ARTIKEL

FAQ Soal Ulkus Kornea

Sunday, July 28, 2024 | SILC Lasik Center
faq-soal-ulkus-kornea

FAQ Soal Ulkus Kornea

Q: Apa perbedaan antara abrasi kornea dan ulkus kornea?

Q: Apakah ulkus kornea berbahaya?

Q: Kenapa penggunaan lensa kontak dapat meningkatkan risiko ulkus kornea?

Q: Secepat apa saya dapat melanjutkan pemakaian lensa kontak?

Q: Apakah ulkus kornea menular?

Q: Dapatkah kita mencegah ulkus kornea?

Q: Bagaimana ulkus kornea memengaruhi penglihatan?

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan ulkus kornea?

Q: Bagaimana cara meringankan gejala ulkus kornea?

Q: Bagaimana cara mengobati ulkus kornea?

Q: Apa yang harus dilakukan dalam proses perawatan ulkus kornea?

Q: Kapan saya harus menghubungi dokter di masa pemulihan?

Q: Apakah bisa LASIK, jika mengalami ulkus kornea?

Pada bagian depan mata terdapat lapisan jaringan bening bernama kornea. Bisa dibilang, kornea serupa dengan jendela kaca, yang memungkinkan cahaya masuk ke dalam mata. Jika kornea terluka, Anda berpotensi mengalami sejumlah gejala, yang bisa mengarah pada kondisi hilangnya penglihatan.

Luka terbuka yang terbentuk pada kornea disebut ulkus kornea, yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Bahkan, luka kecil pada mata yang disebabkan oleh pemakaian lensa kontak terlalu lama, juga dapat menyebabkan infeksi.

Tapi, apa sebenarnya ulkus kornea itu? Apakah bisa dicegah dan diobati hingga sembuh? Temukan jawabannya di sini.

Q: Apa perbedaan antara abrasi kornea dan ulkus kornea?

A: Abrasi kornea adalah goresan pada kornea Anda. Luka pada kornea ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Ulkus kornea merupakan luka terbuka pada kornea. Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya ulkus kornea, antara lain infeksi dan mata kering.

Q: Apakah ulkus kornea berbahaya?

A: Ulkus kornea adalah keadaan darurat mata yang mengancam penglihatan. Bahkan, cedera mata ringan pun dapat menyebabkan ulkus kornea. Pada dasarnya, ulkus kornea merupakan kondisi yang serius, tetapi biasanya dapat diobati. Sebagian besar pasien dapat pulih dengan baik setelah pengobatan, tapi mungkin mengalami penurunan penglihatan.

Jika Anda merasa memiliki gejala ulkus kornea, segera hubungi dokter mata Anda. Mereka akan memeriksa mata Anda, membuat diagnosis, dan memulai pengobatan. Kalau Anda memakai lensa kontak, pastikan Anda mengetahui cara memasang, membersihkan, dan menyimpannya dengan benar.

Beberapa pasien dapat mengalami kehilangan penglihatan yang parah, disertai dengan gangguan penglihatan akibat jaringan parut pada retina. Jaringan parut permanen pada mata juga bisa disebabkan oleh ulkus kornea. Seluruh mata dapat mengalami kerusakan, meskipun kasus ini jarang terjadi,

Q: Kenapa penggunaan lensa kontak dapat meningkatkan risiko ulkus kornea?

A: Pengguna lensa kontak mempunyai risiko cedera kornea lebih tinggi, karena sejumlah alasan. Antara lain, lensa kontak menghalangi jumlah oksigen untuk mencapai kornea, apalagi saat digunakan dalam durasi waktu yang panjang.

Selain itu, lensa kontak yang penggunaannya tidak pas bisa menyebabkan ulkus kornea. Sebab, proses pemasangan dan pelepasan lensa kontak yang tidak tepat dapat menyebabkan trauma mata lokal.

Lensa kontak yang tidak dibersihkan atau disimpan dengan benar dapat menyebabkan infeksi kornea. Bakteri pada lensa, yang berpindah dari jari Anda saat memasang lensa, atau dari larutan pembersih yang tidak steril, dapat terperangkap di bawah lensa.

Pemakai lensa kontak memiliki kemungkinan 10 kali lebih besar terkena ulkus kornea dibandingkan orang yang tidak memakai lensa kontak. Orang yang memakai lensa kontak saat istirahat malam memiliki kemungkinan 100 kali lebih besar terkena ulkus dibandingkan orang yang tidak memakai lensa kontak.

Q: Secepat apa saya dapat melanjutkan pemakaian lensa kontak?

A: Setelah ulkus sembuh, dan permukaan kornea normal, Anda dapat melanjutkan pemakaian lensa kontak secara bertahap. Mungkin Anda perlu menjalani pemeriksaan ulang kecocokan lensa kontak, sebelum melanjutkan pemakaian.

Q: Apakah ulkus kornea menular?

A: Ulkus kornea dapat ditularkan melalui infeksi. Hal ini dapat terjadi, jika Anda bersentuhan dengan zat yang menular dan Anda kemudian menyentuh mata. Penularan ini juga dapat terjadi, jika Anda sakit dan kemudian infeksi menyebar ke mata Anda.

Dalam beberapa kasus, Anda bahkan dapat menularkan ulkus kornea kepada diri Anda sendiri. Contohnya, Anda mempunyai luka terbuka akibat herpes. Anda menyentuh luka tersebut dan kemudian menyentuh area mata. Hal ini dapat menyebabkan ulkus kornea.

Q: Dapatkah kita mencegah ulkus kornea?

A: Ulkus kornea tidak 100% dapat dicegah. Tapi, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena ulkus kornea, antara lain:

1. Jangan tidur dengan lensa kontak. Tidur dengan lensa kontak adalah penyebab paling umum dari ulkus kornea yang serius.

2. Jangan memakai lensa kontak melebihi masa pakainya. Semakin lama Anda menggunakan lensa kontak lunak, semakin besar kemungkinan tumbuhnya bakteri. Lensa kontak harian adalah yang paling aman.

3. Sering-seringlah mencuci atau membersihkan tangan Anda. Gunakan sabun dan air, jika tangan Anda terlihat atau terasa kotor. Jika tidak terlihat atau terasa kotor, Anda dapat menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol, setidaknya 60% alkohol.

4. Gunakan pelindung mata. Melindungi mata Anda dari cedera adalah cara utama untuk menghindari ulkus terkait cedera. Pastikan Anda menggunakan pelindung yang tepat untuk mata Anda.

5. Jangan pernah berbagi benda yang menyentuh mata Anda. Hal ini berlaku untuk semua benda yang menyentuh area wajah di sekitar mata. Contohnya, alat kosmetik dan riasannya, serta barang kebersihan, seperti waslap atau handuk. Larangan ini juga berlaku untuk barang yang digunakan untuk menyimpan benda-benda yang menyentuh mata Anda, seperti kotak lensa kontak.

6. Jika mata Anda kering atau kelopak mata Anda tidak dapat menutup sepenuhnya, gunakan air mata buatan untuk menjaga kelembapan mata Anda.

7. Lepaskan lensa kontak Anda setiap kali mata mengalami iritasi. Jangan memasangnya kembali sampai mata Anda merasa lebih baik.

8. Ikuti petunjuk dokter Anda tentang kapan harus membuang dan mengganti lensa kontak Anda.

Q: Bagaimana ulkus kornea memengaruhi penglihatan?

A: Kondisi ulkus kornea bisa beragam. Hal tersebut tergantung pada penyebab ulkus itu sendiri. Penyebab ulkus kornea juga menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh atau seberapa baik proses penyembuhannya. Dokter mata dapat memberi tahu Anda lebih lanjut tentang apa yang dapat Anda harapkan dari kasus spesifik Anda.


Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi penglihatan Anda, antara lain:

1. Ukuran. Ulkus yang lebih besar biasanya memiliki dampak yang kurang baik.

2. Penyebab. Beberapa penyebab sangat sulit diobati atau dipulihkan.

3. Lokasi. Lokasi terjadinya ulkus kornea akan berpengaruh pada penglihatan.

4. Respons terhadap pengobatan. Harapan untuk sembuh biasanya lebih baik, jika ulkus merespons pengobatan dengan baik.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan ulkus kornea?

A: Waktu penyembuhan ulkus kornea dapat sangat bervariasi, karena ada banyak faktor yang berperan. Dokter mata adalah orang yang paling tepat untuk memberi tahu Anda tentang kemungkinan jangka waktu penyembuhan untuk kasus Anda, karena mereka dapat menyesuaikan perkiraan dengan detail situasi Anda.

Q: Bagaimana cara meringankan gejala ulkus kornea?

A: Dokter Anda akan merekomendasikan beberapa langkah yang dapat Anda lakukan di rumah untuk meringankan gejala, misalnya:

1. Letakkan kompres dingin pada mata Anda. Tapi, pastikan Anda menjauhkan air dari mata Anda.

2. Jangan menyentuh atau menggosok mata Anda dengan jari.

3. Batasi penyebaran infeksi dengan sering mencuci tangan dan mengeringkannya dengan handuk bersih.

4. Minum obat penghilang rasa sakit di apotek.

Q: Bagaimana cara mengobati ulkus kornea?

A: Tergantung pada penyebab ulkus Anda, Anda mungkin akan mendapatkan obat tetes mata antibiotik, anti virus, atau anti jamur. Anda perlu menggunakannya satu jam sekali selama beberapa hari. Untuk mengatasi rasa sakit, dokter bisa memberikan obat pereda nyeri oral atau obat tetes untuk melebarkan pupil mata.

Jika obat tidak membantu, dokter bisa merekomendasikan transplantasi kornea. Saat melakukan prosedur tersebut, dokter akan mengangkat kornea dan memberi Anda kornea yang sehat.

Q: Apa yang harus dilakukan dalam proses perawatan ulkus kornea?

A: Ada sejumlah langkah yang penting dilakukan, yaitu:

1. Patuhi instruksi dokter tentang perawatan ulkus kornea, termasuk cara penggunaan obat-obatan, dan cara melindungi mata Anda.

2. Temui dokter Anda sesuai anjuran. Konsultasi tindak lanjut memungkinkan dokter Anda memantau penyembuhan ulkus dan menyesuaikan pengobatan, jika diperlukan.

3. Hubungi dokter, jika Anda memiliki pertanyaan. Misalnya, Anda memiliki gejala baru, pertanyaan tentang cara minum obat, atau jika Anda merasa pengobatan yang dilakukan tidak efektif. Anda juga harus berbicara dengan dokter, jika ada efek samping dari pengobatan yang menyebabkan masalah. Mereka mungkin memiliki cara untuk mengurangi dampak gejala atau menyesuaikan perawatan Anda untuk menghentikan efek samping yang terjadi.

Q: Kapan saya harus menghubungi dokter di masa pemulihan?

A: Dokter mata dapat memberi tahu Anda gejala-gejala yang menandakan bahwa Anda perlu menghubungi mereka atau mencari perawatan medis, misalnya:

1. Gejala ulkus kornea terus memburuk, meskipun Anda telah menjalani pengobatan.

2. Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, terutama jika kondisinya cukup parah, sehingga Anda harus menghindari aktivitas tertentu atau rutinitas harian Anda.

3. Penglihatan kabur atau penurunan penglihatan.

4. Nyeri mata yang parah.

5. Keluarnya cairan dalam jumlah besar dari mata Anda.

Q: Apakah bisa LASIK, jika mengalami ulkus kornea?

A: Ulkus dan trauma pada kornea terkadang dapat membentuk bekas luka, jika sampai menembus lapisan epitel. Bekas luka ini kemungkinan besar akan bersifat permanen, karena lapisan dalam kornea tidak memperbaiki diri, seperti lapisan epitel luar. Bekas luka ini umumnya tidak menjadi masalah bagi kandidat LASIK, kecuali jika bekas luka tersebut sangat tebal dan dalam, sehingga dapat berpengaruh terhadap pembuatan flap.

Sebagai alternatif, PRK (Photorefractive Keratectomy) menangani lapisan luar stroma/ PRK dapat menghilangkan bekas luka ini, meski memiliki waktu penyembuhan yang lebih lama daripada LASIK. Jika bekas luka tidak memengaruhi penglihatan, sebagian besar dokter bedah tidak akan mengubah perawatan untuk menghilangkan bekas luka yang tidak berpengaruh pada performa penglihatan.

Jika ada pasien yang memiliki beberapa bekas luka kornea, sejumlah dokter menilai bahwa LASIK merupakan alternatif yang jauh lebih aman daripada penggunaan lensa kontak untuk pasien tersebut. Pasien ini mungkin akan lebih aman dengan prosedur operasi satu kali dibandingkan dengan penggunaan lensa kontak yang terus-menerus selama 20 tahun ke depan.

Punya banyak pertanyaan seputar kesehatan mata dan bedah laser mata? Hubungi para dokter spesialis di SILC Lasik Center. Anda akan mendapatkan jawaban yang Anda cari dari berbagai pertanyaan yang selama ini berputar di kepala Anda. Lakukan juga pemeriksaan mata di sini, jika Anda mengalami berbagai gejala terkait penglihatan.