ARTIKEL

FAQ tentang Rabun Jauh

Wednesday, July 31, 2024 | SILC Lasik Center
faq-tentang-rabun-jauh

FAQ tentang Rabun Jauh

Banyak orang mungkin lebih mengenal istilah mata minus daripada rabun jauh atau miopia. Kondisi tersebut merupakan gangguan penglihatan yang cukup umum dialami anak dan dewasa. Namun, belum banyak yang mengetahui secara lebih mendalam tentang rabun jauh, termasuk penyebab dan cara penanganannya. Yuk, simak lebih jauh tentang rabun jauh lewat pertanyaan yang paling sering ditanyakan.

Gambaran tentang rabun jauh

Q: Apa yang dimaksud dengan miopia?

A: Miopia sering kali disebut sebagai rabun jauh. Jika Anda menderita miopia, umumnya Anda akan mengalami kesulitan membaca rambu-rambu jalan dan melihat objek yang jauh dengan jelas, tetapi dapat melihat dengan baik untuk tugas-tugas jarak dekat, seperti membaca.

Q: Apa yang dimaksud dengan miopia tinggi?

A: Miopia tinggi juga disebut sebagai miopia patologis, biasanya didefinisikan sebagai miopia sferis yang lebih besar dari 5.00 dioptri. Miopia patologis umumnya bersifat progresif dan muncul sangat dini pada masa kanak-kanak.

Q: Apakah miopia dapat dicegah?

A: Meskipun tidak sepenuhnya dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan terjadinya miopia. Para ilmuwan menyarankan agar Anda beraktivitas di luar ruangan selama minimal 2 jam untuk mencegah terjadinya miopia.

Q: Apa risiko miopia?

A: Miopia dapat dikoreksi dengan mudah menggunakan kacamata atau lensa kontak. Tapi, solusi tersebut juga dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan mata anak Anda. Tingkat miopia yang lebih tinggi berbanding lurus dengan risiko terjadinya kondisi mata yang mengancam penglihatan di kemudian hari, seperti degenerasi makula, glaukoma, katarak, dan ablasio retina.

Q: Apakah miopia berkaitan dengan gangguan autoimun atau alergi?

A: Gangguan autoimun bukan penyebab langsung miopia, meskipun gangguan tersebut terkait dengan kondisi mata tertentu. Alergi, jika parah, dapat menyebabkan perubahan sementara pada penglihatan, tetapi biasanya tidak menyebabkan miopia.

Q: Apakah miopia dapat memengaruhi kelayakan seseorang dalam menjalani profesi atau aktivitas tertentu?

Ya, profesi atau aktivitas tertentu, seperti dinas militer, penerbangan, atau penegakan hukum, memiliki persyaratan penglihatan yang spesifik. Miopia, terutama yang parah, dapat memengaruhi kelayakan. Namun, tindakan korektif seperti kacamata atau lensa kontak sering kali dapat mengatasi masalah ini.

Anak dan rabun jauh

Q: Bagaimana seorang anak dapat mengalami miopia?

A: Miopia terjadi ketika bola mata terlalu panjang, sehingga sinar cahaya yang masuk terfokus pada satu titik di depan retina, bukan langsung pada permukaan retina. Akibatnya, benda-benda di kejauhan terlihat kabur.

Q: Apakah anak saya akan mengalami miopia?

A: Anak-anak yang orang tuanya menderita miopia patologis lebih mungkin mengalami miopia. Miopia sering didiagnosis pada anak-anak berusia antara 5 dan 12 tahun dan dapat terus memburuk selama masa remaja.

Q: Kapan saya harus membawa anak saya ke dokter mata?

A: Ketika menyadari bahwa penglihatan jarak jauh mereka menurun, beberapa anak mungkin akan memberi tahu orang tua mereka. Tapi, banyak juga yang tidak.

Anak Anda mungkin menderita miopia, jika ia menyipitkan mata atau mengerutkan dahi saat menonton TV, sering sakit kepala setelah membaca, atau suka menonton TV pada jarak yang sangat dekat. Anak Anda mungkin tidak tertarik dengan olahraga atau aktivitas lain yang membutuhkan penglihatan jarak jauh yang baik.

Hal-hal tersebut mengindikasikan bahwa sudah waktunya untuk membawa anak Anda ke dokter mata.

Q: Apa yang menyebabkan miopia?

A: Miopia patologis sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik. Anak-anak mewarisi kecenderungan untuk mengembangkan kondisi mata dari orang tua mereka yang rabun jauh. Selain itu, cara anak-anak menggunakan mata mereka, misalnya, terus-menerus melakukan tugas jarak dekat, juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan miopia.

Q: Apakah penglihatan anak rabun akan memburuk dari tahun ke tahun?

A: Umumnya, rabun jauh berkembang dari tahun ke tahun selama masa pertumbuhan remaja. Seiring dengan bertambah parahnya miopia, penglihatan pun akan semakin buruk. Penglihatan mereka biasanya akan stabil saat mereka beranjak dewasa.

Q: Mengapa kontrol miopia adalah langkah penting?

A: Pada penderita miopia, terutama dengan miopia tinggi, bola mata meregang dan menjadi terlalu panjang. Sayangnya, pemanjangan bola mata tidak dapat dikembalikan ke bentuk normal. Hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya sobekan pada retina.

Pembuluh darah abnormal juga dapat tumbuh di bawah retina dan menyebabkan penglihatan memburuk. Miopia tinggi juga meningkatkan risiko terjadinya kondisi patologis yang juga mengancam penglihatan, seperti katarak, glaukoma, dan degenerasi makula.

Q: Bagaimana cara mengontrol perkembangan miopia?

A: Dokter bisa merekomendasikan Orthokeratology, yang juga disebut Ortho-K. Anak dapat memulai Ortho-K sejak usia 7 tahun. Penanganan dini menggunakan Ortho-K terkadang dapat terhambat ketika anak beranjak remaja dan mulai tidak rutin memakai lensa Ortho-K.

Kesiapan anak akan meningkatkan keberhasilan perawatan. Dukungan dan dorongan dari orang tua akan membuat pengalaman memakai Ortho-K bagi seorang anak menjadi pengalaman yang menyenangkan.


Manajemen miopia

Q: Apa itu manajemen miopia?

A: Manajemen miopia merupakan rangkaian strategi dan perawatan yang didesain agar miopia tidak berkembang dengan cepat pada pasien. Metode ini bertujuan untuk mengurangi pemanjangan bola mata dan memburuknya penglihatan. serta mengurangi risiko komplikasi mata yang lebih parah di masa depan.

Q: Apa manfaat manajemen miopia?

A: Manfaat manajemen miopia, antara lain penglihatan dan kualitas hidup yang lebih baik, berkurangnya ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak, biaya resep yang lebih rendah, risiko penyakit mata dan komplikasi yang lebih rendah serta peningkatan rasa percaya diri.

Q: Apakah manajemen miopia efektif?

A: Efektivitas metode manajemen miopia bervariasi berdasarkan sejumlah faktor, misalnya jenis intervensi yang dipilih, derajat miopia, usia, dan juga kepatuhan pasien terhadap rencana perawatan yang ditentukan.

Orthokeratology, lensa kontak multifokal, dan tetes mata atropin adalah beberapa pilihan yang memiliki tingkat keberhasilan yang berbeda-beda. Kunci untuk mengoptimalkan hasil pengobatan terletak pada intervensi dini dan tindak lanjut secara teratur dengan dokter spesialis mata.

Hanya saja, respons pasien terhadap pengobatan dapat berbeda berdasarkan faktor-faktor, seperti tingkat keparahan miopia awal, kesehatan mata secara keseluruhan, dan kecenderungan genetik. Mengenali keunikan situasi setiap anak merupakan langkah penting untuk menangani rabun jauh sesuai dengan kondisi masing-masing anak.

Penanganan rabun jauh

Q: Apakah rabun jauh dapat disembuhkan?

A: Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan miopia. Miopia adalah distorsi pada bentuk mata Anda, dan tidak ada cara untuk memperbaiki bentuk tersebut. Tapi, banyak tindakan korektif, termasuk pembedahan, yang dapat digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan kelainan refraksi yang disebabkan oleh miopia.

Q: Apakah rabun jauh dapat dikoreksi dengan operasi?

A: Ada banyak cara untuk menangani rabun jauh. Penanganan terbaik untuk Anda akan bergantung pada:

1. Kesehatan mata Anda secara keseluruhan, khususnya kesehatan kornea (bagian depan permukaan mata yang jernih)

2. Apakah Anda memiliki astigmatisma

3. Tujuan dan preferensi pribadi Anda

4. Situasi keuangan Anda

5. Tingkat keparahan miopia Anda

Q: Prosedur apa yang dilakukan untuk memperbaiki miopia?

A: Ada banyak perawatan bedah untuk miopia. Beberapa di antaranya juga dapat digunakan untuk mengatasi kelainan refraksi mata lain, seperti astigmatisma.

Salah satu di antaranya adalah LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis). LASIK bisa dibilang merupakan tindakan bedah yang paling terkenal untuk miopia. Dokter bedah akan membuat flap pada kornea Anda, mengangkat flap tersebut, lalu menggunakan laser untuk membentuk kembali lapisan dalam kornea sehingga cahaya yang masuk terfokus pada retina Anda. Flap kemudian diposisikan ulang agar dapat melekat pada kornea di bawahnya.

Ada pula opsi PRK (Photorefractive Keratectomy). Prosedurnya serupa dengan LASIK, tetapi dokter tidak membuat flap pada kornea. Lapisan epitel luar diangkat dan energi laser diaplikasikan langsung pada kornea superfisial.

Q: Siapa yang sebaiknya mempertimbangkan prosedur bedah untuk miopia?

A: Operasi miopia umumnya memberikan hasil terbaik bagi orang yang berusia pertengahan 20-an, yang penglihatannya tidak berubah selama setidaknya satu tahun. Bebas dari kondisi mata lain dan memiliki kesehatan yang baik secara umum juga membuat Anda menjadi kandidat yang baik.

Q: Siapa saja yang berpotensi tidak bisa menjalani operasi laser mata?

A: Operasi laser mata tidak boleh dilakukan pada siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun, karena mata masih dalam tahap pertumbuhan. Orang dengan kondisi kornea yang sudah ada, seperti keratokonus, ektasia kornea, dan trauma kornea sebelumnya, mungkin juga bukan kandidat yang baik.

Penglihatan Anda dapat berfluktuasi selama kehamilan, saat menyusui, dan selama menopause. Penglihatan juga sering berubah setelah usia 45 tahun, karena penuaan alami yang tidak berhubungan dengan miopia.

Kondisi kesehatan tertentu seperti defisiensi imun juga dapat mencegah atau menunda kemampuan Anda untuk menjalani prosedur pembedahan dengan aman.

Q: Prosedur mana yang terbaik untuk saya?

A: Setiap operasi memiliki waktu pemulihan, risiko, dan batasan koreksi penglihatan yang dapat dicapai. Bicarakan dengan dokter spesialis mata tentang tujuan Anda melakukan operasi, sehingga Anda bisa memilih rencana perawatan yang tepat untuk Anda.

Q: Seberapa amankah LASIK?

A: LASIK terbukti sebagai prosedur yang aman dan efektif. Tapi, perlu diingat, LASIK bukanlah pilihan yang cocok untuk semua orang. Beberapa orang bukanlah kandidat yang tepat, dan jika menjalani prosedur tersebut, hasilnya mungkin kurang optimal. Anda harus menjalani pemeriksaan pra-LASIK yang komprehensif untuk menentukan apakah kelayakan LASIK bagi Anda.

Q: Secepat apa saya bisa melihat setelah operasi?

A: Pemulihan penglihatan bisa bervariasi dengan rentang satu hari hingga satu minggu. Sebagian besar pasien dapat beraktivitas normal satu hingga dua hari setelah operasi, tetapi mungkin diperlukan waktu 1 hingga 2 bulan agar penglihatan Anda benar-benar stabil.

Meskipun setiap orang sedikit berbeda, sebagian besar pasien LASIK mencapai penglihatan yang baik untuk bisa mengemudi keesokan harinya. Salah satu keuntungan yang paling menarik dari LASIK adalah penglihatan yang jernih bisa dirasakan dengan cepat.

Pada awalnya, penglihatan Anda mungkin tidak tajam dan sedikit berfluktuasi. Hal ini sangat normal dan akan membaik secara bertahap dari hari ke hari.

SILC Lasik Center merupakan pusat LASIK ternama yang telah memberikan penglihatan jernih kepada ratusan pasien dengan kondisi rabun jauh. Berbekal peralatan canggih dan dokter ahli, Anda tak perlu ragu untuk berkonsultasi dan menjalani bedah laser di klinik yang sangat nyaman ini.