mengenai LASIK. Berikut salah satu ulasan dari wartawan NAKITA.id sebagaimana diposting dalam : http://nakita.grid.id/read/02277298/hidup-?page=2

 

Nakita.id – Gangguan pengelihatan sangat mungkin terjadi pada setiap orang, dan ini bisa disebabkan oleh beragam faktor.

Diantaranya yaitu faktor genetik dengan kemungkinan 70%, serta kebiasaan sehari-hari seperti penggunaan gawai dengan intensitas sering dan membaca buku jarak dekat. Gangguan mata tentunya sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Seiring perkembangan teknologi yang kian canggih, terdapat cara untuk bisa membuat seseorang bisa meliihat jelas tanpa alat bantu penglihatan yaitu melalui metode Lasik. Perempuan bernama Debby Debora menjadi salah satu yang mencoba metode tersebut. Dan usai menjalani metode LASIK, hidup Debby dikatakan mengalami perubahan drastis. Sejak kecil, Debby memiliki gangguan mata myopia atau rabun jauh yang ternyata merupakan faktor genetik keluarga. Memasuki bangku sekolah dasar, Debby sudah mengenakan kacamata dengan -3.00 dan -4.00 dan terus bertambah seiring perkembangannya hingga berukuran -13.00 dan -14.00.

“Aku tuh sampai rnggak percaya diri pakai kacamata, bahkan dulu waktu sekolah aku sengaja ninggalin kacamata di rumah sampai orangtua aku datang ke sekolah hanya untuk nganter kacamata,” jelas Debby ketika ditemui dalam Press Conference lasik di Jakarta, ditulis Selasa 1 Mei 2018.

Tak hanya berpengaruh terhadap kepercayaan diri, Debby pun sempat melupakan impiannya menjadi pramugari dan beralih menjadi seorang engineer.

“Aku sudah berpikir saat itu impossible sekali menjadi pramugari dengan kondisi mata seperti itu, bahkan waktu aku kerja jadi engineer dalam setahun aku bisa izin cuti 3-4 kali karena sakit mata,” ujarnya.

Lelah menggunakan kacamata dan lensa kontak yang terus menerus, Debby akhirnya mengumpulkan uang dan memberanikan diri untuk melakukan  operasi lasik. Dibekali dengan pengalaman yang ia lihat di sekitar bahwa operasi lasik berhasil dengan baik, Debby pun mendatangi dokter mata dan melakukan rangkaian pemeriksaan yang diperlukan untuk melakukan tindakan lasik. Harga yang terjangkau dan teknologi yang semakin canggih juga menjadi hal lain yang membuat Debby semakin yakin untuk melakukan lasik terhadap kedua matanya.

Lalu, adakah persiapan yang dilakukan Debby sebelum operasi?

“Selain membaca testimoni yang memotivasi, aku juga meliburkan mata dari soft lense selama 2 minggu, terus aku juga enggak pakai makeup apapun terutama di bagian mata,” ujarnya.

Debby pun memastikan matanya steril dari gangguan seperti iritasi, dan menyiapkan mental juga penting. Karena bentuk bola mata yang lonjong dan ukuran kacamata yang besar, dokter pun menganjurkan Debby untuk melakukan lasik dengan metode Z-LASIK.

“Jadi waktu itu harus dibikin flap ya, sedikit terasa sakit tapi waktu dilaser enggak terasa sakit sama sekali. Mungkin awalnya akan sedikit silau ya sama cahaya merah yang masuk ke mata, karena kan mata harus selalu terbuka selama operasi,” jelas Debby.

Setelah keluar dari ruangan operasi, Debby pun langsung bisa melihat jelas tanpa kacamata walaupun mata masih terasa kabur dan seperti disiram air. Debby mengakui, lasik mengubah hidupnya karena ukuran kacamatanya berubah drastis dari semula -13.00 menjadi -0,75. Selain itu, ia pun sudah tak direpotkan lagi dengan kacamata setelah bangun tidur dan tidak repot merawat lensa kontak beserta risiko iritasi yang mungkin ditimbulkan.

Bahkan, Debby berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi pramugari di salah satu maskapai internasional ternama. “Pesanku daripada mata terganggu dengan iritasi karena soft lense, pegal pakai kacamata berat lebih baik menabung dari sekarang, beranikan diri untuk lasik, banyak baca testimoni yang positif di intenet dan lakukan segera supaya waktu jadi lebih efisien,” pungkas Debby.

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
YouTube
YouTube
Share
Instagram
Telegram

TUNGGU!,

Apakah sudah melihat video ini?