ARTIKEL

Apa Kaitan antara Katarak dan Tekanan Pada Mata?

Friday, March 1, 2024 | SILC Lasik Center
apa-kaitan-antara-katarak-dan-tekanan-pada-mata

Apa Kaitan antara Katarak dan Tekanan Pada Mata?

Katarak merupakan kondisi mata yang umum terjadi pada lansia, yang biasanya disebabkan oleh pertambahan usia atau penuaan. Jika tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda tidak perlu resah. Dokter pun tidak akan menyarankan Anda untuk segera menjalani tindakan bedah. Tapi, ketika katarak sudah mulai menghalangi Anda melakukan rutinitas harian, dokter akan menyarankan operasi katarak.

Operasi katarak merupakan prosedur yang dipraktikkan dengan tujuan utama menghilangkan katarak dengan mengangkat lensa. Tindakan ini dapat mencegah hilangnya penglihatan yang terkait dengan perkembangan katarak. Tapi, Anda mungkin pernah mendengar bahwa operasi katarak juga dapat bermanfaat untuk mengurangi tekanan bola mata, atau yang biasa disebut tekanan intraokular. Apa maksudnya?

Antara katarak dan glaukoma

Peningkatan tekanan mata, yang juga dikenal sebagai hipertensi okular, disebabkan oleh disfungsi pada sistem drainase mata. Dalam keadaan normal, cairan masuk ke dalam mata untuk memberi nutrisi dan mempertahankan bentuk mata. Namun, ketika sistem drainase mata tidak bekerja secara efektif, cairan ini dapat menumpuk, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan intraokular.

Penyumbatan pada saluran drainase mata atau produksi aqueous humor (cairan bening di dalam mata) yang berlebihan merupakan penyebab utama peningkatan tekanan mata. Namun, beberapa kondisi mata, serta cedera pada mata, dan beberapa obat (seperti steroid) juga dapat menyebabkan hipertensi okular.

Peningkatan tekanan bola mata sering kali dapat menyebabkan perkembangan glaukoma. Diperkirakan sekitar 10% penderita hipertensi okular yang tidak ditangani akan mengalami glaukoma sudut terbuka primer dalam waktu lima tahun.

Padahal, glaukoma dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf optik, jika tidak ditangani dengan tepat, sehingga kemudian menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap. Oleh karena itu, pasien hipertensi okular harus melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah perkembangan glaukoma.

Meskipun operasi glaukoma tradisional efektif dalam menurunkan tekanan intraokular, prosedur tersebut memiliki risiko yang signifikan. Selain itu, prosedur penyaringan glaukoma dan beberapa obat glaukoma dapat meningkatkan risiko pembentukan katarak.

Karena glaukoma dan katarak merupakan komorbiditas yang umum terjadi, maka efek operasi katarak terhadap tekanan bola mata menjadi pertimbangan penting. Terdapat sejumlah bukti bahwa operasi katarak dapat mengurangi tekanan intraokular dan bahkan mengurangi perkembangan glaukoma.

Dulu ada pendapat umum yang menyebutkan bahwa operasi katarak hanya sedikit menurunkan tekanan intraokular pada glaukoma sudut terbuka dan hanya bersifat sementara. Namun, bukti terbaru menunjukkan bahwa penurunan ini ternyata lebih besar dan lebih berkelanjutan daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Operasi katarak sendiri adalah prosedur berisiko rendah yang dilakukan sebanyak ratusan ribu kali dalam satu tahun di seluruh dunia. Ini adalah satu-satunya solusi efektif untuk penanganan katarak.

Pada operasi katarak, laser atau pisau digunakan untuk membuat sayatan kecil pada permukaan mata. Melalui sayatan ini, probe ultrasound kecil digunakan untuk memecah katarak dan lensa alami diangkat untuk digantikan dengan lensa intraokular buatan (IOL). Pada beberapa kasus, IOL premium dapat digunakan untuk mengoreksi kelainan refraksi yang juga bisa dialami pasien.

Antara operasi katarak dan tekanan mata

Alasan pasti dari potensi penurunan tekanan intraokular setelah operasi katarak masih belum diketahui secara pasti. Namun, aliran keluarnya cairan diketahui meningkat setelah prosedur.

Metode ekstraksi katarak juga dapat memengaruhi signifikansi penurunan tekanan mata. Sebagai contoh, phacoemulsification tampaknya lebih menurunkan tekanan intraokular dibandingkan ekstraksi katarak ekstra kapsuler secara manual.

Penelitian jangka panjang menunjukkan setelah operasi katarak terjadi penurunan tekanan mata pada pasien glaukoma sudut terbuka dan pasien non-glaukoma. Sekitar 75% - 85% pasien dapat mempertahankan penurunan tekanan mata hingga lima tahun setelahnya.

Secara keseluruhan, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami pentingnya penurunan tekanan intraokular setelah operasi katarak. Meskipun demikian, operasi katarak biasanya merupakan prosedur yang aman dan efektif untuk pasien dengan tekanan mata tinggi.

Glaukoma dan katarak biasanya tidak berkaitan. Tapi, karena kedua kondisi mata tersebut sering kali berkembang atau memburuk seiring bertambahnya usia, ada kemungkinan bahwa seorang pasien glaukoma dapat terpengaruh juga oleh katarak, terutama setelah usia 60 tahun, ketika katarak umumnya terbentuk.

Meskipun penanganan katarak biasanya dianggap sebagai prosedur yang cukup sederhana dengan risiko kecil, pada pasien glaukoma, dokter bedah mata harus mempertimbangkan banyak faktor, saat memutuskan cara dan waktu yang terbaik untuk melakukan operasi katarak. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tekanan mata tidak terpengaruh.

Karena operasi katarak dapat menyebabkan perubahan pada tekanan mata (terkadang bersifat sementara dan terkadang permanen), setiap pasien dengan glaukoma dan katarak harus dievaluasi secara individual untuk menentukan pilihan pengobatan katarak mana yang dinilai paling aman dan efektif.

Ada beberapa pilihan penanganan katarak untuk pasien glaukoma yang bisa direkomendasikan oleh dokter, antara lain:

1. Pemantauan katarak

Jika katarak tidak secara signifikan mengganggu aktivitas sehari-hari pasien, dokter spesialis mata mungkin akan merekomendasikan pasien untuk menunggu, sambil mengobati glaukoma dengan perawatan laser khusus untuk pasien glaukoma atau obat-obatan glaukoma.

2. Operasi katarak

Pada kasus glaukoma yang lebih ringan dan dianggap stabil, pengangkatan katarak dapat dilakukan, sambil melanjutkan pengobatan glaukoma.

3. Operasi glaukoma dan pengangkatan katarak

Untuk pasien dengan kasus glaukoma yang lebih serius, katarak dapat diangkat bersamaan dengan operasi glaukoma. Kemajuan terbaru dalam operasi glaukoma telah meningkatkan jumlah pilihan yang dimiliki ahli bedah untuk mengatasi tekanan bola mata intraokular yang tinggi secara bersamaan dengan operasi katarak.

Teknik-teknik baru ini sering kali lebih aman dan dapat digunakan dalam kasus glaukoma ringan, sedang, atau berat untuk mencapai berbagai tujuan, misalnya menurunkan tekanan atau mengurangi penggunaan obat.

Ketika pasien memerlukan operasi katarak dan operasi glaukoma sekaligus, yang menjadi prioritas dokter adalah mengendalikan glaukoma pasien.

Jika katarak menjadi cukup padat, kondisi tersebut dapat mendorong iris ke depan dan menutup sudut mata, menciptakan bentuk glaukoma sudut tertutup. Sudut mata mengandung beberapa saluran, yang memungkinkan sirkulasi konstan aqueous humor dalam mata. Jika saluran-saluran ini tertutup karena alasan apa pun, glaukoma akan berkembang.

Perawatan yang direkomendasikan untuk menangani glaukoma semacam ini adalah mengangkat lensa katarak. Pasien dengan glaukoma sudut sempit dan katarak juga mungkin disarankan untuk mengangkat katarak untuk mengobati glaukoma sudut sempit. Studi menunjukkan bahwa pengangkatan katarak pada pasien glaukoma sudut terbuka dapat menurunkan tekanan bola mata dari waktu ke waktu.

Kombinasi glaukoma dan katarak

Glaukoma dan katarak merupakan kondisi medis yang menyebabkan kehilangan penglihatan. Ketika glaukoma dan katarak terjadi secara bersamaan, keduanya dapat menimbulkan masalah yang cukup rumit bagi pasien, sehingga memerlukan dokter berpengalaman dalam menangani kedua gangguan tersebut.

Beberapa pasien glaukoma memiliki pupil yang lebih kecil (yang lebih sulit untuk melebar), akibat dari beberapa perawatan glaukoma tertentu. Hal ini dapat menyebabkan operasi katarak menjadi lebih kompleks. Pada kasus ketika glaukoma disebabkan oleh endapan yang menghambat mata dan merusak saraf optik, lensa dapat menjadi tidak stabil, membuat operasi katarak jadi lebih sulit.

Katarak biasanya muncul secara bertahap, menyebabkan perubahan pada lensa mata seiring berjalannya waktu, sehingga menyebabkan kekeruhan yang menurunkan daya penglihatan. Sementara itu, glaukoma adalah sekelompok penyakit mata yang ditandai dengan penumpukan tekanan intraokular, yang menyebabkan kerusakan pada saraf optik dan hilangnya penglihatan. Meskipun kehilangan penglihatan akibat katarak dapat dipulihkan dengan tindakan bedah, penglihatan yang hilang akibat glaukoma tidak dapat diperoleh kembali.

Obat tetes mata glaukoma tertentu dapat melebarkan pupil, sehingga memungkinkan lebih banyak paparan cahaya pada katarak. Ketika pupil membesar, pasien glaukoma dengan katarak mungkin mulai mengalami peningkatan silau.

Penglihatan juga dapat dipengaruhi oleh obat tetes mata miotik (digunakan untuk mengontrol tekanan intraokular), ketika terdapat katarak. Obat-obatan ini sering kali mengecilkan pupil, sehingga cahaya yang masuk ke dalam mata menjadi lebih sedikit, sehingga kemudian memperburuk penglihatan yang sudah dikaburkan oleh katarak.

Kepatuhan pasien terhadap pengobatan glaukoma dan jadwal minum obat sangat penting bagi pasien glaukoma sebelum dan sesudah operasi katarak untuk mengontrol tekanan bola mata. Dokter mata akan memonitor tekanan bola mata Anda secara ketat selama masa ini untuk memastikan keberhasilan pengobatan katarak dan penanganan glaukoma.

Di sisi lain, glaukoma tidak menyebabkan katarak. Tapi, beberapa jenis operasi atau perawatan glaukoma dapat mempercepat pembentukan katarak. Penelitian menunjukkan bahwa operasi saluran tabung atau trabekulektomi, serta beberapa obat glaukoma, dapat memperburuk perkembangan katarak. Namun, dokter menilai, pentingnya pengobatan glaukoma menjadi prioritas utama dibandingkan risiko perkembangan katarak.

Meski jarang terjadi, katarak dapat menjadi salah satu faktor terhadap kerusakan saraf optik atau tekanan mata yang meningkat. Katarak juga dapat memainkan peran dalam glaukoma sudut tertutup primer karena penyempitan tambahan sudut drainase, ketika lensa menjadi lebih tebal akibat katarak.

Meskipun pasien glaukoma memerlukan perawatan ekstra sebelum, selama, dan setelah operasi katarak, hasilnya dapat sangat positif, ketika operasi tersebut dilakukan oleh seorang bedah mata berpengalaman. Selain memperbaiki penglihatan, pengangkatan katarak juga dapat menurunkan tekanan mata. Riset mengungkap, pasien dengan tekanan bola mata yang tinggi sebelum operasi katarak mengalami penurunan tekanan yang paling signifikan setelahnya.

Beberapa pasien glaukoma juga dapat mengurangi jumlah obat glaukoma yang dikonsumsi setelah menjalani operasi katarak, terutama ketika dikombinasikan dengan operasi glaukoma.

Para dokter berpengalaman di SILC Lasik Center akan mengevaluasi kesesuaian setiap pasien berdasarkan kasus mereka yang unik. Dengan begitu, dokter dapat merekomendasikan perawatan yang paling tepat dan memastikan hasil terbaik untuk Anda. SILC menyediakan perawatan komprehensif dengan teknologi diagnosis yang canggih demi memastikan akurasi hasil.