ARTIKEL

SmartSight, Operasi Laser Mata Tanpa Flap

Sunday, December 10, 2023 | SILC Lasik Center
smartsight-lepas-kacamata

SmartSight, Operasi Laser Mata Tanpa Flap

Jika sudah benar-benar bosan memakai kacamata, Anda mungkin mulai berpikir untuk menjalani bedah refraktif laser untuk memperbaiki penglihatan akibat kelainan refraksi mata. LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis) bukan satu-satunya operasi laser. Meskipun, LASIK merupakan operasi yang bisa dibilang paling populer, karena menawarkan begitu banyak benefit. Hingga saat ini, LASIK telah menjadi pilihan bedah refraktif laser yang paling favorit untuk pasien berusia di bawah 45 tahun dengan berbagai jenis resep kacamata, termasuk miopia (rabun jauh atau mata minus), hipermetropia (rabun dekat atau mata plus), astigmatisma (mata silinder), dan presbiopia (rabun dekat karena pertambahan usia). Alasan utama LASIK jadi favorit adalah karena tingkat akurasi yang sangat tinggi dan pemulihan yang cukup cepat. Namun, kini telah hadir operasi laser refraktif yang lebih canggih, yaitu SmartSight. Baik SmartSight maupun LASIK memiliki keunggulan tersendiri. Lalu, apa yang membedakan SmartSight dan LASIK?

Pilih LASIK atau SmartSight?

LASIK merupakan tindakan bedah refraktif laser yang digemari karena dua faktor, yaitu tingkat akurasi yang sangat tinggi dan pemulihan yang sangat cepat. Prosedur LASIK ini melibatkan pembuatan flap kornea dan pembentukan kembali kornea untuk memperbaiki penglihatan. Lapisan permukaan flap biasanya sembuh dalam waktu empat jam, sehingga pemulihannya sangat cepat. Pasien yang menjalani SmartSight jarang melaporkan rasa tidak nyaman setelah prosedur. Sementara itu, pasien LASIK mungkin akan merasakan ketidaknyamanan, mata terasa mengganjal, dan berair selama kurang lebih empat jam setelah operasi. Hal ini berlangsung hingga permukaan flap LASIK benar-benar sembuh.. Sebagian besar penglihatan pasien LASIK mengalami peningkatan yang signifikan pada satu hari setelah operasi dan dapat segera melanjutkan aktivitas rutin, seperti membaca dan menggunakan gadget. Hanya saja, karena mata masih dalam proses penyembuhan, aktivitas tersebut perlu dibatasi. Anda sebaiknya tidak berenang selama dua minggu dan menjauhi olahraga yang bersifat kontak selama satu hingga tiga bulan, tergantung jenis olahraganya. LASIK adalah prosedur yang sangat bagus. Pertanyaannya, apakah ada bedah laser yang lebih bagus daripada LASIK? Jawabannya, ada. Salah satunya bernama SmartSight. SmartSight dikenal juga sebagai ekstraksi lenticule femtosecond atau yang sebelumnya dikenal sebagai SMILE (Small Incision Lenticule Extraction). SmartSight merupakan bentuk lanjutan dari bedah refraktif laser, yang teknologinya sudah melampaui LASIK. Prosedur ini melibatkan penggunaan laser untuk membuat lapisan jaringan kornea berbentuk lensa tipis yang disebut lenticule, yang diangkat melalui sayatan kecil seperti lubang kunci berukuran 3 mm. Dibandingkan dengan LASIK yang membutuhkan sayatan lebih besar, pendekatan SmartSight tidak terlalu invasif.  

Baca Juga : Pemeriksaan Mata Ketika Memilih SmartSight

 

Apa saja manfaat SmartSight?

SmartSight memiliki semua keunggulan LASIK, termasuk pemulihan penglihatan yang cepat. Namun, karena tekniknya yang tidak invasif, pasien sering kali mengalami proses pemulihan yang lebih cepat dan hanya mengalami rasa tidak nyaman dalam skala yang lebih kecil. Tidak seperti LASIK, SmartSight tidak memerlukan pembuatan flap kornea, sehingga cocok untuk individu yang terlibat dalam olahraga kontak atau profesi dengan risiko cedera mata yang lebih tinggi. Selain itu, SmartSight memperluas cakupan kandidat yang memenuhi syarat, sehingga dapat mengakomodasi pasien dengan kornea yang lebih tipis atau lebih lemah dan ukuran kelainan refraksi yang lebih tinggi. Smartsight hanya menggunakan satu laser untuk melakukan semua langkah. Laser ini membuat lenticule tipis (berbentuk cakram) yang mengoreksi resep kacamata, dan lenticule tersebut dikeluarkan melalui sayatan kecil di kornea. SmartSight tidak membuat mata menjadi sangat kering. Karena SmartSight tidak terlalu memengaruhi saraf kornea dibandingkan LASIK atau TransPRK, pasien umumnya mengalami gejala mata kering yang lebih ringan setelah menjalani prosedur ini. Di samping itu, SmartSight juga cocok untuk beberapa pasien dengan mata kering yang sudah dialami sebelumnya, yang membuat mereka tidak dapat menjalani bedah refraktif laser. SmartSight merupakan teknologi yang lebih maju dibandingkan dengan generasi sebelumnya, yaitu SMILE. Terobosan besarnya adalah SmartSight dapat mengatasi astigmatisma dengan lebih akurat dan mengobati rabun jauh yang ukurannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan LASIK. Dengan sistem pelacakan mata yang cerdas, prosedur ini aman dan dilakukan tepat di area yang direncanakan. Selain itu, SmartSight memastikan ketepatan pengobatan dan hemat jaringan. Sementara itu LASIK mungkin cocok untuk Anda, jika Anda bosan dengan kacamata, lensa kontak, atau keduanya. Rabun jauh, rabun dekat, dan mata silinder merupakan beberapa kondisi yang dapat diatasi dengan prosedur ini. Selama LASIK, dokter akan membuat flap kornea. Lapisan permukaan flap akan sembuh dalam waktu empat jam. Ini berarti bahwa setelah operasi LASIK, pemulihannya sangat cepat dan pasien dapat melanjutkan aktivitas rutin keesokan harinya. Hampir setiap pasien merasa sangat nyaman pada pagi hari setelah operasi, tetapi selama empat jam pertama, mata terasa berpasir, gatal, dan cukup berair karena permukaan flap LASIK sedang dalam proses penyembuhan. Pagi hari setelah LASIK, penglihatan sudah membaik secara dramatis dan kebanyakan orang sudah dapat kembali mengemudi, membaca, dan menggunakan perangkat yang mereka miliki. Mereka dapat kembali berolahraga ringan dalam waktu tiga hari. Namun, sebaiknya hindari berenang selama dua minggu dan menjauhi olahraga yang bersifat kontak selama satu hingga tiga bulan, tergantung jenis olahraganya.  

Cara kerja SmartSight

SmartSight digunakan untuk mengoreksi dua kelainan refraksi mata yang paling umum dialami, yaitu miopia (rabun jauh atau mata minus) dan astigmatisma (mata silinder). Astigmatisma yang dikoreksi bisa mencapai 5 dioptri, sementara miopia hingga -12 dioptri. Smartsight merupakan sebuah prosedur inovatif yang tidak melibatkan ablasi laser, melainkan dilakukan dengan menggunakan sistem laser Schwind Atos yang paling canggih di dunia. Keseluruhan prosedur SmartSight membutuhkan waktu sekitar beberapa menit. Karena itu, Anda tidak perlu dirawat inap, cukup menyediakan waktu satu hari saja untuk operasi. Laser femtosecond digunakan untuk membuat lenticule yang telah ditentukan sebelumnya di jaringan intrastromal kornea. Sayatan perifer kecil dibuat pada lapisan atas kornea untuk membuka akses ke lenticule dan mengeluarkannya. Karena hanya membuat sayatan kecil saja, maka SmartSight menjadi prosedur bedah refraktif laser yang paling tidak invasif. Persyaratan untuk menjalani SmartSight serupa dengan persyaratan umum untuk operasi laser mata. Mereka yang menderita mata kering sering kali tidak memenuhi syarat untuk LASIK. Namun, mereka masih dapat memilih SmartSight karena prosedurnya non-invasif, yang dapat menghindarkan Anda dari risiko mata kering semakin parah setelah pembedahan invasif. Selain itu, SmartSight juga dapat dipilih oleh mereka yang memiliki kornea tipis, yang biasanya tidak dapat menjalani LASIK, karena SmartSight hanya memengaruhi sebagian kecil dari kornea. SmartSight umumnya tidak disarankan untuk orang dengan beberapa kondisi, antara lain:
  1. Kelainan refraksi yang tidak stabil. Perubahan koreksi penglihatan yang diperlukan setidaknya 0,5 dioptri selama 6 hingga 12 bulan terakhir.
  2. Kondisi kesehatan umum yang kurang baik. Penyakit sistemik yang merupakan kontraindikasi terhadap prosedur ini, terutama yang dapat berpengaruh terhadap proses penyembuhan dan kolagen dalam tubuh. Misalnya, penyakit jaringan ikat dan kondisi autoimun, seperti arthritis rheumatoid, lupus eritematosus sistemik, atau psoriasis.
  3. Penyakit mata, termasuk glaukoma (peningkatan tekanan intraokular), katarak (kekeruhan lensa) dan konjungtivitis, keratitis, atau kondisi inflamasi lain pada mata. Begitu juga kondisi mata lain, seperti sindrom mata kering atau keratoconus parah (kornea menonjol).
  4. Kehamilan dan menyusui. Jika sedang hamil, Anda perlu menjadwalkan ulang prosedur hingga setidaknya 4 bulan setelah melahirkan atau di akhir masa menyusui.
  5. Sedang pengobatan tertentu. Anda harus menghindari prosedur ini, saat sedang mengonsumsi steroid oral, karena dapat mengganggu mekanisme penyembuhan dan pertahanan tubuh.
  6. Berusia di bawah 18 tahun.
  Setelah menjalani prosedur SmartSight, Anda harus menjaga mata Anda dengan baik agar tidak terbentur atau terkena infeksi, agar pemulihan berjalan sesuai rencana dan hasil penglihatan sesuai dengan target. Untuk memastikan hal tersebut, Anda harus mematuhi anjuran dan instruksi dokter. Antara lain, menggunakan gunakan obat tetes mata antibiotik dan antiinflamasi sesuai anjuran dokter dan memakai kacamata hitam saat berada di luar ruangan di bawah sinar matahari selama kurang lebih 3 bulan. Anda akan menjalani pemeriksaan tindak lanjut pertama segera setelah menjalani prosedur SmartSight. Persis setelah operasi, Anda perlu tetap berada di klinik selama beberapa saat untuk memastikan keamanan operasi. Pada beberapa hari pertama setelah prosedur, Anda harus benar-benar mengikuti instruksi dokter Anda mengenai pengobatan dan kunjungan lanjutan. Pekerjaan di kantor dapat dilanjutkan dalam waktu 48 jam. Namun, jika Anda bekerja di lingkungan yang berdebu atau kotor, maka Anda mungkin memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama. Jadwal kunjungan lanjutan yang dibuat oleh dokter biasanya adalah satu hari, satu minggu, satu bulan, enam bulan, dan 12 bulan, setelah operasi. Pada saat kunjungan tersebut, dokter akan memeriksa kembali kondisi mata Anda, memastikan pemulihan berjalan sesuai dengan rencana. SILC Lasik Center merupakan klinik mata kenamaan yang layanannya berfokus pada bedah laser untuk meningkatkan penglihatan Anda. Salah satu bedah laser yang ditawarkan adalah SmartSight yang inovatif. Dengan mesin laser berteknologi sangat mutakhir, SmartSight menawarkan presisi dan akurasi yang lebih baik agar pasien mendapatkan penglihatan yang ditargetkan. Jangan ragu untuk segera menghubungi SILC dan mendapatkan informasi lebih lanjut.