SILC LASIK CENTER

Bagaimana Jika Menggerakkan Mata Saat Operasi LASIK?. Ini satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pasien, ketika dalam masa persiapan menuju operasi LASIK.

Fisiologi Gerak Bola Mata

Gerakan bola mata merupakan hasil dari proses integrasi sejumlah organ yang saling terkoordinasi satu sama lain. Otot ekstraokular adalah otot utama penggerak bola mata yang merupakan otot skeletal dengan keunikan sendiri yaitu memiliki rasio perbandingan serabut saraf terhadap serabut otot yang tinggi, sehingga memiliki kemampuan kontrol yang presisi dan akurat terhadap pergerakan bola mata. Struktur anatomi bola mata yang memiliki tiga aksis utama memungkinkan bola mata untuk bergerak ke sejumlah arah secara bebas. Koordinasi kontraksi dan relaksasi otot ekstraokular memungkinkan terjadinya gerakan monokular dan binokular yang menghasilkan pandangan mata ke suatu arah tertentu. Modulasi sirkuit sistem saraf yang kompleks juga berperan dalam mengontrol gerakan bola mata untuk menghasilkan stabilisasi visual yang baik. (Sumber : https://perpustakaanrsmcicendo.com/wp-content/uploads/2018/05/Fisiologi-Gerak-Bola-Mata.Andreas-Lukita-Halim.pdf).

Bagaimana Seharusnya Mengelola Gerakan Mata Ketika Operasi LASIK?

Gerakan mata, sebagaimana kita ketahui lebih terjadi secara spontan karena ada aksi sebagai reaksi. Dalam proses operasi LASIK tentu ada alat operasi yang mendekat ke mata bahkan menempel ke mata, ada cairan dan ada bahan habis pakai lainnya. Ini semua akan membuat reaksi ke mata akan bergulir. Namun demikian, ketika operasi LASIK berlangsung pasien sangat diharapkan selalu fokus melihat target atau obyek fiksasi yang telah diinstruksikan oleh dokter. Misal selalu melihat lampu hijau yang berkedip lurus dengan pandangan mata pasien . Apapun manipulasi yang dilakukan dokter pada mata, misalnya mengusap, memberi cairan, menempelkan alat, maka pasien harus tetap konsentrasi ke satu titik.

Operasi di Klinik MATA LASIK di JAKARTA

Ketika Laser ditembakkan, ini sebenarnya tidak ada manipulasi atau sentuhan ke mata, harapannya mata bisa tetap fokus satu titik. Sebagian besar pasien bisa mengontrol hingga laser selesai ditembakkan yang rentang waktunya kurang lebih 25 detik (tergantung ukuran koreksi yang diperlukan). Tetapi ada juga beberapa pasien yang dalam rentang 10 – 15 menit saja, bola mata pasien sudah bergulir, bergerak, bisa ke atas, ke samping ataupun ke bawah. Baik gerakannya sedikit ataupun banyak.

Bagaimana Kalau Ketika Laser, Pasien Menggerakkan Mata Saat Operasi LASIK?

Dalam hal tertentu, bola mata ketika laser ditembakkan ada yang bergulir, namun jangan khawatir. Mesin LASIK yang canggih ini umumnya sudah dilengkapi dengan yang namanya Eye Tracker atau pelacak/pemindai gerakan bola mata. Sekecil apapun gerakan bola mata akan dikuti oleh pelacak ini, sehingga laser yang ditembakkan selalu tepat sasaran sehingga presisi. Nah, ketika gerakan sudah keluar jangkauan dari eye tracker maka laser akan berhenti otomatis. Di sini dokter akan memposisikan arah bola mata kembali  dengan mengintruksikan ke pasien dan melanjutkan laser sisanya.

EYE TRACKER pada Mesin LASIK SCHWIND AMARIS 1050s

Eye tracker - pelacak mataKeberhasilan operasi ditingkatkan oleh pelacak mata 7D aktif milik SCHWIND, yang memungkinkan tingkat presisi yang unik.

Hal ini terkait dengan sistem diagnostik SCHWIND dan menangkap semua gerakan mata (baik statis maupun dinamis) selama prosedur, untuk hasil yang luar biasa.

Selama prosedur itu secara tepat menentukan dan mengkompensasi dimensi gerakan mata berikut:

  1. sumbu X
  2. sumbu Y
  3. Penggulungan horizontal
  4. Penggulungan vertikal
  5. Rotasi mata di sekitar sumbu visual: cyclotorsion statis dan dinamis
  6. Sumbu Z: kompensasi aktif untuk gerakan ke atas dan ke bawah
  7. Waktu: pelacakan bebas latensi secara prediktif mengkompensasi gerakan mata selama interval antara perolehan gambar pelacak mata dan pulsa laser berikutnya.

Perubahan ukuran pupil terdeteksi, dan laser disesuaikan seperlunya. Dalam hubungannya dengan pelacak mata 7D, fungsi otomatis ini memastikan pemusatan yang benar selama prosedur.

Nah, dari sini bisa dipahami, bahwa sekalipun mata gerak atau Menggerakkan Mata Saat Operasi LASIK  karena lolos kontrol oleh pasien maka mesin dipastikan ada pengamannya, sehingga operasi tetap aman dan nyaman. Gerakan mata jika melebih dari yang dijangkau laser maka akan berhenti dan setelah diposisikan kembali bisa dilanjutkan lagi. Gerakan yang masih dalam jangkauan laser akan tetap aman, karena tembakan laser akan dikompensasi sehingga masih tetap presisi.

Sudah ada rencana untuk LASIK? Silakan hubungi kami di WA 082210488488.