Ciri-ciri Mata Plus dan Cara Mengobatinya

Hipermetropi atau dikenal juga dengan rabun dekat mata plus ini merupakan gangguan penglihatan yang mempengaruhi aktivitas penderitanya. Lantas, apa saja ciri-ciri mata plus?

Diketahui, orang yang menderita rabun dekat ini dapat melihat benda-benda yang jauh dengan jelas, tetapi mengalami kesulitan untuk fokus pada benda-benda yang dekat.

Bagi Anda yang mengalami gangguan penglihatan, segera konsultasikan ke dokter Spesialis mata. Dokter akan memeriksa mata Anda tanpa rasa sakit dan meresepkan kacamata, lensa kontak, atau LASIK.

Apa Itu Mata Plus?

Mata Plus atau rabun dekat merupakan suatu kondisi yang mempengaruhi penglihatan seseorang, yang mana lebih mudah melihat objek yang jauh dan kesulitan melihat objek dekat.

Kebanyakan anak-anak yang mengalami mata plus masih dapat mengatasi kondisi tersebut. Namun, jika tidak diatasi dengan benar, maka bisa menjadi parah seiring bertambahnya usia.

Setidaknya setengah dari orang yang berusia di atas 65 tahun mengalami keluhan mata plus atau rabun dekat. Diketahui, mata plus juga dapat diwarisi dari keluarga.

Ciri-ciri Mata Plus

Jika Anda mengalami gejala atau ciri-ciri yang berhubungan dengan penglihatan, segera periksakan mata Anda ke dokter mata. Adapun ciri-ciri mata plus yaitu sebagai berikut:

1. Penglihatan kabur, terutama saat melihat hal-hal yang dekat
2. Kesulitan membaca
3. Nyeri tumpul pada mata
4. Ketegangan mata
5. Sakit kepala
6. Menyipitkan mata

Cara Mengobati Mata Plus

Untuk mengobati mata plus atau rabun dekat, dokter spesialis mata akan merekomendasikan beberapa alternatif seperti menggunakan kacamata, lensa kontak, atau operasi LASIK. Berikut penjelasannya:

1. Kacamata

Lensa dalam kacamata memberikan cara sederhana untuk mengoreksi rabun dekat. Mereka melakukannya dengan mengubah cara cahaya berfokus pada retina Anda.

Setelah itu, dapat dilihat seberapa parah kondisi mata plus yang Anda derita. Kemudian, akan ditentukan jenis lensa yang Anda butuhkan dan seberapa sering Anda harus memakainya.

2. Lensa kontak

Lensa kontak bekerja seperti kacamata. Namun, lensa kontak ini akan menempel di permukaan bola mata Anda. Penggunaan lensa kontak cenderung aman dan nyaman.

Penggunaan lensa kontak ini dilarang untuk orang-orang yang mengalami masalah mata kering, alergi dan infeksi mata berulang.

3. Operasi LASIK

Alternatif pengobatan mata berikutnya yaitu dengan melakukan operasi LASIK. Anda dapat memilih untuk menjalani operasi LASIK dengan laser, yang mana operasi ini akan mengubah bentuk kornea.

Prosedur ini dapat menyesuaikan kemampuan mata untuk fokus, sehingga mengatasi masalah rabun dekat. Prosedur ini juga membantu agar Anda tidak lagi ada ketergantungan dengan kacamata atau lensa kontak.

Bagi yang ingin melakukan prosedur LASIK, bisa melakukannya di SILC LASIK CENTER di DIPO Business Center No. B1, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 50 – 52 Jakarta Pusat.

Sumber: Situs Cleveland Clinic