ARTIKEL

Apakah LASIK Permanen? Ini Kata Ahli

Wednesday, August 14, 2024 | SILC Lasik Center
apakah-lasik-permanen-ini-kata-ahli

Apakah LASIK Permanen? Ini Kata Ahli

Menurut American Academy of Ophthalmology, LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis) adalah prosedur refraktif rawat jalan yang dapat digunakan untuk mengatasi astigmatisma (mata silinder), rabun jauh (miopia), dan rabun dekat (hipermetropia). Saat melakukan operasi LASIK, dokter mata akan mengangkat sebagian jaringan kornea dengan laser excimer, sehingga membentuk kembali kornea yang bentuknya kurang sempurna. Artinya, tindakan tersebut akan mengubah kelengkungan kornea, sehingga meningkatkan kemampuan mata untuk mengarahkan cahaya tepat pada retina dan meningkatkan ketajaman penglihatan.

Banyak orang yang menyebutkan bahwa tindakan bedah LASIK merupakan sebuah investasi untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Karena, setelah LASIK, pasien akan mendapatkan penglihatan yang jauh lebih jernih dan tajam dibandingkan sebelumnya. Memang investasinya tidak bisa dikatakan sedikit. Mengingat biaya investasi yang cukup tinggi, maka orang yang ingin menjalani LASIK jadi bertanya-tanya, apakah hasil LASIK berlaku seumur hidup.

Jika Anda juga bertanya-tanya soal apakah LASIK bersifat permanen, simak kata ahli berikut ini.

LASIK bertahan seumur hidup

Pertanyaan soal apakah operasi LASIK bertahan sepanjang masa atau tidak merupakan pertanyaan yang sangat umum diajukan oleh pasien, terutama yang ingin sekali menjalani bedah laser. Dr. dr. Pitra Ariesta Sinta Dewi, Sp.M dari SILC Lasik Center menjelaskan bahwa pada dasarnya semua laser vision correction, termasuk LASIK, bersifat permanen. Kenapa? “Karena, struktur kornea setelah tindakan laser vision correction sudah berubah dan tidak bisa kembali ke kondisi sebelumnya,” katanya.

Perubahan fisik pada kornea yang dibuat ketika dokter melakukan operasi LASIK akan menetap. Jadi, dalam hal ini, LASIK bersifat permanen. Tapi, jika operasi awal Anda tidak menghasilkan penglihatan yang lebih baik seperti yang Anda inginkan, atau mata Anda berubah secara drastis karena kondisi medis lain, seperti katarak, Anda mungkin masih memerlukan prosedur lanjutan.

Berdasarkan riset, hanya satu hingga dua persen pasien saja yang membutuhkan operasi peningkatan LASIK (LASIK Enhancement) pada tahun pertama setelah menjalani prosedur tersebut. Setelah lima tahun, sekitar 5% pasien membutuhkan operasi tambahan untuk mempertahankan atau meningkatkan penglihatan mereka yang sudah sangat baik.

Agar dapat mempertahankan penglihatan yang tajam, Anda harus memiliki kacamata atau lensa kontak yang stabil selama paling tidak dua tahun, sebelum menjalani LASIK. Kondisi tersebut akan meminimalkan kebutuhan untuk menjalani operasi tambahan di kemudian hari.

Perlu diingat, LASIK dapat mengatasi kebutuhan koreksi penglihatan Anda yang sudah ada, tetapi tidak mencegah perubahan yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia, seperti katarak dan presbiopia. Namun, LASIK tidak berpengaruh terhadap opsi perawatan bedah untuk mengatasi kondisi-kondisi tersebut di masa mendatang. Artinya, jika mengalami presbiopia, Anda tetap bisa menjalani LASIK Monovision. Atau, jika mengalami katarak, Anda akan dapat memilih opsi operasi penggantian lensa. Hanya saja, dokter bedah katarak harus memiliki riwayat kesehatan Anda secara lengkap, termasuk bedah refraktif laser yang pernah dijalani, seperti LASIK, agar dapat memberikan rekomendasi terbaik untuk mendapatkan penglihatan yang prima setelah operasi katarak.

Potensi durasi LASIK

Tidak ada durasi pasti tentang berapa tahunterkenalakan bisa memperbaiki penglihatan Anda. Bagi sebagian orang, efek operasi LASIK bertahan seumur hidup. Sementara itu, bagi yang lain, bisa bertahan 20 tahun. Atau, beberapa pasien mungkin memerlukan peningkatan LASIK setelah 10 tahun.

Efek jangka panjang operasi ini bergantung pada sejumlah variabel. Antara lain, usia pasien pada saat prosedur, kondisi medis tertentu, dan juga kondisi mata yang mungkin timbul seiring bertambahnya usia.

LASIK terkenal karena umurnya yang terbilang panjang. Singkatnya, LASIK berpotensi bertahan selama 20 tahun atau lebih. Tapi, tidak ada yang dapat menghentikan perubahan normal yang terjadi pada mata seiring berjalannya waktu. Yang dapat dikoreksi ketika LASIK hanyalah masalah penglihatan yang sudah ada sebelum LASIK, bukan masalah yang timbul setelahnya. Karena itu, LASIK dapat memperbaiki penglihatan dan memberikan penglihatan 20/20, atau bahkan ketajaman penglihatan yang lebih baik kepada pasien. Tapi, LASIK tidak dapat menghentikan proses penuaan pada mata.

Penglihatan menurun setelah LASIK, mungkinkah?

Dokter Pitra menguraikan, jika memang dari hasil pemeriksaan pra-LASIK telah dikalkulasi oleh dokter bahwa kelainan refraksi seorang pasien masih akan tersisa, maka sesudah LASIK pasien tersebut akan memakai kacamata. “Dokter yang melakukan pemeriksaan pra-LASIk akan menyampaikan kalkulasi tersebut kepada pasien. Dan, keputusan soal apakah tindakan operasi akan tetap dilaksanakan atau tidak, akan dikembalikan lagi kepada pasien,” katanya.

Anda mungkin pernah mendengar atau membaca bahwa ada beberapa orang yang masih menggunakan kacamata, padahal ia telah menjalani operasi LASIK. Kenapa bisa demikian? Bukankah tujuan LASIK adalah membuat kita terbebas dari ketergantungan terhadap kacamata?

Dokter Pitra mengungkapkan, hal tersebut memang bisa terjadi. Tapi, kasusnya perlu dicermati secara lebih detail lagi. “Misalnya, faktor mata pasien ketika pemeriksaan pra-LASIK dan rencana dokter sebelum melakukan operasi. Apakah memang dokter merencanakan kelainan refraksi (minus, plus, silinder) akan hilang sepenuhnya ataukah masih tersisa. Yang mengetahui hal tersebut adalah dokter bedah, berdasarkan hasil kalkulasi pemeriksaan pra-LASIK,” katanya.

Lebih jauh lagi, Dokter Pitra menjelaskan, pada beberapa kasus tertentu, kelainan refraksi seorang pasien sesudah LASIK adalah nol. Artinya, pasien tersebut tidak perlu lagi menggunakan kacamata. Tapi, selanjutnya kelainan refraksinya muncul kembali. Kondisi tersebut disebut sebagai myopic regression.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya myopic regression, yaitu genetik dan etnis, usia muda, kelainan refraksi awal yang tinggi serta bola mata yang panjang, serta aktivitas jarak dekat yang berlebihan.

Siapa perlu LASIK Enhancement?

LASIK menawarkan perbaikan penglihatan yang mampu bertahan lama, dan hanya sebagian kecil pasien yang memerlukan prosedur kedua. Dan, meskipun LASIK tidak secara resmi diakui sebagai operasi seumur hidup, banyak pasien yang mengalami perbaikan penglihatan yang memang bisa bertahan selama itu.

Meskipun jarang, beberapa orang perlu menjalani LASIK lagi, terutama jika prosedur awal tidak memperbaiki masalah refraksi secara menyeluruh atau akurat. Hanya saja, keberhasilan operasi kedua bergantung pada sejumlah variabel, termasuk usia, kondisi kesehatan saat ini, riwayat kesehatan, serta struktur mata.

Karena adanya perubahan yang berkaitan dengan penuaan pada mata, ada kemungkinan Anda memerlukan operasi LASIK Enhancement. Bukan berarti operasi LASIK yang pertama kali Anda jalani tidak memberikan hasil yang baik. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, kelainan refraksi dapat bertambah parah, atau Anda dapat mengalami kelainan refraksi yang baru.

Peningkatan LASIK merupakan prosedur LASIK lanjutan yang terkadang bisa dilakukan, jika operasi pembedahan refraktif awal Anda tidak memuaskan, atau jika penglihatan Anda berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. Karena, mata akan berubah ketika kita bertambah usia.

Pasien yang refraksinya tidak stabil sebelum LASIK, memiliki risiko lebih tinggi untuk memerlukan prosedur tambahan. Itulah kenapa dokter LASIK perlu mendapatkan informasi tentang perubahan resep kacamata Anda dalam waktu paling tidak dua tahun terakhir sebelum prosedur.

Kabar baiknya, bedah refraktif laser sering kali dapat diulang setelah evaluasi menyeluruh untuk memastikan bahwa pasien masih merupakan kandidat yang baik untuk LASIK. Beberapa dokter bedah mengenakan biaya tambahan, sementara dokter bedah lain bisa melakukan koreksi ini tanpa tambahan biaya.


Kacamata setelah LASIK

Sebagian calon pasien bertanya soal kemungkinan masih memakai kacamata seusai LASIK. Jawabannya akan tergantung pada beberapa faktor. Tapi, sebetulnya sebagian besar pasien tidak memerlukan kacamata lagi, setelah LASIK.

Ini faktor yang berpengaruh terhadap jawaban apakan Anda masih perlu kacamata atau tidak:

1. Usia

Otot mata Anda secara alami akan kehilangan sebagian kelenturan dan kekuatannya seiring bertambahnya usia. Akibatnya, kemampuan Anda untuk fokus pada jarak dekat akan menurun secara bertahap. Rabun dekat yang berkaitan dengan usia, atau presbiopia, adalah ciri penuaan yang sangat umum dan alamiah. Kondisi tersebut sering kali berhasil diatasi dengan kacamata baca atau prosedur LASIK khusus yang disebut LASIK Monovision.

Presbiopia tidak akan berkembang pada mereka yang berusia di bawah 40 tahun yang menjalani LASIK; sehingga mereka tidak memerlukan kacamata baca untuk melihat jarak dekat. Setelah LASIK, Anda seharusnya dapat melihat dengan baik dari jarak dekat tanpa kacamata baca. Karena, usia Anda masih muda.

Jika Anda berusia di atas 40 tahun, Anda akan memerlukan kacamata baca untuk mengoreksi presbiopia. Kecuali, jika Anda menjalani operasi LASIK Monovision, Meskipun Anda sebelumnya telah menjalani LASIK dan memiliki penglihatan dekat yang sangat baik tanpa kacamata baca, penglihatan dekat pasti akan terus memburuk seiring bertambahnya usia.

2. Resep kacamata

Sebelum LASIK, ketidaksesuaian antara ketebalan kornea dan panjang mata Anda yang sebenarnya menjadi penyebab utama dari penglihatan buram. Dengan mengangkat sedikit jaringan kornea dalam pola yang sangat khusus, LASIK dapat menciptakan bentuk kornea yang ideal untuk memperbaiki penglihatan.

Anda mungkin akan masih memiliki sisa resep yang minor setelah LASIK, jika Anda memiliki resep yang tinggi sebelum prosedur. Contohnya, mata silinder dengan ukuran yang sangat tinggi.

3. Riwayat keluarga

Riwayat penglihatan yang buruk dalam keluarga Anda tidak menjamin bahwa Anda akan mengalaminya juga. Tapi, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko Anda memerlukan kacamata setelah LASIK. Usai operasi, penglihatan Anda akan tetap lebih baik dan lebih tajam daripada sebelumnya.

Penglihatan Anda mungkin akan menjadi kurang jelas ketika bertambah usia. Hal ini normal, mengingat riwayat keluarga Anda. Tujuan operasi LASIK adalah untuk memperbaiki presbiopia Anda secara menyeluruh pada saat prosedur, bukan untuk memperlambat atau membalikkan proses penuaan mata. Pada sebagian besar kasus, Anda tidak memerlukan kacamata jarak jauh untuk mendapatkan penglihatan yang jernih setelah LASIK.

Jika Anda masih ragu akan tingkat kesuksesan dan durasi hasil LASIK, silakan datang langsung ke SILC Lasik Center dan berkonsultasi dengan para dokter ahli. Dengan jam terbang yang tinggi dan pengalaman yang luas, mereka akan bisa memberikan penjelasan yang Anda cari.