Menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah kebanggaan tersendiri, baik bagi individu, keluarga ataupun masyarakat. Dari sisi penampilan yang tegap, tegas dan berwibawa yang siap untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam rangka mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Untuk mencapai cita-cita menjadi salah satu anggota TNI maka diperlukan serangkaian proses penerimaan/seleksi yang ketat dengan saingan dari berbagai belahan wilayah Indonesia. Menjadi salah satu yang terbaik dari sekian ribu yang mendaftar adalah tantangan tersendiri. Salah satu persyaratannya adalah dalam hal kesehatan dan khususnya bidang mata. Karena kondisi mata calon prajurit saptamarga – TNI harus benar-benar sempurna dengan tajam penglihatan yang normal tanpa kurang suatu apa.

Namun, dalam kenyataannya ada sebagian calon prajurit yang mengalami kelainan refraksi misalnya selama ini berkacamata atau tidak disadari penglihatannya tidak sempurna dan baru diketahui setelah menjalani Medical Check Up (MCU). Sebagian ada yang memiliki mata minus, mata plus dan juga ada kombinasi silinder. Tentunya kondisi ini tidak akan bisa lolos dalam seleksi penerimaan calon anggota TNI. Harus disembuhkan terlebih dahulu kondisi kelainan refraksi pada matanya. Dengan kacamata tidak bisa, dengan lensa kontak juga tidak bisa maka salah satu alternatif untuk menghilangkan kondisi kelainan refraksinya baik minus, plus ataupun silinder adalah dengan bedah refraktif yaitu LASIK. Ya… Lasik sebagai metode yang ampuh untuk menghilangkan kelainan refraksi dengan bantuan laser. Tindakannya sangat cepat, nyaman akurat dan sangat cepat penyembuhannya.

Jika anda saat ini sudah mempunyai rencana untuk mendaftar dan mengikuti seleksi masuk anggota TNI kemudian ada masalah kelainan refraksi pada mata, silahkan hubungi SILC Lasik Center di WA 082210488488 untuk keterangan lebih lanjutnya.

Berikut salah satu kategori penerimaan anggota TNI yaitu:

Penerimaan Calon Perwira Prajurit Karir TNI 2020

Persyaratan Pa PK TNI 2020

CALON PERWIRA PRAJURIT KARIER TNI 2020

PERSYARATAN UMUM : 

  1. Warga  Negara  Indonesia  Pria/Wanita,  bukan prajurit TNI/Polri/PNS.
  2. Beriman  dan  bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Setia  kepada  NKRI  yang  berdasarkan  Pancasila  dan UUD 1945.
  4. Berijazah serendah-rendahnya D-3 sesuai kebutuhan Angkatan.
  5. Berumur  setinggi-tingginya :
    a.    26 tahun bagi yang berijazah D-3.
    b.    30  tahun  bagi  yang berijazah S-1.
    c.    32 tahun bagi yang berijazah S-1 Profesi.
  6. Tidak kehilangan Hak untuk menjadi Prajurit TNI, berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
  7. Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba.
  8. Tinggi badan minimal pria 163 cm dan wanita 157 cm, dengan berat badan seimbang.
  9. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 tahun dihitung mulai saat dilantik menjadi perwira TNI.
  10. Bersedia ditugaskan di seluruh wilayah NKRI.
  11. Menyertakan Surat Keterangan Bersih Diri (SKBD).
  12. Tidak memiliki catatan kriminal yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri.
  13. Bagi   karyawan   harus   mendapat   persetujuan   dari instansinya  dan   sanggup  membuat   pernyataan  diberhentikan  dengan   hormat  dari  pimpinan   instansi  yang     bersangkutan bila lulus seleksi dan masuk Dikma.

PERSYARATAN KHUSUS:

  1. Persyaratan IPK untuk  jurusan / program studi Akreditasi ”A” :
    a.    2,80 bagi yang berijazah S-1 dan S-1 profesi.
    b.    2,70 bagi yang berijazah D-3.
  2. Persyaratan  IPK untuk  jurusan / program studi Akreditasi “B” :
    a.    3,00 bagi yang berijazah S-1 dan S-1 profesi.
    b.    2,90 bagi yang berijazah D-3.
  3. Bagi  jurusan  Kedokteran  Umum/Gigi  telah lulus dan berijazah S.1 Profesi dari perguruan tinggi Negeri atau Swasta dengan melampirkan Fotocopy Sertifikat Akreditasi yang dikeluarkan oleh Ban PT untuk Program Studynya serta telah lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter/Dokter Gigi dengan melampirkan hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter/Dokter Gigi (minimal Akreditasi “B”).
  4. Jurusan/Program Studi selain Kedokteran telah lulus dan berijazah S-1 Profesi/S-1/D-3 dari perguruan tinggi Negeri atau Swasta sesuai Jurusan/Program Study yang ditentukan dengan melampirkan Fotocopy Sertifikat Akreditasi yang dikeluarkan oleh Ban PT untuk Program Studynya.
  5. Berstatus  belum  pernah  menikah  dan  sanggup tidak menikah   selama  mengikuti  Dikma,  untuk  pendaftar berprofesi   Dokter Umum diperbolehkan   sudah     menikah namun bagi  wanita  yang  berprofesi  Dokter  belum mempunyai anak dan sanggup tidak  mempunyai  anak atau hamil  selama  menjalani Dikma.
  6. Lulus pemeriksaan/pengujian baik didaerah maupun di Pusat yang meliputi Administrasi, Kesehatan, Kesamaptaan Jasmani, Psikologi, Mental Ideologi, Akademik dan Pantukhir (Pusat).
  7. Menyertakan Surat keterangan bebas Narkoba  dan surat  kesehatan  dari  Rumah  Sakit  Pemerintah  pada saat daftar ulang ditempat pendaftaran.
  8. Wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19.

Sumber : https://rekrutmen-tni.mil.id/berita/persyaratan/pa-pk