Apakah Silinder karena Turunan juga Dapat Diatasi dengan LASIK?
Tuesday, July 9, 2024 | SILC Lasik Center
Apakah Silinder karena Turunan juga Dapat Diatasi dengan LASIK?
Penderita astigmatisme atau mata silinder karena turunan mungkin mengalami berbagai gejala yang memengaruhi penglihatan. Contohnya mulai dari penglihatan jarak jauh maupun jarak dekat yang tampak kabur hingga kesulitan melihat dengan jelas di malam hari atau dalam kondisi pencahayaan rendah. Penglihatan yang kabur mengakibatkan ketidaknyamanan karena mata harus bekerja lebih keras untuk memusatkan perhatian. Karena itu, koreksi penglihatan seperti prosedur LASIK untuk silinder bisa menjadi pertimbangan untuk mengatasi kondisi ini.
Memahami Silinder dan Penyebabnya
Silinder, atau lebih tepatnya astigmatisme, adalah kondisi refraksi mata di saat kornea memiliki bentuk yang tidak rata, sehingga menyebabkan penglihatan kabur. Sementara itu pada mata yang normal, lensa dan kornea memiliki bentuk yang simetris, melengkung secara merata, dan memungkinkan cahaya yang masuk ke mata untuk difokuskan dengan jelas pada retina di bagian belakang mata. Namun, pada mata dengan astigmatisme, kornea mungkin berbentuk lebih oval atau melengkung tidak rata. Bentuk yang melengkung ini menyebabkan cahaya yang masuk ke mata difokuskan pada lebih dari satu titik di retina, sehingga menghasilkan gambar yang terdistorsi.
Penderita mata silinder mungkin mengalami penglihatan kabur pada jarak dekat maupun jarak jauh. Mereka mungkin juga mengalami kelelahan mata, sakit kepala, atau kesulitan melihat detail yang halus. Faktor genetik sering kali berperan dalam kondisi ini, maka astigmatisme bisa bersifat bawaan, ada sejak lahir, atau berkembang seiring waktu dan tingkat keparahannya dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Kalau salah satu atau kedua orang tua merupakan penderita astigmatisme, kemungkinan besar anak-anak juga bisa mengalami kondisi mata silinder. Anak-anak yang lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami astigmatisme karena perkembangan mata yang belum sempurna.
Selain itu, astigmatisme juga dapat disebabkan oleh cedera mata dan penyakit mata tertentu. Trauma pada mata bisa saja menyebabkan perubahan bentuk kornea atau lensa, yang selanjutnya mengakibatkan astigmatisme. Penyakit mata seperti keratoconus, yang merupakan kondisi kornea yang secara bertahap menjadi lebih tipis dan berbentuk kerucut serta biasanya berkembang pada masa remaja atau dewasa muda, dapat menyebabkan astigmatisme. Koreksi untuk astigmatisme dapat dilakukan dengan memakai kacamata atau lensa kontak, serta menjalani prosedur bedah seperti LASIK. Kacamata dan lensa kontak untuk astigmatisme memiliki desain khusus yang membantu mengimbangi bentuk kornea yang tidak rata. Dalam hal astigmatisme, LASIK dapat menghaluskan kondisi tidak rata pada kornea sehingga sinar cahaya dapat fokus dengan benar pada retina, kemudian mengurangi atau menghilangkan penglihatan kabur yang disebabkan oleh astigmatisme.
Bagaimana LASIK Bekerja untuk Mengoreksi Silinder?
Sebelum prosedur LASIK untuk mengoreksi mata silinder, dokter mata akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan Anda adalah kandidat yang cocok untuk prosedur ini. Tes yang dilakukan mencakup pengukuran ketebalan kornea, bentuk kornea, pupil, dan refraksi mata.
Cara kerja LASIK adalah dengan membentuk kembali kornea untuk memperbaiki kelainan refraksi. Proses LASIK melibatkan penggunaan laser untuk mengangkat lapisan tipis kornea kemudian menggunakan laser excimer untuk membentuk kembali kornea, dengan tujuan menghilangkan ketidakrataan yang menyebabkan astigmatisme. Teknologi laser yang digunakan dalam LASIK sangat presisi untuk memungkinkan koreksi yang akurat untuk berbagai tingkat astigmatisme, mulai dari tingkat yang ringan hingga tingkat yang lebih parah.
LASIK secara efektif dapat mengurangi atau menghilangkan astigmatisme dengan membentuk kembali kornea yang tidak rata. Tingkat koreksinya tergantung pada seberapa parah astigmatisme sebelum operasi, tetapi banyak pasien dengan astigmatisme ringan hingga sedang mendapatkan hasil yang memuaskan. Studi menunjukkan bahwa hasil LASIK umumnya stabil dan kebanyakan pasien mempertahankan koreksi penglihatan mereka bertahun-tahun setelah prosedur. Mayoritas pasien dengan astigmatisme yang menjalani LASIK melaporkan peningkatan dalam ketajaman penglihatan bahkan peningkatan yang signifikan dalam kualitas hidup, termasuk pengurangan ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak.
Apakah LASIK Aman untuk Silinder karena Turunan?
LASIK adalah prosedur yang umumnya aman dan efektif untuk mengoreksi astigmatisme, termasuk yang disebabkan oleh faktor keturunan. Namun, seperti semua prosedur medis, ada beberapa pertimbangan berikut ini yang perlu diperhatikan untuk memastikan bahwa LASIK adalah pilihan yang tepat dan aman untuk mengoreksi astigmatisme.
1. Kriteria kelayakan
Kriteria kelayakan untuk LASIK melibatkan berbagai faktor yang dievaluasi oleh dokter mata untuk memastikan bahwa pasien adalah kandidat yang tepat untuk operasi ini. Mata seseorang harus sudah selesai berkembang sepenuhnya dan biasanya hal ini terjadi sekitar usia 18 tahun atau lebih tua. Sesungguhnya tidak ada batas usia maksimal, tetapi evaluasi kesehatan mata yang lebih ketat mungkin diperlukan untuk pasien yang lebih tua.
2. Evaluasi kesehatan mata
Anda akan menjalani konsultasi awal dan serangkaian tes untuk mengevaluasi kesehatan mata secara keseluruhan. LASIK melibatkan pembentukan kembali kornea, sehingga ketebalan dan kesehatan kornea harus cukup baik untuk prosedur ini.
3. Riwayat keluarga
Jika ada riwayat keluarga dengan penyakit mata tertentu seperti keratoconus, dokter mata akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan Anda bukan kandidat yang berisiko tinggi. Karena itu, pastikan untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter sebelum membuat keputusan akhir tentang apakah LASIK adalah pilihan yang paling aman untuk Anda.
Alternatif LASIK untuk Penderita Silinder
Setelah operasi LASIK untuk mengoreksi mata silinder, ada beberapa risiko yang mungkin terjadi. Meskipun sebagian besar pasien mengalami hasil yang memuaskan, penting untuk menyadari potensi risiko ini. Operasi LASIK dapat memengaruhi saraf di kornea yang merangsang produksi air mata, sehingga menyebabkan mata kering. Namun, penggunaan tetes mata atau obat resep dapat membantu mengatasi kondisi ini dan gejalanya akan berkurang seiring waktu.
Setiap metode untuk mengoreksi berbagai masalah refraksi memang memiliki kelebihan, kekurangan, dan risiko, maka pilihan terbaik tergantung pada kondisi mata dan kebutuhan individu. Selain kacamata, lensa kontak, dan prosedur LASIK, ada beberapa alternatif lainnya untuk orang dengan astigmatisme. Salah satunya adalah Orthokeratology atau Ortho-K yang menggunakan lensa kontak khusus untuk dipakai semalaman dengan tujuan membentuk kembali kornea secara sementara dan memperbaiki penglihatan di siang hari tanpa kacamata atau lensa kontak. Untuk anak-anak dan orang dewasa yang ingin memperbaiki penglihatan, metode nonbedah ini dapat dipertimbangkan. Namun, kekurangannya adalah hasilnya sementara dan membutuhkan pemakaian rutin serta pemeliharaan lensa yang tepat untuk menghindari infeksi.
Memilih metode koreksi penglihatan yang tepat adalah keputusan penting yang harus dibuat berdasarkan evaluasi mendetail oleh dokter mata. Untuk itu, Anda perlu melakukan konsultasi menyeluruh yang mencakup pemeriksaan kondisi mata, diskusi mengenai kebutuhan dan gaya hidup, serta penjelasan mendalam mengenai setiap opsi yang tersedia. Dokter mata akan membantu Anda memahami keuntungan dan risiko masing-masing metode, serta membantu menentukan opsi terbaik untuk memastikan Anda mendapatkan hasil yang optimal dan sesuai dengan harapan.
Proses Pemulihan Setelah LASIK
Proses pemulihan setelah operasi LASIK bervariasi untuk setiap individu, tetapi umumnya adalah cepat serta mengikuti pola waktu dan tahapan yang serupa, sehingga sebagian besar pasien mengalami hasil yang baik. Pada hari operasi, tepatnya setelah prosedur LASIK selesai, Anda biasanya diminta untuk beristirahat sebentar di ruang pemulihan. Mata Anda mungkin terasa kering, gatal, atau seperti ada benda asing di dalamnya, tetapi sensasi ini normal. Dokter akan memberikan instruksi lebih lanjut mengenai perawatan dan penggunaan tetes mata.
Pada hari berikutnya, Anda akan menjalani kunjungan pascaoperasi untuk memeriksa kondisi mata dan memastikan semuanya berjalan dengan baik. Untuk membantu proses penyembuhan, ikuti instruksi penggunaan tetes mata dan obat yang diresepkan untuk mencegah infeksi. Tergantung pada instruksi dokter, umumnya pasien disarankan untuk menghindari aktivitas fisik yang berat dan olahraga yang melibatkan kontak fisik selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah operasi. Selama beberapa minggu pertama, hindari juga terpapar sinar matahari langsung dengan cara memakai kacamata hitam untuk melindungi mata.
Setelah LASIK, mempertahankan kesehatan mata dengan menghindari gesekan pada mata, menjaga kelembapan mata, dan mengikuti saran dokter mata adalah kunci untuk memastikan hasil yang optimal dan jangka panjang. Penglihatan optimal mungkin memerlukan beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk mencapai hasil puncaknya. Untuk itu, Anda akan menjalani beberapa kunjungan rutin dengan dokter mata untuk mengecek perkembangan pemulihan dan menilai hasil operasi.
Salah satu hasil utama dari LASIK untuk mengoreksi mata silinder adalah penglihatan yang lebih jelas untuk jarak jauh. Sesudah masa pemulihan yang cukup, sebagian besar pasien dapat kembali ke aktivitas sehari-hari tanpa keterbatasan, bahkan mampu melihat objek jauh tanpa kacamata atau lensa kontak.
Mengapa Memilih Klinik SILC untuk Operasi LASIK?
Untuk memilih klinik LASIK yang bagus, teliti reputasi klinik, termasuk latar belakang dan pengalaman dari dokter bedah refraksi yang akan melakukan operasi. Cari tahu berapa lama tim dokter mata telah melakukan operasi LASIK, jumlah prosedur yang telah dilakukan, dan apakah mereka memiliki spesialisasi dalam mengatasi mata silinder. Di SILC Lasik Center, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mata yang berpengalaman dan ahli dalam menangani gangguan refraksi.
Table of Contents
- Apakah Silinder karena Turunan juga Dapat Diatasi dengan LASIK?
- 5 Alasan Mengapa LASIK Dapat Membantu Kamu Lolos Tes Mata Kedinasan
- Mengenal KLEx: Teknologi Terkini Bedah Refraksi Tanpa Flap
- Membuka Jalan Menuju Langit Biru: Peran Krusial LASIK untuk Calon Penerbang TNI AU
- Tanya Jawab Umum LASIK untuk Orang Tua Calon Peserta Sekolah Kedinasan
- Mengapa SILC LASIK Center Dipercaya oleh Banyak Calon Taruna atau Praja Sekolah Kedinasan?
Teknologi laser terkini untuk prosedur LASIK digunakan di klinik ini karena akan membantu meningkatkan keberhasilan operasi dan mengurangi risiko komplikasi. Salah satu pasien yang merasakan kualitas perawatan dan keberhasilan operasi di klinik LASIK ini adalah Dea Syifa Fauziah yang bekerja sebagai Social Media Officer. Akibat mata minus dan silinder, dulu ia memakai kacamata. Kendala terbesarnya adalah merasa kurang nyaman dan kurang percaya diri karena harus memakai alat yang mempertajam penglihatan setiap hari. Ia juga harus berganti-ganti kacamata akibat resep yang tidak lagi sesuai ataupun disebabkan kacamata patah. Setelah menjalani prosedur SmartSight, ia menunjukkan rasa sakit yang minim dan penglihatan yang tidak lagi buram, mulai dari satu hari sesudah operasi.
Tidak itu saja, klinik ini mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan pasien. Selain dilengkapi dengan peralatan yang mutakhir untuk mengevaluasi kesehatan mata secara menyeluruh sebelum operasi, klinik ini menyediakan perawatan pascaoperasi yang baik, termasuk jadwal kunjungan rutin untuk memantau pemulihan mata.
