Mengenal SmartSight, Teknologi Terbaru dalam Ekstraksi Lenticule
Monday, August 19, 2024 | SILC Lasik Center
Mengenal SmartSight, Teknologi Terbaru dalam Ekstraksi Lenticule
Ketika LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis) lahir lebih dari 20 tahun lalu, tindakan bedah laser tersebut dinilai sebagai sebuah terobosan yang sangat inovatif. Tapi, rupanya teknologi di dunia medis tidak pernah berpuas diri dan tidak pernah berhenti berinovasi. Berbagai jenis bedah laser untuk memperbaiki kelainan refraksi mata semakin mutakhir.
Salah satu prosedur yang dianggap lebih canggih daripada LASIK dan relatif baru adalah SmartSight. Karena mesin yang digunakan begitu canggih, maka SmartSight menawarkan lebih banyak keunggulan dibandingkan LASIK. Yuk, mengenal SmartSight, teknologi terbaru dalam ekstraksi lenticule. Apakah itu?
Berkenalan dengan SmartSight
SmartSight adalah operasi laser dengan teknologi yang lebih cerdas dibandingkan dengan operasi laser sebelumnya, seperti SMILE (Small Incision Lenticule Extraction). Keunggulan utama SmartSight adalah kemampuannya dalam menangani astigmatisma (mata silinder) dengan lebih akurat dan miopia (rabun jauh) dengan derajat yang lebih tinggi dibandingkan SMILE.
Karena SmartSight lebih sedikit memengaruhi saraf kornea dibandingkan dengan LASIK, pasien biasanya mengalami gejala mata kering yang lebih ringan setelah prosedur ini. Selain itu, SmartSight dapat dilakukan pada pasien dengan kondisi mata kering yang sudah ada sebelumnya, yang awalnya tidak mungkin menjalani operasi refraktif laser, terutama LASIK.
Saat ini, SmartSight dapat mengoreksi rabun jauh dan mata silinder, namun belum bisa mengoreksi rabun dekat (hipermetropia) atau presbiopia (kesulitan membaca karena usia). Namun, berkat teknologinya yang mutakhir, jangkauan pasien yang mengalami rabun jauh dan mata silinder yang dapat memilih opsi SmartSight menjadi lebih luas dibandingkan LASIK. Pasien dengan mata kering atau kornea yang lebih tipis pun memiliki peluang untuk menjalani prosedur SmartSight.
Lebih canggih daripada LASIK
SmartSight dikenal dengan istilah Minimally Invasive Lenticule Extraction. Sebelumnya, jenis prosedur ini lebih familiar dengan nama SMILE. Hanya saja, tingkat kecanggihan SmartSight berada di atas LASIK. SmartSight dianggap sebagai prosedur bedah yang lebih maju dibandingkan SMILE dan LASIK.
SMILE adalah prosedur bedah yang pertama kali dipraktikkan pada tahun 2007, dan sejauh ini lebih dari 4 juta orang di dunia telah menjalani SMILE. Namun, kecanggihan prosedur SMILE kini telah dilampaui oleh SmartSight. Kemajuan dalam prosedur ekstraksi lenticule ini ditandai dengan pelacakan mata yang cerdas, deteksi pupil, dan kompensasi siklotorsi.
Ketika melakukan prosedur SmartSight, dokter menggunakan laser untuk membuat lapisan jaringan kornea yang berbentuk lensa tipis yang disebut lenticule. Lenticule tersebut kemudian diangkat melalui sayatan kecil seperti lubang kunci LASIK berukuran 3 mm.
Teknologi laser femtosecond Schwind Atos sangat berperan dalam proses ekstraksi lenticule dengan invasi minimal, dirancang agar fleksibel namun efisien dalam prosedur pembedahan. Mesin ini dilengkapi dengan fitur pengenalan pupil dan kompensasi siklotorsi, memungkinkan pemusatan mata pasien secara tepat di sepanjang sumbu penglihatan. Berkat proses pengujian sistem yang cepat, laser akan siap dipakai dalam waktu singkat.
Selama prosedur SmartSight, laser femtosecond menandai jaringan yang akan diangkat untuk menghasilkan penglihatan yang lebih baik, kemudian membentuk lenticule yang ukurannya telah dihitung sebelumnya di jaringan dalam kornea dan membuat sayatan kecil di lapisan kornea paling atas.
Setelah laser selesai melakukan tugasnya, lenticule diangkat lewat sayatan kecil tersebut. Sayatan ini memungkinkan dokter untuk mengangkat lenticule dengan mudah dan melihatnya melalui mikroskop yang terintegrasi dengan mesin laser.

Table of Contents
- Mengenal SmartSight, Teknologi Terbaru dalam Ekstraksi Lenticule
- 5 Alasan Mengapa LASIK Dapat Membantu Kamu Lolos Tes Mata Kedinasan
- Mengenal KLEx: Teknologi Terkini Bedah Refraksi Tanpa Flap
- Membuka Jalan Menuju Langit Biru: Peran Krusial LASIK untuk Calon Penerbang TNI AU
- Tanya Jawab Umum LASIK untuk Orang Tua Calon Peserta Sekolah Kedinasan
- Mengapa SILC LASIK Center Dipercaya oleh Banyak Calon Taruna atau Praja Sekolah Kedinasan?
Prosedur SmartSight
Prosedur bedah SmartSight berlangsung sekitar 20 menit dengan durasi laser sekitar 30 detik. Namun, Anda akan berada di ruang operasi selama 2 hingga 3 jam. Ruang operasi dijaga tetap sejuk, karena teknologi laser memerlukan suhu ruangan yang stabil dan dingin.
Biasanya, dokter akan menjelaskan prosedur operasi selama sesi edukasi dan informasi. Namun, untuk memastikan Anda mengingatnya, dokter akan menjelaskan kembali setiap langkah prosedur SmartSight sebelum operasi dimulai.
Prosedur ekstraksi lenticule dilakukan dengan menggunakan Schwind Atos. Secara garis besar, prosedurnya dimulai dengan spatula lenticule (bagian pengait) yang memisahkan bagian atas dan bawah lenticule melalui sayatan kecil. Dokter lalu melanjutkan prosedur dengan spatula lenticule (bagian sendok tumpul) untuk memisahkan seluruh sisi atas lenticule. Dokter bedah mengeluarkan lenticule melalui sayatan dengan forsep lenticule dan mengubah kelengkungan kornea untuk mengoreksi kelainan refraksi.
Berikut adalah prosedur SmartSight secara lebih mendetail:
1. Dokter meneteskan obat tetes mata anestesi agar Anda tak merasakan sakit ketika proses bedah. Tetes mata ini juga akan mencegah Anda berkedip. Jika Anda merasa cemas tentang operasi, dokter dapat memberikan obat penenang dosis ringan untuk membantu mengurangi kecemasan.
2. Anda berbaring di tempat tidur, laser ditempatkan sejajar mata.
3. Dokter bedah menempatkan spekulum agar kelopak mata selalu terbuka selama operasi.
4. Tempat tidur ditinggikan, sehingga mata Anda menyentuh bagian mesin yang melengkung dan pas dengan kornea Anda. Anda akan merasakan sedikit tekanan pada kelopak mata dan melihat cahaya terang. Namun, karena mata Anda telah dibius, Anda tidak akan merasakan sakit.
5. Laser akan membuat cakram jaringan berbentuk lensa tipis di dalam kornea dan sayatan kecil berukuran 3 hingga 4 mm. Lensa cakram ini akan memperbaiki kelainan refraksi mata Anda dan kemudian dikeluarkan melalui sayatan kecil. Proses ini akan diulangi pada mata yang lain. Sayatan kecil akan menutup dengan sendirinya dalam waktu singkat.
6. Setelah itu, Anda akan dibawa keluar ruang operasi untuk menunggu mata menyesuaikan diri.
7. Anda harus kembali keesokan harinya untuk konsultasi pasca operasi agar dokter dapat memeriksa mata Anda. Sebagian besar pasien dapat melihat dengan baik keesokan harinya, tetapi perlu beberapa minggu sebelum penglihatan kemudian benar-benar stabil.
Risikonya rendah
Karena SmartSight bersifat minimal invasif, maka tindakan tersebut berisiko rendah dan merupakan salah satu pilihan teraman untuk bedah laser mata. Ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada operasi mata SmartSight, tetapi hal ini tidak umum terjadi.
Faktanya, jumlah pasien yang mengalami mata kering setelah SmartSight lebih sedikit dibandingkan dengan jenis bedah mata laser lain. Tapi, risiko tersebut tetap ada. Pada semua jenis bedah mata, terdapat risiko kecil terjadinya koreksi berlebih dan koreksi kurang, serta kemungkinan hilangnya penglihatan yang telah dikoreksi dengan baik. Selain itu, kemungkinan terjadinya komplikasi dalam pembuatan lenticule juga ada.
Komplikasi lain dari operasi mata dengan risiko yang sangat kecil, antara lain difusi Diffuse Lamellar Keratitis (DLK) dan keratektasia (kornea menonjol ke depan).
Benefit utama SmartSight
Manfaat utama yang ditawarkan oleh SmartSight adalah tidak ada bekas luka dan pemulihan penglihatan yang cepat dengan gejala mata kering yang lebih sedikit. Ini terjadi karena SmartSight membutuhkan sayatan yang kecil dan hemat jaringan kornea dibandingkan teknologi LASIK.
Waktu yang Anda butuhkan untuk cuti kerja hanya sekitar satu hingga dua hari. Karena kedua mata dapat dioperasi secara bersamaan, Anda tidak perlu mengambil cuti tambahan dari jadwal pekerjaan Anda yang padat.
Begini keunggulan yang dimiliki oleh SmartSight:
1. SmartSight memperhatikan kenyamanan dengan serius. Tidak seperti teknik lain, SmartSight menghindari pembuatan flap kornea, sehingga menghasilkan pengalaman yang lebih nyaman selama dan setelah prosedur.
2. Didesain dengan mengutamakan keselamatan pasien, SmartSight menggunakan titik masuk yang kecil dan peralatan mikroskopis, sehingga mengurangi potensi risiko dan memastikan pemulihan yang lebih lancar dan lebih cepat.
3. SmartSight tidak terbatas pada satu kondisi saja. Alat ini mahir dalam menangani astigmatisma dan rabun jauh, sehingga memberikan pilihan yang fleksibel untuk kebutuhan koreksi penglihatan Anda.
4. Pasien akan merasakan kenyamanan yang lebih baik pasca operasi SmartSight, karena berkurangnya risiko mata kering.
5. Bahkan pada kasus astigmatisma yang lebih tinggi, pemusatan yang akurat dari SmartSight memungkinkan perawatan yang tepat, sehingga memberikan hasil yang mengesankan.
6. SmartSight memiliki teknologi pelacakan mata yang cerdas, sehingga laser dapat mengikuti pergerakan mata Anda yang rumit selama operasi.
7. Anda dapat melanjutkan aktivitas, seperti merias mata, berenang, dan berolahraga, lebih cepat dibandingkan dengan prosedur lain. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya waktu penyembuhan, karena SmartSight merupakan prosedur tanpa flap.
8. Proses operasi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien mampu meningkatkan efektivitas prosedur dan memberikan hasil yang lebih baik. Usai menjalani SmartSight, Anda tak lagi memerlukan kacamata atau lensa kontak. Hidup tanpa kacamata dengan penglihatan yang lebih jernih akan sangat menyenangkan.
Ini pasien yang cocok untuk SmartSight
SmartSight memberikan hasil terbaik untuk pasien yang mengalami rabun dekat atau astigmatisma. Dokter bedah Anda akan mendiskusikan resep kacamata Anda pada saat konsultasi, karena ini merupakan salah satu faktor penentu kesesuaian.
Seperti halnya semua bentuk bedah laser mata, Anda juga memerlukan resep yang stabil. Kandidat SmartSight harus berusia di atas 18 tahun agar dokter bisa memastikan bahwa resep kacamatanya stabil. Kesehatan mata dan kesehatan secara umum juga menjadi pertimbangan untuk menentukan kelayakan menjalani SmartSight. Orang-orang dengan artritis reumatoid aktif, keratokonus, dan gangguan jaringan ikat mungkin tidak cocok untuk operasi SmartSight.
Siapa pun yang ingin meminimalkan waktu pemulihan agar dapat kembali bekerja dalam beberapa hari akan menyukai SmartSight. Sementara itu, mereka yang tidak cocok dengan SmartSight mungkin akan direkomendasikan untuk memilih bedah mata laser LASIK atau PRK (Photorefractive Keratectomy).
SILC Lasik Center dikenal sebagai pusat LASIK yang punya reputasi sangat baik. Klinik LASIK ini dilengkapi dengan bermacam mesin laser dengan teknologi terkini, termasuk Schwind Atos untuk mendukung operasi SmartSight. Anda yang merasa bahwa SmartSight lebih tepat bagi Anda, karena sifatnya yang tidak invasif, silakan berkonsultasi dengan dokter di SILC. Mereka akan memberikan edukasi dan informasi yang komprehensif.