Operasi LASIK Ditanggung BPJS, Bisakah?

Beberapa bentuk koreksi penglihatan menjadi pilihan para penderita gangguan penglihatan. Salah satunya LASIK. Lantas, bisakah operasi LASIK ditanggung BPJS?

Diketahui, sebuah studi menemukan bahwa 40% orang memiliki masalah penglihatan pada usia 30, dan lebih dari 90% orang membutuhkan koreksi penglihatan pada usia 55 tahun.

Bagi sebagian orang, operasi LASIK tampaknya merupakan solusi yang tepat. Namun, sering kali penderita mempertanyakan: Bisakah operasi LASIK ditanggung BPJS?

Sayangnya, saat ini untuk operasi LASIK belum dibiayai oleh BPJS. Pasalnya, gangguan penglihatan (mata minus) masih bisa diatasi dengan alat bantu seperti lensa kontak atau kacamata.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak berikut ini mengenai operasi LASIK untuk gangguan penglihatan secara lebih rinci di bawah ini.

Apa itu LASIK?

LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) adalah bentuk “operasi refraktif”, yang memang prosedur ini bertujuan untuk mengoreksi gangguan penglihatan.

Prosedur LASIK ini muncul sejak akhir 1980-an, kemudian disetujui FDA (Food and Drug Administration) pada akhir 1990-an. Kini, prosedur LASIK umum di berbagai Negara, termasuk Indonesia.

Berkat operasi LASIK, orang dengan masalah penglihatan (miopi, hipermetropi, astigmatisma, presbiopi) dapat kembali melihat dengan normal tanpa bantuan lensa kontak atau kacamata.

Prosedur LASIK ini mengubah bentuk kornea. Untuk sampai ke kornea, ahli bedah membuat lapisan tipis/flap yang berengsel dari depan mata. Kemudian, ahli bedah meletakkan lapisan tipis/flap tadi kembali ke tempatnya.

Setelah prosedur Lasik, penglihatan kebanyakan orang segera membaik, dan menjadi lebih baik dalam satu atau dua minggu, kemudian penglihatan mata menjadi stabil atau normal.

Meski terdengar menakutkan menembakkan laser ke mata, namun prosedur LASIK dianggap sebagai prosedur bedah yang aman. Hanya saja, biaya prosedur ini tidak memungkinkan untuk ditanggung BJPS.

Kenapa Operasi LASIK Tidak Ditanggung BPJS?

Diketahui, BPJS hanya akan membayar untuk kacamata atau lensa kontak untuk penderita gangguan penglihatan seperti miopia, hipermetropi, astigmatisma, dan presbiopi.

Meskipun biaya gangguan penglihatan masuk dalam kriteria yang akan dibiayai oleh BPJS, namun untuk prosedur LASIK tidak dipandang sebagai kebutuhan medis, melainkan kebutuhan kecantikan.

Oleh karena itu, BPJS menyampaikan bahwa gangguan penglihatan ini masih bisa diatasi oleh dengan menggunakan lensa kontak atau kacamata.

Namun, meski biaya prosedur LASIK tidak ditanggung BPJS, Anda masih bisa mendapatkan harga terjangkau di Silc Lasik Center dengan metode pembayaran voucher atau cicilan.

Mengenai rincian pembiayaannya, Anda bisa langsung konsultasikan dengan staf di Silc Lasik Center melalui media telpon, email, WA, atau datang langsung ke klinik.

Adapun lokasi Silc Lasik Center yaitu di DIPO Business Center No. B1, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 50 – 52 Jakarta Pusat