6 Fakta Penting Tentang Katarak Senilis
Sunday, February 25, 2024 | SILC Lasik Center
6 Fakta Penting Tentang Katarak Senilis
Katarak merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata yang dalam keadaan normal seharusnya jernih. Penglihatan yang keruh atau buram akibat katarak dapat membuat Anda lebih sulit untuk membaca, mengendarai mobil di malam hari, atau melihat ekspresi lawan bicara.
Sebagian besar katarak berkembang secara perlahan dan tidak mengganggu penglihatan sejak dini. Namun seiring berjalannya waktu, katarak pada akhirnya akan berpengaruh terhadap penglihatan. Awalnya, menggunakan cahaya yang lebih terang dan kacamata dapat membantu mengatasi gangguan tersebut. Tapi, jika gangguan penglihatan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi katarak mungkin akan disarankan oleh dokter.
Katarak terbagi menjadi beberapa tipe dan jenis, salah satunya katarak senilis. Apa itu katarak senilis?
Katarak senilis bisa tanpa gejala
Katarak senilis merupakan kondisi mata yang umum terjadi pada lansia, dan disebabkan oleh proses penuaan alami. Katarak yang memengaruhi jutaan orang setiap tahun ini dipandang sebagai perubahan fisiologis akibat penuaan. Sekitar 96% orang berusia di atas 60 tahun mengalami kekeruhan lensa mata, saat diperiksa dengan slit lamp.
Namun, pada awalnya katarak senilis cenderung berkembang secara perlahan dan mungkin tidak menimbulkan gejala. Keburaman lensa sering kali berkembang sangat lambat tanpa menimbulkan gangguan penglihatan jangka pendek yang signifikan. Namun, ketika mulai berkembang, katarak senilis akhirnya dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara signifikan.
Katarak senilis merupakan jenis katarak yang paling umum, dan juga merupakan penyebab utama kehilangan penglihatan pada lansia. Menurut penelitian, katarak senilis diperkirakan memengaruhi lebih dari 24 juta orang Amerika Serikat yang berusia 40 tahun ke atas. Sementara itu, di seluruh dunia, katarak senilis dapat menyerang lebih dari 20% orang berusia 60 tahun ke atas. Risiko terkena kondisi tersebut meningkat seiring bertambahnya usia, dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.
Sejumlah ahli mengklasifikasikan katarak senilis menjadi dua, yaitu berdasarkan lokasi anatomi di dalam lensa dan tingkat perkembangannya. Pembagian pertama dilakukan antara katarak senilis nuklear dan kortikal, dengan katarak subkapsular sebagai bagian spesifik dari katarak kortikal. Kemudian, berdasarkan tingkat perkembangannya menjadi tahap awal, belum matang, matang, dan hipermatur sesuai dengan perkembangan prosesnya.
Angka kebutaan akibat katarak senilis sangat tinggi di negara-negara terbelakang, karena mereka tidak memiliki sistem kesehatan yang efisien. Penderita katarak senilis sering kali memiliki riwayat keluarga dengan kekeruhan lensa, terutama pada kasus-kasus ketika katarak muncul pada usia yang relatif dini.
Karena itu, jika Anda mengalami masalah penglihatan, jangan menunda untuk mengunjungi dokter mata dan menjalani pemeriksaan mata yang komprehensif. Diagnosis dan penanganan dini dapat membantu mencegah atau memperlambat perkembangan katarak senilis dan mempertahankan penglihatan.
Warna memudar salah satu gejala katarak senilis
Gejala katarak senilis yang paling umum dialami pasien adalah penglihatan yang keruh atau kabur. Namun, ada sejumlah gejala lain yang mungkin dirasakan, seperti:
1. Kesulitan melihat dan menyetir di malam hari
2. Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya dan silau
3. Lingkaran cahaya di sekitar lampu
4. Penglihatan ganda pada satu mata
5. Warna memudar atau menguning
Jika tidak ditangani, katarak senilis dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan. Pada banyak kasus, gejala-gejala tersebut dapat diatasi dengan kacamata, lensa kontak, atau pembedahan.
Rokok dan diabetes: faktor risiko katarak senilis
Penyebab terjadinya katarak senilis tidak diketahui. Dokter memperkirakan, seiring berjalannya waktu, beberapa faktor risiko tertentu mengubah distribusi protein di dalam lensa, yang mengakibatkan peningkatan hamburan cahaya dan kekeruhan, sehingga menimbulkan masalah penglihatan.
Ketika usia bertambah, protein dalam lensa mulai rusak dan menggumpal. Penggumpalan ini menyebabkan lensa menjadi kurang transparan dan pada akhirnya dapat menyebabkan katarak. Itu berarti penuaan merupakan faktor risiko paling umum pembentukan katarak senilis.
Faktor risiko lain meliputi:
1. Diabetes. Kondisi kronis diabetes dapat mempercepat proses penuaan dan meningkatkan risiko Anda terkena katarak senilis.
2. Merokok. Konsumsi tembakau adalah faktor lain yang dapat mempercepat perubahan lensa yang terkait dengan katarak senilis.
3. Paparan sinar ultraviolet. Jenis radiasi ini dapat merusak protein dalam lensa Anda, sehingga meningkatkan risiko Anda terkena katarak.
4. Riwayat keluarga. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita katarak senilis, kemungkinan besar Anda juga akan mengalami katarak senilis.
5. Obat-obatan tertentu. Pada beberapa kasus, obat-obatan tertentu dapat menyebabkan perubahan pada lensa, yang meningkatkan risiko Anda terkena katarak. Contohnya, steroid tertentu terkait erat dengan peningkatan risiko katarak.
6. Pernah menjalani operasi atau cedera mata. Trauma atau cedera juga dapat menyebabkan perubahan pada lensa yang membuat Anda lebih rentan terkena katarak senilis.
Secara keseluruhan, ini hanyalah beberapa dari sekian banyak faktor risiko katarak senilis. Perlu diingat, kondisi ini sangat umum terjadi dan biasanya tidak serius. Namun, jika Anda mengalami perubahan penglihatan, pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter mata untuk evaluasi.
Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, Anda dapat membantu mempertahankan penglihatan dan menjaga kesehatan mata Anda, meski usia terus bertambah.
Diagnosis katarak senilis lewat tes
Diagnosis merupakan langkah penting dalam menangani katarak senilis. Namun, kondisi khusus ini sering kali sulit didiagnosis, karena gejalanya sangat mirip dengan masalah penglihatan lain yang berkaitan dengan usia, seperti presbiopia (kesulitan membaca dalam jarak dekat) atau degenerasi makula.
Inilah sebabnya mengapa Anda sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh setiap tahun, terutama jika Anda berusia di atas 60 tahun. Hanya dokter mata yang berpengalaman yang dapat mendiagnosis katarak senilis dengan tepat dan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain.
Selama pemeriksaan, dokter mata akan menyinari mata Anda dengan cahaya untuk melihat lensa dengan lebih baik. Dalam beberapa kasus, mereka juga dapat menggunakan kaca pembesar khusus untuk melihat lebih dekat. Jika mereka menduga Anda menderita katarak senilis, mereka mungkin akan merekomendasikan tes tambahan.
Selain itu, ada sejumlah tes yang umum dilakukan untuk mendiagnosis katarak senilis. Antara lain:
1. Tes ketajaman penglihatan. Tes ini mengukur seberapa baik Anda melihat pada berbagai jarak.
2. Pemeriksaan lampu celah. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter memeriksa struktur di bagian depan mata Anda, termasuk kelopak mata, kornea, iris, dan lensa.
3. Tonometri. Pemeriksaan ini mengukur tekanan di dalam mata Anda.
Setelah dokter Anda mendiagnosis katarak senilis, mereka akan bekerja sama dengan Anda untuk menyusun rencana perawatan. Perawatan mata tersebut akan mencakup kombinasi perubahan gaya hidup dan pembedahan. Konsultasikan dengan seorang dokter mata untuk mendapatkan keputusan yang tepat.
Katarak senilis bisa dioperasi
Jika Anda didiagnosis menderita katarak senilis, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut. Salah satunya adalah tindakan bedah atau operasi.
Operasi merupakan penanganan katarak yang paling umum dan efektif. Tindakan ini meliputi pengangkatan lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa artifisial yang jernih. Bedah katarak biasanya merupakan prosedur rawat jalan, sehingga Anda tidak perlu menginap di rumah sakit.
Prosedur tersebut biasanya dilakukan dengan anestesi lokal, yang membuat area di sekitar mata Anda mati rasa. Anda mungkin juga akan diberikan obat penenang untuk membantu Anda relaks. Pembedahannya sendiri hanya membutuhkan waktu beberapa menit, tetapi Anda harus tinggal di rumah sakit selama beberapa jam setelahnya agar dokter dapat memantau perkembangan Anda.
Setelah operasi, Anda perlu mengenakan pelindung mata selama beberapa hari. Anda juga akan diberikan obat tetes mata untuk membantu mencegah infeksi dan membantu penyembuhan mata. Gunakanlah sesuai petunjuk. Sebagian besar orang dapat pulih dari operasi katarak tanpa masalah.
Kondisi katarak senilis jarang menyerang orang muda dan orang dewasa sebelum lansia, sehingga lebih banyak terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun. Siapa pun yang telah didiagnosis menderita katarak senilis dapat memilih untuk menjalani operasi. Namun, tidak seperti banyak penyakit atau kelainan lain, tidak ada tanda-tanda atau tahapan khusus untuk operasi yang akan dilakukan. Karena itu, pasien dan dokter harus sama-sama memutuskan apakah operasi diperlukan atau tidak.
Ada dua faktor yang berperan penting dalam menentukan apakah pembedahan diperlukan atau tidak. Faktor pertama adalah tingkat keparahan kehilangan penglihatan dan faktor kedua adalah seberapa parah kehidupan sehari-hari pasien terpengaruh oleh gangguan penglihatan.
Katarak senilis juga bisa diatasi dengan obat-obatan. Beberapa obat tetes mata dapat membantu memperbaiki penglihatan Anda, jika Anda memiliki katarak senilis. Masalahnya, obat-obatan dapat membuat katarak tumbuh lebih cepat. Karena itu, bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat obat yang Anda konsumsi.
Perubahan gaya hidup juga penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, dan dapat membantu menjaga kesehatan mata Anda. Perubahan gaya hidup diyakini dapat membantu menunda perkembangan katarak senilis. Hal ini antara lain mengonsumsi makanan yang sehat, berolahraga berolahraga secara teratur, serta menghindari rokok dan alkohol.
Mata perlu dirawat
Seiring bertambahnya usia, Anda harus semakin rajin merawat mata. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata Anda secara teratur:
1. Olahraga mata. Anda harus menjaga otot-otot mata Anda tetap aktif untuk mempertahankan penglihatan yang baik. Anda dapat melakukannya dengan mengikuti beberapa latihan sederhana, seperti mengedipkan mata dan sering berkedip.
2. Gunakan pelumas. Pelumas dapat membantu menjaga kelembapan mata Anda dan mencegah kekeringan, yang dapat memperburuk katarak senilis.
3. Hindari mengucek mata. Menggosok mata dapat mengiritasi jaringan halus di sekitar mata Anda dan menyebabkan masalah lebih lanjut.
4. Pakai kacamata hitam. Dalam banyak kasus, kacamata hitam dapat membantu melindungi mata Anda dari sinar ultraviolet matahari yang berbahaya.
Jika Anda mengalami masalah penglihatan, Anda harus memeriksakan diri ke dokter mata. Dokter akan memberi tahu Anda, jika Anda menderita katarak senilis, kemudian merekomendasikan pengobatan terbaik. Jangan biarkan masalah ini mencuri penglihatan Anda, segera lakukan tindakan sekarang juga.
Meski merupakan pusat layanan LASIK, SILC Lasik Center tak hanya menawarkan layanan bedah laser untuk mengoreksi kelainan refraksi mata. Karena permintaan konsumen yang tinggi, SILC juga menyediakan layanan operasi katarak dengan teknologi yang canggih. Dengan kemampuan dokter mata yang tak perlu diragukan dan peralatan yang mutakhir, SILC menawarkan keamanan bagi pasien katarak.
Table of Contents
- 6 Fakta Penting Tentang Katarak Senilis
- 5 Alasan Mengapa LASIK Dapat Membantu Kamu Lolos Tes Mata Kedinasan
- Mengenal KLEx: Teknologi Terkini Bedah Refraksi Tanpa Flap
- Membuka Jalan Menuju Langit Biru: Peran Krusial LASIK untuk Calon Penerbang TNI AU
- Tanya Jawab Umum LASIK untuk Orang Tua Calon Peserta Sekolah Kedinasan
- Mengapa SILC LASIK Center Dipercaya oleh Banyak Calon Taruna atau Praja Sekolah Kedinasan?