ARTIKEL

Masalah Penglihatan Yang Bisa Bikin Gagal Masuk Sekolah Kedinasan

Monday, October 7, 2024 | SILC Lasik Center
masalah-penglihatan-yang-bisa-bikin-gagal-masuk-sekolah-kedinasan

Masalah Penglihatan Yang Bisa Bikin Gagal Masuk Sekolah Kedinasan

Banyak sekolah kedinasan memberlakukan standar penglihatan yang sangat ketat karena tuntutan profesinya. Penglihatan yang buruk atau tidak optimal dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, terutama dalam situasi berisiko tinggi.

Setiap sekolah kedinasan memiliki standar kesehatan mata yang spesifik, dan aturan tersebut bisa berbeda-beda antar institusi. Karena itu, Anda perlu mencari tahu persyaratan kesehatan mata di sekolah kedinasan yang dituju. Dengan begitu, Anda bisa mengantisipasi kondisi penglihatan seperti apa yang bisa ditingkatkan, sehingga Anda bisa lolos seleksi tes kesehatan sekolah kedinasan.

Waspada gangguan penglihatan ini

Ada sejumlah gangguan penglihatan yang dapat menyebabkan Anda gagal dalam seleksi masuk sekolah kedinasan, terutama yang memerlukan standar kesehatan dan fisik yang ketat. Di antaranya adalah:

1. Kelainan refraksi

Kelainan refraksi merupakan gangguan penglihatan yang umum terjadi. Tapi, berpotensi membuat Anda tidak lolos dari tes mata sekolah kedinasan. Jika Anda memiliki miopia atau rabun jauh yang terlalu tinggi, misalnya lebih dari -6.00 dioptri, kondisi tersebut bisa menyebabkan kegagalan dalam tes kesehatan mata. Setiap sekolah kedinasan menetapkan standar batas maksimal minus yang diizinkan, dikoreksi atau tidak dikoreksi.

Hipermetropia atau rabun dekat yang parah, yang lebih dari +6.00 dioptri, juga bisa menjadi penyebab kegagalan dalam seleksi kesehatan. Tapi, ini tergantung pada standar sekolahnya. Sementara itu, astigmatisma atau mata silinder yang berat atau tidak terkontrol juga dapat membuat Anda tidak lolos. Biasanya ada batas tertentu untuk tingkat silinder, seperti tidak lebih dari 2 dioptri.

2. Buta warna

Buta warna adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan atau ketidakmampuan dalam membedakan warna tertentu. Hal ini disebabkan oleh kelainan atau kerusakan pada sel reseptor warna di mata, yaitu sel kerucut (cones) yang terdapat di retina. Buta warna dapat berupa parsial, yang memengaruhi kemampuan untuk melihat beberapa warna saja, atau total, ketika seseorang hanya dapat melihat dalam skala hitam putih tanpa warna sama sekali.

Dalam konteks sekolah kedinasan, buta warna sering menjadi alasan penolakan, terutama di bidang yang sangat bergantung pada kemampuan membedakan warna dengan akurat, seperti militer, kepolisian, penerbangan, dan teknik. Hal ini karena kemampuan membedakan warna memainkan peran penting dalam berbagai tugas dan operasi, mulai dari membaca peta, mengenali sinyal dan kode, hingga mengidentifikasi benda-benda berwarna.

3. Kelainan mata struktural

Kelainan mata struktural merupakan kondisi yang memengaruhi bentuk, fungsi, dan struktur fisik mata, yang secara langsung dapat berpengaruh terhadap penglihatan. Banyak sekolah kedinasan, terutama di bidang militer, kepolisian, penerbangan, dan teknik, memiliki standar ketat terkait kesehatan mata. Karena, profesi-profesi yang terkait dengan bidang tersebut memerlukan penglihatan yang optimal untuk mendukung keselamatan, efisiensi, dan kemampuan fisik.

Kelainan mata struktural, seperti katarak, glaukoma, keratokonus, dan masalah struktural lain, bisa menjadi alasan Anda gagal. Karena, kondisi tersebut dapat mengganggu penglihatan baik dalam jangka pendek maupun panjang.


4. Gangguan penglihatan binokular

Gangguan pada penglihatan binokular adalah masalah yang terjadi, ketika kedua mata tidak bekerja sama dengan baik untuk menghasilkan penglihatan yang jelas dan terkoordinasi. Penglihatan binokular sangat penting, karena memungkinkan Anda untuk melihat dunia dengan tiga dimensi (persepsi kedalaman) dan melihat secara lebih luas. Gangguan pada sistem ini dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti penglihatan ganda, penglihatan kabur, atau kesulitan mengukur jarak.

Dalam konteks masuk sekolah kedinasan, terutama pada profesi yang membutuhkan ketelitian tinggi dan koordinasi visual yang baik, seperti pilot, polisi, militer, atau petugas pemadam kebakaran, gangguan penglihatan binokular bisa menjadi hambatan besar.

5. Gangguan lapang pandang

Gangguan ini merujuk pada masalah yang terjadi pada area keseluruhan penglihatan Anda. Lapang pandang adalah ruang yang dapat dilihat mata tanpa menggerakkan kepala atau mata, dan mencakup penglihatan sentral (di depan) serta penglihatan periferal (di samping).

Kehilangan penglihatan periferal berarti Anda tidak dapat melihat dengan baik pada sisi samping lapang pandangnya. Ini bisa disebabkan oleh berbagai kondisi seperti glaukoma atau cedera saraf optik.

Banyak profesi di sekolah kedinasan, terutama yang memerlukan kewaspadaan tinggi, seperti militer atau petugas penerbangan, memerlukan penglihatan periferal yang baik untuk mendeteksi ancaman atau bahaya dari berbagai arah. Kehilangan penglihatan periferal bisa berarti hilangnya kemampuan untuk merespons dengan cepat terhadap situasi tak terduga.

Gangguan pada lapang pandang dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk mendeteksi objek atau gerakan di area yang lebih luas, yang bisa menjadi masalah serius dalam beberapa profesi, terutama di sekolah kedinasan yang memerlukan penglihatan yang tajam dan responsif.

Glaukoma bisa bikin gagal

Glaukoma berpotensi membuat seseorang gagal dalam tes mata di sekolah kedinasan karena dampak signifikan yang ditimbulkannya. Glaukoma akan merusak saraf optik akibat peningkatan tekanan intraokuler. Kerusakan pada saraf optik dapat menyebabkan hilangnya penglihatan, mulai dari penglihatan periferal hingga akhirnya dapat menyebabkan kebutaan total, jika tidak ditangani. Kondisi ini sering kali terjadi secara perlahan, tanpa gejala awal yang signifikan, dan sifatnya tidak dapat dipulihkan.

Salah satu tanda awal dari glaukoma adalah hilangnya penglihatan periferal, yang sangat penting dalam profesi kedinasan, seperti militer, polisi, penerbangan, dan pemadam kebakaran. Penglihatan periferal yang normal diperlukan untuk kesadaran situasional, mengamati lingkungan sekitar, mendeteksi ancaman, atau mengenali tanda bahaya yang datang dari samping.

Glaukoma merupakan kondisi progresif, yang berarti akan memburuk seiring waktu, jika tidak ditangani dengan baik. Meskipun pengobatan, seperti obat tetes mata atau operasi, dapat membantu mengendalikan tekanan intraokuler, tidak ada cara untuk mengembalikan penglihatan yang hilang.

Sekolah kedinasan mencari individu yang memiliki stabilitas kesehatan mata dalam jangka panjang. Karena glaukoma berpotensi menyebabkan kebutaan seiring waktu, institusi kedinasan biasanya tidak menerima kandidat dengan risiko kehilangan penglihatan yang terus berkembang. Selain itu, orang dengan glaukoma mungkin perlu menjalani perawatan rutin atau operasi, yang bisa mengganggu pelatihan intensif atau tugas operasional di masa depan.

Glaukoma sering kali menyebabkan masalah dalam menyesuaikan diri dengan perubahan cahaya. Seseorang dengan glaukoma mungkin mengalami silau atau kesulitan beradaptasi dalam kondisi pencahayaan rendah atau terang. Dalam tugas-tugas yang membutuhkan penglihatan yang baik dalam berbagai kondisi pencahayaan, seperti mengemudi dalam situasi darurat atau menangani operasi malam hari, gangguan ini bisa sangat menghambat.

Pilot atau petugas darurat yang harus bereaksi cepat terhadap perubahan visual di lingkungan kerja mereka, seperti di landasan pacu yang penuh lampu atau dalam operasi di medan perang, akan sangat terbatas. jika mereka mengalami masalah dalam merespons perubahan cahaya.

Dalam profesi yang sangat menuntut penglihatan, seperti pilot, petugas lapangan, atau teknisi, kemampuan penglihatan yang maksimal dan stabil sangat penting. Glaukoma mengurangi kemampuan ini, dan sekali penglihatan hilang, tidak ada cara untuk mengembalikannya.


Pentingnya ketajaman penglihatan

Penglihatan yang tajam dan fungsional memungkinkan Anda bertugas dengan akurasi, kecepatan, dan keselamatan yang optimal, serta menjaga kepercayaan diri dan kesiapan dalam situasi kritis. Sebaliknya, gangguan penglihatan bisa berdampak signifikan pada keselamatan, efisiensi, dan kinerja keseluruhan, baik untuk diri sendiri maupun untuk tim atau organisasi.

Dalam hal apa saja ketajaman penglihatan dan kesehatan mata yang baik digunakan dalam tugas setelah lulus dari sekolah kedinasan?

1. Penggunaan peralatan teknologi canggih

Polisi di zaman sekarang sering kali harus menggunakan berbagai perangkat teknologi mutakhir, seperti alat pemantauan, komputer, layar digital, radar, atau drone. Penglihatan yang baik memungkinkan mereka mengoperasikan teknologi ini secara efektif, karena kebanyakan alat ini mengandalkan informasi visual yang presisi. Jika ada masalah dengan penglihatan, efektivitas penggunaan alat-alat ini bisa menurun, yang dapat berpengaruh terhadap hasil tugas secara keseluruhan.

2. Keselamatan pribadi dan orang lain

Kemungkinan terjadinya kecelakaan atau kesalahan dalam tugas menjadi lebih besar, jika Anda memiliki penglihatan yang buruk. Akibatnya, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, seorang petugas yang tidak mampu melihat dengan jelas saat mengemudi atau menggunakan senjata bisa berisiko mencederai diri sendiri atau orang lain. Kesehatan mata yang optimal memastikan bahwa tindakan yang diambil dalam kondisi yang cepat berubah tetap akurat dan aman.

3. Kesiapan operasional

Ketika penglihatan Anda baik, Anda akan lebih percaya diri dalam menjalankan tugasnya. Saat seseorang merasa tidak dapat melihat dengan jelas atau menangkap detail penting, mereka mungkin akan merasa kurang yakin dalam mengambil keputusan. Sebaliknya, kesehatan mata yang baik memungkinkan seseorang bekerja dengan lebih percaya diri, mengetahui bahwa mereka dapat menangani situasi visual yang kompleks dengan efektif.

4. Penyesuaian dengan perubahan kondisi visual

Dalam beberapa tugas, petugas sering kali berpindah dari satu lingkungan visual ke lingkungan lain yang berbeda, misalnya dari lingkungan luar yang cerah ke dalam ruangan gelap. Mata yang sehat akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan ini, menghindari kesulitan seperti glare (silau), atau rasa tidak nyaman karena perubahan pencahayaan yang tiba-tiba. Kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat membantu memastikan kinerja tetap maksimal di berbagai kondisi lingkungan.


5. Kesesuaian dengan standar kesehatan

Banyak lembaga kedinasan memiliki standar kesehatan visual yang harus dipenuhi oleh pegawainya. Misalnya, beberapa bidang militer atau penegakan hukum menetapkan standar minimum untuk ketajaman penglihatan atau kemampuan penglihatan malam. Jika seseorang tidak memenuhi standar tersebut, mereka mungkin tidak diizinkan menjalankan tugas tertentu atau bahkan mengalami kesulitan dalam promosi karier. Kesehatan mata yang baik memungkinkan mereka memenuhi dan mempertahankan standar tersebut.

Salah satu solusi yang bisa Anda pertimbangkan untuk memperbesar peluang lolos seleksi tahap tes kesehatan mata adalah LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis). Tindakan bedah laser ini mampu meningkatkan ketajaman penglihatan Anda secara signifikan.

Jika berminat untuk mengenyam pendidikan di sekolah kedinasan tertentu, terlebih dahulu Anda bisa memeriksakan kesehatan mata di SILC Lasik Center. Seandainya ditemukan masalah kelainan refraksi, dokter ahli di SILC bisa merekomendasikan LASIK yang sudah terbukti mampu meningkatkan penglihatan. Demi keamanan dan kenyamanan Anda, SILC menggunakan peralatan dengan teknologi canggih.