ARTIKEL

6 Film Wajib Tonton Usai LASIK

Wednesday, June 5, 2024 | SILC Lasik Center
6-film-wajib-tonton-usai-lasik

6 Film Wajib Tonton Usai LASIK

Anda sangat gemar nonton film? Setelah LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis), Anda mungkin bertanya-tanya, kapan bisa segera kembali menikmati film-film seru.

Menonton film dalam jangka waktu lama dengan kacamata atau lensa kontak bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. LASIK mampu menghilangkan kebutuhan akan alat bantu penglihatan tersebut, memberikan kenyamanan lebih saat menonton maraton film atau serial. Di samping itu, penglihatan yang lebih tajam dan jernih memungkinkan Anda menangkap setiap detail adegan dan efek visual dengan lebih baik, sehingga meningkatkan pengalaman sinematik secara keseluruhan.

Kapan boleh nonton lagi?

Waktu 24 jam pertama setelah LASIK merupakan saat sangat penting untuk proses penyembuhan. Selama masa ini, Anda harus beristirahat dengan tenang dan tidak memaksakan mata untuk beraktivitas dengan berat. Meskipun sulit, cobalah untuk tidak menonton TV, menggunakan ponsel, bermain video game, atau membaca, setidaknya selama satu hari pertama.

Anda sebenarnya dapat melanjutkan sebagian besar aktivitas normal 24 jam setelah operasi LASIK. Namun, sejumlah ahli menyarankan agar pasien LASIK perlu mengambil cuti atau waktu rehat beberapa hari agar gangguan penglihatan dan rasa tidak nyaman yang sifatnya sementara itu mereda.

Ada beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap berapa lama waktu yang dibutuhkan mata Anda untuk pulih. Mata Anda dapat menjadi tegang dan kering, jika Anda terlalu cepat menatap layar. Sebagai informasi, prosedur bedah refraktif yang berbeda mungkin memerlukan waktu penyembuhan yang lebih lama.

Dalam kurun waktu 24 jam setelah LASIK, Anda mungkin merasa mata lebih lelah dan sedikit panas. Penglihatan Anda mungkin akan kabur, membuat Anda kesulitan untuk melihat dengan jelas. Disarankan agar Anda memberikan waktu istirahat pada mata setidaknya satu atau dua hari sebelum kembali menonton film.

Hal yang sama juga berlaku untuk layar lainnya. Ponsel cerdas, tablet, dan komputer perlu dihindari sedikit lebih lama dari 24 jam (mungkin 48 jam), karena dapat menyebabkan ketegangan mata yang lebih hebat.

Layar komputer, layar tablet, layar televisi, dan layar ponsel memiliki sejumlah bentuk panjang gelombang cahaya, termasuk panjang gelombang biru dan panjang gelombang cahaya putih LED (light emitting diode). Panjang gelombang ini dapat berbahaya bagi mata. Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk melihat jenis panjang gelombang ini, proses penyembuhan mata setelah operasi mungkin menjadi lebih lama atau terhambat.

Usai menjalani prosedur LASIK, mata mungkin akan terasa sensitif dan memerlukan perlindungan lebih banyak daripada hari-hari sebelumnya. Sebaiknya Anda menghindari sinar matahari dan mengenakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari radiasi ultraviolet selama beberapa hari. Tapi, matahari bukanlah satu-satunya sumber cahaya yang dihindari oleh mata Anda. Layar komputer juga memancarkan banyak cahaya yang bisa bersifat merusak.

Saat menggunakan komputer atau tablet untuk menonton film, Anda mungkin akan mengalami lebih banyak ketegangan pada mata daripada biasanya. Karena, Anda tidak berkedip saat fokus pada layar seperti biasanya. Hal ini dapat menyebabkan mata Anda menjadi kering.

Salah satu efek samping dari LASIK adalah mata menjadi kering, meskipun hanya bersifat sementara. Jika Anda terlalu cepat menonton film (entah di layar yang mana) setelah LASIK, kemungkinan besar mata Anda akan semakin kering. Sebuah klinik di Amerika Serikat menyebutkan bahwa operasi LASIK menyebabkan mata Anda tidak memproduksi air mata sebanyak biasanya. Produksi air mata yang berkurang dapat membuat mata menjadi kering.

Komplikasi lain yang mungkin terjadi, jika Anda terlalu cepat menonton film setelah LASIK, adalah risiko ketegangan mata. Mata Anda akan menjadi sensitif selama 24 jam pertama setelah LASIK. Terlalu cepat memberi tekanan pada mata dengan menonton film dapat berdampak negatif pada waktu penyembuhan. Itu berarti Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Sensitivitas berlebih terhadap cahaya usai LASIK merupakan kondisi yang biasa dialami pasien. Selain itu, pasien umumnya mengalami lingkaran cahaya atau starburst di sekitar lampu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa pusing atau sakit kepala, serta mual. Tenang saja, efek samping tersebut biasanya mereda dalam beberapa hari. Hanya saja, jika Anda terus-menerus terpapar cahaya dari layar, efek samping ini dapat bertahan lebih lama.

Sesudah LASIK, mata Anda memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi normal. Jadi, yang terbaik adalah menunggu setidaknya satu hingga dua hari setelah operasi, sebelum menghabiskan waktu untuk menikmati film-film terkini.

6 rekomendasi film

Jadi, Anda sudah siap menjelajah dunia fiksi dengan mata yang jernih? Ini 6 rekomendasi film yang pasti akan membuat Anda tercengang.

1. Coco (2017)

Film animasi ini menggunakan palet warna yang sangat kaya dan vibrant, terutama dalam adegan di alam kematian. Warna-warna cerah dan mencolok digunakan untuk menggambarkan dunia yang penuh kehidupan, meskipun itu dunia para arwah.

Penggunaan kontras warna yang kuat membantu dalam mempertegas elemen-elemen visual dan menciptakan suasana yang dinamis. Misalnya, warna-warna neon di jembatan bunga marigold dan kota di alam kematian menonjolkan keindahan dan kemagisan dunia tersebut. Warna-warna dalam Coco juga digunakan untuk mencerminkan budaya Meksiko yang kental.

Teknik pencahayaan dalam Coco digunakan secara efektif untuk menciptakan suasana yang berbeda. Pencahayaan yang lembut dan hangat sering digunakan dalam adegan keluarga, sementara pencahayaan yang dramatis dan berwarna-warni digunakan dalam adegan-adegan di alam kematian.

2. Life of Pi (2012)

Salah satu pencapaian terbesar dalam Life of Pi adalah animasi harimau Bengal bernama Richard Parker. Karakter ini sebagian besar dihasilkan melalui CGI. Hasilnya adalah salah satu representasi hewan animasi yang paling realistis di layar lebar. Detail bulu, gerakan otot, dan ekspresi wajah Richard Parker terlihat sangat hidup dan meyakinkan, membuat penonton sering lupa bahwa harimau ini adalah hasil animasi.

Film ini menggunakan efek visual yang luar biasa untuk menciptakan dunia di tengah lautan. Adegan badai, ombak, dan pantulan cahaya di permukaan air semua dihasilkan dengan sangat detail, menambah realisme dan keindahan visual film tersebut. Selain lautan, film ini juga menampilkan berbagai pemandangan alam yang spektakuler, seperti pulau misterius dengan fauna dan flora yang aneh. Semua pemandangan ini dihidupkan dengan animasi yang indah dan detail, menambah elemen magis dan fantastis pada cerita.

3. Avatar (2009)

Avatar adalah salah satu film pertama yang menggunakan teknologi 3D dengan cara yang begitu efektif. Penggunaan 3D dalam bukan hanya sebagai efek tambahan, tetapi benar-benar meningkatkan pengalaman menonton, memberikan kedalaman visual dan membuat penonton merasa seperti benar-benar berada di Pandora.

Film ini menggunakan teknologi motion capture sangat canggih untuk merekam gerakan aktor dan kemudian mentransfernya ke karakter animasi. Teknologi ini memungkinkan gerakan dan ekspresi wajah yang sangat realistis, sehingga karakter Na'vi terlihat sangat hidup dan ekspresif.

Karakter dalam Avatar, terutama suku Na'vi, dianimasikan dengan tingkat detail yang luar biasa. Tekstur kulit, rambut, dan mata dibuat dengan sangat realistis, memberikan kedalaman dan keaslian pada setiap karakter. Dunia Pandora dianimasikan dengan sangat terperinci dan indah. Flora dan fauna yang unik, hutan yang bersinar di malam hari, dan lanskap yang fantastis diciptakan dengan CGI yang luar biasa, menciptakan dunia yang benar-benar memukau.

4. The Grand Budapest Hotel (2014)

Warna-warna dalam film ini mampu mencerminkan periode waktu yang berbeda, membantu penonton membedakan antara berbagai era yang digambarkan dalam cerita. Misalnya, penggunaan warna pastel yang lembut dalam adegan-adegan kilas balik memberikan nuansa nostalgia dan romantisme.

Penggunaan palet warna dalam The Grand Budapest Hotel digunakan menyampaikan emosi dan suasana. Adegan-adegan yang lebih ceria dan penuh kehangatan sering kali menggunakan warna-warna hangat, seperti merah dan kuning, sementara adegan yang lebih gelap atau melankolis menggunakan warna-warna yang lebih dingin dan suram.

Sutradara Wes Anderson dikenal karena penggunaan simetri yang sempurna dalam komposisi gambar. Warna-warna yang digunakan dalam film ini mendukung simetri tersebut, dengan penempatan warna yang seimbang dan harmonis dalam setiap bingkai, menciptakan kesan visual yang rapi dan teratur.

5. Mad Max: Fury Road (2015)

Sinematografi yang dilakukan oleh John Seale memberikan visual yang memukau, dengan penggunaan warna yang kontras dan pencahayaan yang dramatis. Warna oranye dari gurun pasir dan biru dari langit menciptakan visual yang kuat dan kontras. Efek visual dan animasi digunakan untuk memperkuat palet warna yang berani, menambah kedalaman dan atmosfer pada setiap adegan.

Salah satu keunggulan utama Mad Max: Fury Road adalah action dan stunt. Banyak adegan action yang dilakukan secara nyata dengan kendaraan dan stuntman, yang memberikan rasa asli dan intensitas yang sulit dicapai dengan CGI semata. Ini termasuk adegan-adegan kejar-kejaran mobil yang spektakuler dan pertarungan di atas kendaraan yang bergerak.

Film ini memadukan efek CGI dengan action dengan mulus. CGI digunakan untuk memperkuat dan melengkapi adegan action, seperti dalam adegan badai pasir dan ledakan besar, namun tanpa mengurangi realisme visual. Efek visual dikerjakan dengan hati-hati sehingga terlihat menyatu dengan aksi nyata.

6. Doctor Strange (2016)

Adegan action dalam Doctor Strange tidak hanya melibatkan pertempuran fisik, tetapi juga penggunaan sihir yang kompleks. Koreografi aksi ini dirancang dengan indah, menggabungkan elemen-elemen visual sihir yang dinamis dan kreatif, sehingga setiap pertarungan terasa unik dan menarik.

Keunggulan visual Doctor Strange bukan hanya tentang keindahan dan kompleksitas efek visual, tetapi juga tentang bagaimana visual tersebut digunakan untuk mendukung cerita dan karakter. Penggunaan visual yang inovatif dan artistik dalam film ini membantu menciptakan pengalaman menonton yang mendalam dan memikat, serta memperkenalkan penonton pada dunia Marvel yang lebih luas dan penuh dengan kemungkinan tanpa batas.

Film ini menunjukkan bagaimana visual yang kreatif dan teknologi CGI yang canggih dapat digunakan untuk menciptakan dunia yang benar-benar baru dan memikat, memberikan kontribusi besar pada kesuksesan dan daya tarik Doctor Strange.

Kalau Anda penyuka film dan selama ini terganggu karena tidak bisa menikmati efek visual film karena masalah penglihatan, sudah saatnya Anda menghubungi SILC Lasik Center. Bicaralah dengan dokter SILC untuk mencari solusi terbaik. LASIK dengan teknologi mutakhir akan membantu Anda menikmati film dengan efek visual yang spektakuler.