SILC LASIK CENTER

Pasien Amblyopia Setelah LASIK Bisa Normal?. Itu inti dari beberapa pertanyaan dari para optometris pada saat webinar Refraksionis Optisien/Optometris pada tanggal 6 Januari 2022 pukul 14.00 – 16.30 WIB. Webinar  yang diadakah oleh SILC LASIK CENTER bekerjasama dengan IROPIN DKI Jakarta berjalan dengan sukses. Webinar melalui Zoom meeting dengan peserta terdaftar 1.400 lebih.

Apa yang dimaksud Ambyopia?

Ambliopia atau yang dikenal dengan mata malas adalah gangguan pada mata berupa penurunan kualitas tajam penglihatan akibat adanya gangguan perkembangan penglihatan selama masa kanak-kanak. Pada pasien amblyopia tajam penglihatannya walaupun dikoreksi tidak bisa mencapai normal (6/6).

Apa penyebab Pasien Ambyopia?

Pasien Amblyopia Setelah LASIK Bisa Normal?Amblyopia merupakan jenis penglihatan buruk yang terjadi hanya pada satu sisi mata anak. Kondisi ini disebabkan oleh otot mata dan saraf otak yang tidak bekerja sama dengan baik. (National Eye Institute).
Penyebabnya juga bisa karena adanya strabismus, dimana kondisi mata tidak sinkron antara keduanya, sehingga penglihatan tidak menjadi satu dan cenderung menggunakan satu mata.
Bisa juga karena kelainan refraksi yang antara kanan dan kiri mempunyai perbedaan yang besar dan apalagi mempunyai kemampuan tajam penglihatan yang tidak seimbang.

Gejala Mata Malas/Amblyopia

Waktu anak-anak mungkin kurang menyadari bila mereka menderita gangguan penglihatan sehingga mata malas sulit dideteksi. Apalagi ketika yang bermasalah hanya satu mata. Maka sehari-hari akan merasa nyaman saja. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya mewaspadai gejala dan tanda berikut ini:

  • Sering memicingkan mata atau menutup salah satu matanya
  • Salah satu matanya sering bergerak ke arah dalam atau luar
  • Mata kadang terlihat tidak bekerja secara bersamaan
  • Anak sulit memperkirakan jarak

Nah, sekarang kembali ke topik awal yaitu Pasien Amblyopia Setelah LASIK Bisa Normal?.
LASIK pada prinsipnya mengkoreksi atau menghilangkan ukuran kacamata sesuai dengan target tajam penglihatan pada kondisi berkacamata tersebut. Jadi ketika tajam penglihatan seorang pasien dengan ukuran kacamata bisa normal, maka target operasi LASIK bisa normal. Namun, jika kondisi tajam penglihatan dengan ukuran kacamata terbaiknya tidak bisa sampai normal, maka setelah LASIK akan sampai pada kondisi tersebut juga.

Jadi LASIK juga tidak menjanjikan akan membuat tajam penglihatan menjadi lebih baik dari tajam penglihatan saat koreksi kacamata, walaupun dalam beberapa kasus ada juga peningkatan kualitas/tajam penglihatannya menjadi lebih baik atau maju.