SILC LASIK CENTER

Persyaratan khusus Penerimaan/Masuk Anggota POLRI (AKPOL)

Hampir dipastikan setiap tahun Kepolisian Negara Republik Indonesia menyelenggarakan penerimaan anggota POLRI. Penerimaan dilakukan secara berjenjang dan akhirnya secara nasional.

Para pemuda/pemudi umumnya lulusan SMA/SMK/MA/Sekolah menengah atas sederajat.  Juga yang sudah di masa kuliah dengan usia tertentu akan masuk dipanggil untuk menjadi anggota POLRI. Tentu negara menginginkan calon anggota POLRI yang terbaik dan berkualitas dari segala segi. Sehingga berbagai tes dilakukan untuk menyaring dari sekian banyak calon yang baik. Dalam tulisan kali ini ingin disampaikan Persyaratan khusus penerimaan/masuk anggota POLRI. Sehingga para peserta bisa mempersiapkan diri untuk bisa mengikutinya dan tentunya berharap untuk bisa lolos seleksi penerimaan anggota POLRI.

Berikut Persyaratan khusus pada penerimaan AKPOL tahun 2020 (semoga untuk tahun – tahun berikutnya tidak banyak berubah dan tentunya silahkan akses halaman website POLRI secara resmi.

Persyaratan khusus:

  1. pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI;
  2. berijazah serendah-rendahnya SMA/MA jurusan IPA/IPS (bukan lulusan dan atau berijazah Paket A, B dan C) dengan ketentuan:
    1. nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Nasional/UN (bukan nilai gabungan):
      • 2016 s.d. 2019 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
      • 2020 akan ditentukan kemudian.
    2. nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Nasional/UN (bukan nilai gabungan) khusus Papua dan Papua Barat:
      • 2016 s.d. 2018 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
      • 2019 dengan nilai rata-rata minimal 55,00;
      • 2020 akan ditentukan kemudian.
    3. lulusan  tahun  2020 (yang masih kelas XII)  nilai  rapor rata-rata kelas XII semester I minimal  70,00  dan  setelah lulus menyerahkan nilai Ujian Nasional dengan nilai rata-rata yang akan ditentukan kemudian;
    4. yang berumur 16 sampai dengan kurang dari 17 tahun dengan ketentuan nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 75,00 dan memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan nilai mata pelajaran Bahasa Inggris pada UN dan nilai rapor rata-rata mata pelajaran Bahasa Inggris minimal 75,00 serta melampirkan sertifikat TOEFL minimal skor 500;
    5. bagi lulusan tahun 2016 s.d. 2019 yang mengikuti Ujian Nasional perbaikan dapat mengikuti seleksi penerimaan terpadu Akpol T.A. 2020 dengan ketentuan nilai rata-rata memenuhi persyaratan;
    6. calon peserta yang mengulang di kelas XII baik di sekolah yang sama atau sekolah yang berbeda tidak dapat mengikuti seleksi penerimaan terpadu Akpol T.A. 2020;berijazah serendah-rendahnya SMA/MA jurusan IPA/IPS (bukan lulusan dan atau berijazah Paket A, B dan C) dengan ketentuan:

PERSYARATAN LAIN:

  1. pendaftar dari Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) pada pondok pesantren memiliki nilai kelulusan tara-rata hasil imtihan wathoni (Ujian Standar Nasional) atau ujian akhir muadalah, dengan nilai akhir kelulusan rata-rata 70,00;
  2. berumur minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan;
  3. tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
    1. Pria : 165  (seratus enam puluh lima) cm;
    2. Wanita : 163  (seratus enam puluh tiga) cm.
  4. belum pernah menikah secara hukum positif/agama/adat, belum pernah hamil/melahirkan, belum pernah memiliki anak biologis (anak kandung) dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan;
  5. tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/memiliki bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;
  6. peserta calon Taruna/i yang telah gagal/TMS dalam proses seleksi karena melakukan tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) tidak dapat mendaftar kembali;
  7. mantan Taruna/i atau Siswa/i yang diberhentikan tidak dengan hormat dari proses pendidikan oleh lembaga pendidikan yang dibiayai oleh anggaran negara tidak dapat mendaftar;
  8. dinyatakan bebas narkoba berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan oleh Panpus/Panda;
  9. tidak mendukung atau ikut serta dalam organisasi atau paham yang bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika;

SYARAT BERMETERAI

  1. tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma agama, norma kesusilaan, norma sosial dan norma hukum;
  2. membuat surat pernyataan bermaterai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian yang ditandatangani oleh calon peserta dan diketahui oleh orang tua/wali;
  3. surat pernyataan bermaterai untuk tidak mempercayai pihak-pihak yang menawarkan, menjanjikan dan menjamin dapat membantu meluluskan dalam proses seleksi penerimaan terpadu yang ditandatangani oleh calon peserta dan diketahui oleh orang tua/wali;
  4. membuat surat pernyataan bermaterai yang menyatakan calon peserta tidak masuk sebagaimana diatur pada angka 11 dan 12;
  5. bagi yang memperoleh ijazah dari sekolah di luar negeri, harus mendapat pengesahan dari Dikdasmen Kemendikbud;
  6. berdomisili minimal 1 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar terhitung pada saat pembukaan pendidikan dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga, apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa keterangan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku;
  7. bagi peserta calon Taruna/i yang berasal dari SMA Taruna Nusantara dan SMA Krida Nusantara yang masih kelas XII dapat mendaftar di Polda asal sesuai alamat KTP/KK atau dapat mendaftar untuk SMA Taruna Nusantara di Polda Jateng dan DIY sedangkan untuk SMA Krida Nusantara di Polda Jabar, dengan ketentuan mengikuti kuota kelulusan/perankingan pada Polda asal sesuai domisili KTP/KK;
  8. bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun terhitung saat diangkat menjadi Perwira Polri;
  9. memperoleh persetujuan dari orang tua/wali;
  10. tidak terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu instansi lain;
  11. calon Taruna/i yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS Kesehatan;
  12. yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan:
    1. mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan;
    2. bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Taruna/i Akpol

sumber : https://penerimaan.polri.go.id/index.php/home/syaratseleksi/1

ADA KELAINAN REFRAKSI

Nah, sebelum menyiapkan semua persyaratan di atas, penting diperhatikan bahwa calon anggota POLRI (masuk AKPOL) harus sehat jasmani dan rohani. Tes kesehatan juga masuk prioritas, salah satunya tes penglihatan atau kesehatan mata. Mata harus sehat dan normal. Tajam penglihatan juga diperhatikan. Jika saat ini sedang memakai kacamata koreksi karena ada myopia (mata minus) atau hypermetropia (mata plus jauh) atau juga ada astigmatisma (silinder) maka solusi paling tepat adalah menjalani LASIK.

LASIK adalah tindakan bedah refraktif dengan menggunakan laser yang bisa menghilangkan kelainan refraksi sebagaimana disebut di atas sesuai dengan kondisi hasil pemeriksaannya dengan cepat, tepat, prediksi ,aman dan nyaman. Perlu persiapan jauh hari mengenai kondisi mata ini, sehingga ketika masuk atau daftar sudah kondisi normal dan menjalani tes kesehatan terutama tes mata.

Silahkan hubungi SILC Lasik Center untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap melalui WA 082210488488.