8 Fakta Soal Katarak Yang Anda Perlu Tahu

apa itu buta katarak

Apakah orang tua Anda atau lansia di sekitar Anda mengalami katarak? Ini merupakan kondisi normal, yang terkait erat dengan pertambahan usia. Tapi, katarak juga bisa menyerang orang muda dengan beberapa kondisi tertentu, bahkan bisa juga dialami anak-anak saat mereka baru lahir.

Saat penglihatan memburuk, banyak orang memilih menjalani operasi katarak. Percaya atau tidak, operasi katarak merupakan salah satu operasi yang paling umum dilakukan di Amerika. Jadi, operasi ini terbukti aman dan efektif.

Mumpung Anda belum mengalami katarak, ada baiknya Anda mengetahui 8 fakta penting berikut ini, termasuk cara untuk menunda datangnya katarak terlalu dini.

1. Katarak tidak menular

Katarak merupakan kekeruhan pada lensa mata yang memengaruhi kejernihan penglihatan. Katarak dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata, tapi tidak akan menyebar atau menular dari satu mata ke mata lainnya.

Lensa adalah bagian mata yang jernih, yang membantu memfokuskan cahaya atau gambar, pada retina. Sementara retina adalah jaringan yang peka terhadap cahaya, terletak di bagian belakang mata.

Pada mata normal, cahaya melewati lensa transparan menuju retina. Setelah mencapai retina, cahaya tersebut diubah menjadi sinyal saraf yang dikirim ke otak. Agar retina dapat menerima gambar yang tajam, maka lensa harus jernih. Jika lensa keruh karena katarak, gambar yang Anda lihat akan menjadi kabur.

Mayoritas kasus katarak terjadi akibat penuaan. Itulah kenapa katarak sangat umum terjadi pada orang tua. Pada usia 80 tahun, lebih dari separuh warga Amerika Serikat mengalami katarak atau pernah menjalani operasi katarak.

2. Lensa menjadi keruh

Lensa yang bekerja layaknya lensa kamera terletak di belakang iris dan pupil. Lensa tersebut memfokuskan cahaya pada retina, bagian mata tempat gambar direkam. Lensa juga menyesuaikan fokus mata, sehingga kita dapat melihat sesuatu secara jelas, baik objek yang letaknya dekat maupun jauh.

Sebagian besar lensa terdiri dari air dan protein. Secara alami protein diatur sedemikian rupa, menjaga lensa tetap jernih dan memungkinkan cahaya melewatinya. Tapi, ketika Anda bertambah usia, sebagian protein pada lensa dapat pecah dan menggumpal, sehingga mulai mengaburkan sebagian kecil lensa. Inilah yang disebut sebagai katarak.

Jika tidak ditangani segera, katarak dapat tumbuh dan menjadi lebih besar, sehingga mengaburkan lebih banyak bagian lensa. Akibatnya, Anda akan merasa lebih sulit untuk melihat. Kalau Anda adalah perokok atau pengidap penyakit diabetes, kemungkinan besar katarak yang Anda alami akan cepat berkembang.

Youtube Channel : Kenal Lebih Dekat Dengan Katarak

3. Efek katarak

Orang sering menyebut katarak sebagai awan yang menyelimuti penglihatan. Tapi, bagaimana katarak bisa sampai memengaruhi penglihatan? Katarak, terutama yang terjadi akibat pertambahan usia, dapat memengaruhi penglihatan dalam dua cara, yaitu:

  • Gumpalan protein mengurangi ketajaman gambar yang mencapai retina

Jika protein pada lensa menggumpal, maka lensa akan menjadi kabur dan cahaya yang mencapai retina akan berkurang. Pengaburan lensa dapat berubah menjadi cukup parah hingga kemudian menyebabkan kaburnya penglihatan Anda.

Sebagian besar katarak yang terkait dengan usia berkembang dari penggumpalan protein. Ketika katarak masih berukuran kecil, kekeruhan hanya memengaruhi sebagian kecil saja dari lensa. Dengan begitu, Anda mungkin tidak menyadari adanya perubahan dalam penglihatan Anda.

Katarak cenderung berkembang secara perlahan, sehingga penglihatan akan memburuk secara bertahap. Seiring waktu, area keruh pada lensa dapat menjadi lebih besar, dan ukuran katarak dapat bertambah. Penglihatan Anda mungkin menjadi lebih tumpul atau kabur.

  • Lensa bening perlahan berubah jadi kekuningan

Pernahkah Anda perhatikan, sedotan dari plastik yang bening lama-kelamaan bisa berubah warna jadi kekuningan atau bahkan kecokelatan? Begitu juga dengan lensa Anda. Karena lensa bening perlahan-lahan berubah warna seiring bertambahnya usia, gambar pada penglihatan Anda pun secara bertahap bisa mulai berwarna kekuningan atau kecokelatan, seperti foto lama.

Awalnya, warna kekuningan itu hanya seberkas saja, tidak sampai menyebabkan masalah penglihatan. Ketika katarak bertambah besar, warna kekuningan atau kecokelatan itu semakin pekat. Tapi, ketajaman gambar yang dikirimkan ke retina tidak terpengaruh.

Jika perubahan warna lensa terus berlanjut. Anda mungkin tidak bisa mengenali warna biru atau warna ungu. Anda mungkin berpikir sedang mengenakan baju warna hitam, padahal sebenarnya baju tersebut berwarna biru.

Youtube Channel : Pasca Operasi Katarak, Kembali Melihat Seperti Masa Muda

4. Faktor risiko katarak

Sebenarnya katarak tidak hanya menyerang lansia. Sebab, ada juga orang yang mengalami katarak di usia 40 atau 50. Tapi, katarak pada usia tersebut biasanya tidak terlalu berpengaruh terhadap penglihatan. Barulah setelah ia menginjak usia 60 tahun, sebagian besar katarak menyebabkan masalah penglihatan.

Ketika usia bertambah, risiko katarak juga meningkat. Tidak hanya usia, terdapat sejumlah faktor risiko lain yang memainkan peran, antara lain:

  1. Penyakit tertentu, misalnya diabetes.
  2. Kebiasaan yang kurang baik untuk kesehatan, misalnya merokok dan konsumsi alkohol secara berlebihan.
  3. Lingkungan, misalnya terkena paparan sinar ultraviolet dalam waktu lama dan mata tidak dilindungi dengan kacamata hitam untuk menangkal bahaya sinar ultraviolet.

apa itu katarak

5. Gejala katarak

Orang yang mengalami gejala katarak sebenarnya belum tentu mengalami katarak. Karena, beberapa gejala serupa dengan masalah kesehatan mata lain atau ada juga yang serupa dengan kelainan refraksi mata. Oleh sebab itu, jika mengalami beberapa gejala, lebih baik Anda berkonsultasi ke dokter mata untuk memastikan penyebab masalah sebenarnya.

Gejala katarak yang umum dialami, antara lain:

  1. Penglihatan buram atau mengabur.
  2. Warna tampak memudar.
  3. Cahaya lampu atau sinar matahari mungkin terasa terlalu terang. Lingkaran cahaya terlihat di sekitar lampu.
  4. Penglihatan saat malam hari buruk.
  5. Penglihatan ganda, atau pada satu mata seperti ada beberapa gambar sekaligus. Tapi, gejala ini justru menghilang, ketika ukuran katarak membesar.
  6. Ukuran kacamata atau lensa kontak sering berganti.

Gejala-gejala katarak yang terbilang dini dapat diatasi dengan kacamata baru, pencahayaan yang lebih terang, kacamata hitam anti silau, atau lensa pembesar. Namun, jika langkah-langkah tersebut tidak membantu, operasi adalah satu-satunya penanganan yang efektif. Dalam proses tindakan bedah dokter akan mengangkat lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan.

Baca Juga : Phacoemulsification Untuk Operasi Katarak, Apa Itu?

6. Tipe katarak

Mayoritas kasus katarak berkaitan dengan penuaan, sehingga kemudian menjadi salah satu tipe katarak. Namun, selain itu, ada pula beberapa tipe katarak lain, yaitu:

  • Katarak sekunder

Katarak dapat terjadi setelah Anda menjalani operasi untuk mengatasi masalah mata lain, misalnya glaukoma. Katarak juga juga dapat terjadi pada orang yang mengalami masalah kesehatan lain, seperti diabetes. Di samping itu, katarak sering kali dikaitkan dengan penggunaan steroid yang berlebihan.

  • Katarak traumatis

Katarak tipe ini dapat berkembang setelah mata mengalami cedera. Terkadang, katarak tak langsung terdeteksi atau terasa gejalanya. Bisa jadi baru akan dirasakan bertahun-tahun kemudian.

  • Katarak kongenital

Beberapa bayi lahir dengan katarak, atau mengalami katarak pada masa kanak-kanak. Sering kali katarak tersebut muncul pada keduamata. Katarak ini mungkin sangat kecil, sehingga tidak memengaruhi penglihatan. Namun, jika membesar, perlu ada penanganan segera.

  • Katarak radiasi

Katarak juga bisa muncul, setelah Anda terpapar beberapa jenis radiasi. Misalnya, radiasi untuk penanganan kanker.

7. Saatnya perlu operasi

Jika gangguan penglihatan akibat katarak memengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari, misalnya mengemudi atau membaca, maka pilihan terbaik Anda adalah operasi katarak. Tujuan operasi adalah mengangkat katarak dan menggantinya dengan lensa intraokular untuk memperbaiki penglihatan Anda secara permanen.

Katarak yang tidak ditangani akhirnya akan menghalangi cahaya masuk ke dalam mata dan mengakibatkan hilangnya penglihatan. Dalam skala global, katarak merupakan penyebab utama kebutaan.

Jika Anda mengalami katarak pada kedua mata, pembedahan dilakukan pada mata yang terkena katarak paling parah terlebih dahulu. Satu hingga dua minggu kemudian, Anda dapat menjalani operasi pada mata yang lain. Waktu jeda ini memberi kesempatan untuk mata pertama agar pulih terlebih dahulu dan penglihatan Anda pada mata tersebut menjadi stabil, sebelum melakukan pembedahan pada mata lainnya.

8. Cara turunkan risiko katarak

Datangnya katarak bisa ditunda dengan menurunkan faktor risikonya. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Lindungi mata dari sinar ultraviolet

Memakai kacamata hitam yang melindungi mata Anda dari sinar ultraviolet dapat membantu memperlambat perkembangan katarak. Sinar ultraviolet B sangat berbahaya bagi mata. Karena itu, Anda perlu mencari kacamata yang secara khusus memberikan perlindungan tersebut.

Sebaiknya kenakan kacamata hitam pelindung kapan pun Anda berada di luar ruangan pada siang hari. Tidak hanya saat matahari sangat terang hingga mengganggu penglihatan. Saat mendung pun kenakan kacamata tersebut.

  • Kelola penyakit Anda

Sejumlah masalah kesehatan kronis, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, dapat berkontribusi terhadap perkembangan katarak. Jika Anda menderita diabetes, Anda perlu menjaga gula darah tetap terkontrol untuk membatasi kerusakan mata, yang disebabkan oleh kadar glukosa yang tinggi.

Pastikan Anda meminum obat tekanan darah tinggi secara teratur dan periksa tekanan darah Anda secara teratur. Jika Anda mendapati bahwa tekanan darah Anda tidak sesuai dengan yang seharusnya, bicarakan dengan dokter Anda untuk mengubah atau mengintensifkan pengobatan Anda.

  • Stop merokok dan konsumsi alkohol

Merokok dan bentuk tembakau lain dapat menyebabkan masalah kardiovaskular, termasuk masalah pada pembuluh darah mata Anda. Masalah ini dapat mengarah pada terbentuknya katarak.

Di samping itu, mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat meningkatkan berkembangnya katarak.

  • Konsumsi makanan tinggi vitamin

Pola makan bervariasi, yang mencakup banyak buah dan sayuran, membantu memastikan bahwa tubuh Anda tidak kekurangan vitamin atau nutrisi lain yang dibutuhkan untuk kesehatan mata yang optimal. Buah dan sayuran memiliki kandungan senyawa antioksidan yang tinggi, yang terbukti secara ilmiah dapat mendukung kesehatan mata dan menurunkan risiko katarak.

SILC Lasik Center yang merupakan klinik mata yang mengkhususkan layanannya pada operasi LASIK. Namun, karena tingginya permintaan dari pasien, maka SILC pun melayani operasi katarak phacoemulsification yang memberikan hasil sangat baik. Dan, bukan SILC namanya kalau tidak menggunakan teknologi mutakhir, sekalipun dalam operasi katarak yang terbilang sangat umum. SILC menggunakan mesin canggih untuk operasi katarak, yaitu SOPHI (Swiss Ophthalmology Innovation). Mesin ini dilengkapi triple pump fluidics yang responsif.