ARTIKEL

Kriteria Penglihatan Yang Harus Dipenuhi Saat Tes Mata Polri

Wednesday, August 21, 2024 | SILC Lasik Center
kriteria-penglihatan-yang-harus-dipenuhi-saat-tes-mata-polri

Kriteria Penglihatan Yang Harus Dipenuhi Saat Tes Mata Polri

Meski profesi baru terus saja muncul sebagai akibat dari perkembangan zaman dan teknologi, profesi sebagai petugas kepolisian tidak pernah kehilangan peminat. Ada berbagai alasan kenapa banyak orang muda yang bercita-cita menyandang profesi tersebut. Entah karena pernah mendapatkan pengalaman sebagai korban kriminalitas, entah karena ingin menegakkan hukum dengan tegas, entah karena ingin melindungi masyarakat.

Apa pun alasannya, setiap kandidat yang akan masuk kepolisian harus melewati tes yang sama, termasuk tes mata Polri. Tes ini bisa membuat Anda cemas, karena hasilnya akan sangat menentukan apakah cita-cita Anda sebagai polisi akan tercapai atau tidak.

Beginilah kriteria penglihatan yang harus dipenuhi saat tes mata Polri.

Kriteria penglihatan anggota kepolisian

Untuk menjadi anggota Polri, terdapat beberapa syarat kesehatan mata yang harus dipenuhi. Yang utama adalah ketajaman penglihatan. Mata tidak boleh memiliki kelainan refraksi yang parah. Kelainan refraksi berupa mata minus, mata plus, atau mata silinder (astigmatisma) yang ringan masih dapat diterima. Tetapi, ada batas tertentu yang diperbolehkan, yaitu tidak lebih dari 0.5 dioptri.

Anggota Polri juga tidak boleh memiliki kelainan buta warna, baik parsial maupun total. Karena, kemampuan membedakan warna sangat penting dalam berbagai tugas kepolisian.

Di samping itu, tes mata mensyaratkan tidak adanya penyakit mata, seperti katarak. Katarak yang disebabkan oleh lensa mata yang keruh dapat menghalangi cahaya masuk ke retina. Juga. Anda tidak boleh menderita mata pterygium, yaitu penyakit mata yang disebabkan oleh tumbuhnya selaput jaringan berbentuk segitiga dan berwarna merah. Selaput tersebut akan menutupi lapisan membran tipis bening pada bagian mata berwarna putih.

Untuk menentukan apakah penglihatan Anda memenuhi syarat atau tidak, ada sejumlah tes yang biasanya dilakukan, seperti:

1. Tes ketajaman visual

Tes tersebut akan menentukan sebaik apa Anda dapat melihat di jarak yang berbeda: jarak jauh, menengah, dan dekat. Hal ini sangat penting bagi petugas polisi saat mereka perlu mengidentifikasi plat nomor, membaca rambu-rambu jalan, atau mengenali wajah dari kejauhan. Persepsi kedalaman juga sangat penting karena membantu polisi menilai jarak secara akurat dan membuat keputusan sepersekian detik.

2. Tes penglihatan warna

Petugas kepolisian harus dapat membedakan berbagai warna yang berbeda selama shift patroli untuk melakukan tugas-tugas, seperti mendeskripsikan kendaraan dan mengidentifikasi tersangka berdasarkan deskripsi pakaian mereka. Kekurangan dalam penglihatan warna dapat menyebabkan salah tafsir terhadap informasi penting dan membahayakan keselamatan publik.

3. Tes lapang pandang

Tes ini mengevaluasi seberapa banyak lingkungan yang dapat dilihat oleh petugas sekaligus. Hal ini esensial untuk merespons situasi darurat. Bidang visual yang terbatas dapat mengakibatkan hilangnya detail penting, seperti penyerang yang mendekat dari samping atau belakang.

Selain tes di atas, calon anggota polisi yang pernah menjalani operasi bedah laser seperti LASIK atau PRK mungkin memerlukan tes tambahan untuk mengevaluasi penglihatan malam mereka. Prosedur tersebut dapat memengaruhi seberapa baik petugas polisi dapat melihat dalam situasi cahaya redup, yang sangat penting untuk patroli malam hari.


Persiapan sebelum tes mata

Mempersiapkan diri untuk tes mata Polri membutuhkan perawatan mata yang baik dan persiapan mental agar Anda bisa tampil dengan optimal. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam mempersiapkan diri. Persiapan yang baik akan membuat Anda menjalani tes mata dengan lebih yakin, sehingga peluang untuk lulus seleksi kesehatan Polri akan meningkat.

Persiapan tersebut bisa berupa:

1. Pemeriksaan mata awal

Sebelum mengikuti tes resmi, Anda bisa melakukan pemeriksaan mata di dokter spesialis mata. Ini akan membantu Anda mengetahui kondisi mata Anda secara menyeluruh, termasuk ketajaman penglihatan, kondisi retina, dan potensi masalah seperti buta warna atau astigmatisma.

Meski disebut sebagai pusat LASIK, SILC Lasik Center juga menyediakan layanan pemeriksaan mata yang bersifat umum. Jangan ragu untuk menghubungi SILC.

2. Diskusikan potensi masalah

Jika ditemukan masalah pada mata, diskusikan dengan dokter mengenai tindakan yang dapat diambil, seperti penggunaan kacamata atau lensa kontak, atau bahkan prosedur medis, seperti LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis), jika diperlukan dan kondisinya memungkinkan.

3. Rawatlah mata dengan baik

Untuk menghindari kelelahan mata, kurangi aktivitas yang bisa menyebabkan mata lelah, seperti menatap layar komputer atau gadget dalam waktu yang lama. Jika perlu bekerja di depan layar, pastikan Anda beristirahat setiap 20 menit dengan melihat sesuatu yang jauh selama sekitar 20 detik.

Ketika membaca atau bekerja, carilah ruangan yang mempunyai pencahayaan yang baik. Pencahayaan yang cukup akan mengurangi tekanan pada mata dan menjaga penglihatan tetap optimal. Jangan lupa, gunakan kacamata hitam yang melindungi dari sinar UV, saat berada di luar ruangan untuk menjaga kesehatan mata.

4. Jaga asupan nutrisi untuk kesehatan mata

Nutrisi yang baik penting untuk menjaga kesehatan mata. Konsumsi makanan yang kaya vitamin A, C, dan E, serta omega-3 dan lutein, seperti wortel, sayuran hijau, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Hindari pula merokok. Merokok dapat memperburuk kesehatan mata dan meningkatkan risiko penyakit mata, seperti degenerasi makula. Jika Anda merokok, pertimbangkan untuk berhenti.

5. Lakukan latihan untuk mata

Latihan sederhana, seperti menggerakkan mata secara perlahan ke berbagai arah (atas, bawah, kiri, kanan), dapat membantu menjaga fleksibilitas otot mata dan mencegah ketegangan. Letakkan kedua telapak tangan untuk menutupi mata Anda tanpa menekan selama beberapa menit. Biarkan mata Anda beristirahat dalam kegelapan. Langkah ini akan membantu meredakan ketegangan mata.

6. Istirahat yang cukup

Pastikan Anda mendapatkan cukup tidur setiap malam. Kurang tidur dapat menyebabkan mata menjadi lelah dan merah, yang dapat berpengaruh terhadap performa selama tes mata polri.

7. Pahami prosedur tes

Pelajari beberapa jenis tes mata yang akan Anda hadapi, seperti tes ketajaman penglihatan, tes buta warna, dan tes lapang pandang. Mengetahui apa yang diharapkan akan membantu Anda merasa lebih siap dan mengurangi kecemasan.

Jika memungkinkan, coba lakukan simulasi tes mata yang akan dihadapi. Banyak aplikasi atau alat online yang dapat membantu Anda memeriksa ketajaman penglihatan atau buta warna di rumah.

8. Siapkan mental

Kelola stres dan kecemasan Anda sebelum tes. Jika Anda merasa sangat tenang, performa Anda dalam menjalani tes juga akan semakin baik. Ingatkan diri Anda tentang tujuan besar Anda menjadi anggota Polri. Motivasi ini dapat membantu Anda tetap fokus dan percaya diri selama pemeriksaan.

9. Hindari lensa kontak sebelum tes

Jika Anda menggunakan lensa kontak, beberapa tes mungkin mengharuskan Anda untuk melepasnya beberapa hari sebelum tes. Pastikan untuk mengikuti petunjuk yang diberikan oleh panitia seleksi atau dokter mata.

10. Jaga kondisi kesehatan secara umum

Hindari alkohol dan kafein berlebih. Minuman ini dapat menyebabkan dehidrasi, yang bisa berpengaruh terhadap penglihatan Anda untuk sementara waktu. Minum air putih yang cukup untuk menjaga kondisi fisik dan penglihatan tetap optimal.



Kenapa tes mata Polri penting?

Cek mata merupakan bagian penting dari seleksi Polri karena penglihatan yang baik merupakan aspek krusial dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian. Dengan penglihatan yang baik, anggota kepolisian dapat menjalankan tugasnya dengan lebih aman, efektif, dan profesional. Hal tersebut membantu mereka memenuhi tanggung jawab untuk melindungi masyarakat sekaligus menegakkan hukum.

Inilah kenapa tes mata menjadi bagian penting:

1. Peningkatan keselamatan dan kinerja

Sifat pekerjaan polisi sering kali melibatkan pengambilan keputusan sepersekian detik dan tindakan cepat. Penglihatan yang jernih sangat penting bagi petugas untuk menilai situasi secara akurat, mengidentifikasi potensi ancaman, dan merespons keadaan darurat secara efektif.

Pemeriksaan mata dapat mendeteksi perubahan penglihatan sejak dini, sehingga dapat dilakukan koreksi tepat waktu dan memastikan petugas polisi untuk menjalankan tugasnya dengan aman dan efisien.

2. Mengurangi risiko kecelakaan

Mengemudi adalah bagian integral dari pekerjaan polisi, baik saat berpatroli di jalan atau merespons insiden. Penglihatan yang baik sangat penting untuk mengemudi dengan aman, karena petugas harus menavigasi lalu lintas, mengejar tersangka, dan mengoperasikan kendaraan dalam berbagai kondisi.

3. Peningkatan performa

Penglihatan yang jernih dan tajam memainkan peran besar dalam mencapai kepuasan kerja dan kinerja polisi secara keseluruhan. Petugas polisi yang mengalami ketegangan mata, sakit kepala, atau ketidaknyamanan lain yang berhubungan dengan penglihatan dapat merasakan dampak negatif pada pekerjaan mereka.

Pemeriksaan mata dapat mengidentifikasi masalah, seperti kelainan refraksi, sindrom mata kering, atau sindrom penglihatan komputer, sehingga dapat dilakukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas dalam pekerjaan.

Manfaat penglihatan tajam bagi polisi

Karena berbagai alasan, Polri menetapkan standar ketajaman penglihatan tertentu untuk memastikan bahwa semua anggota kepolisian mampu menjalankan tugas mereka dengan baik dan aman. Beginilah manfaat penglihatan yang baik bagi seorang polisi:

1. Pengamatan dan identifikasi

Anggota Polri harus sering mengamati situasi dari jarak jauh atau dekat, serta mengidentifikasi objek, orang, atau kejadian dengan cepat dan akurat. Ketajaman penglihatan yang baik memungkinkan mereka untuk melihat detail penting yang mungkin terlewatkan, jika penglihatan mereka kurang optimal.

2. Pengambilan keputusan cepat

Dalam situasi darurat, anggota polisi harus membuat keputusan cepat berdasarkan apa yang mereka lihat. Penglihatan yang kurang tajam bisa menghambat kemampuan ini, yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain.

3. Operasi taktis

Dalam operasi taktis, seperti pengejaran terduga pelaku kriminal, pengintaian, atau penanganan kerusuhan, kemampuan melihat dengan jelas sangat penting. Ketajaman penglihatan yang baik diperlukan untuk menilai situasi dengan tepat, menghindari bahaya, dan melaksanakan tugas dengan efektif.

4. Keselamatan pribadi dan warga

Ketajaman penglihatan yang baik membantu polisi menghindari kecelakaan, baik saat mengemudi, menggunakan senjata, atau berinteraksi dengan penduduk sipil. Dengan demikian, petugas polisi juga dapat memastikan bahwa mereka mampu menjaga keselamatan diri sendiri dan melindungi warga sipil dengan baik.

5. Penggunaan peralatan

Banyak peralatan yang digunakan oleh anggota kepolisian, seperti senjata api, alat komunikasi, atau perangkat teknologi lain. Semuanya itu memerlukan penglihatan yang baik untuk dioperasikan dengan benar. Penggunaan peralatan yang tidak tepat akibat gangguan penglihatan dapat berakibat fatal.