ARTIKEL

Terdengar Seram, Apa Itu Katarak Nuklir?

Sunday, February 25, 2024 | SILC Lasik Center
terdengar-seram-apa-itu-katarak-nuklir

Terdengar Seram, Apa Itu Katarak Nuklir?

Katarak merupakan gangguan penglihatan yang menjadi penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang di atas usia 60 tahun. Biasanya, katarak menyebabkan pengaburan atau kekeruhan lensa alami mata, yang dapat menyebabkan masalah penglihatan, sehingga seolah-olah Anda melihat melalui jendela yang sangat kotor.

Katarak umumnya terjadi akibat pertambahan usia, sehingga katarak dianggap sebagai kondisi yang normal pada lansia. Namun, di samping itu, ada sejumlah faktor risiko yang dapat membuat Anda lebih rentan terhadap katarak, seperti diabetes dan merokok.

Salah satu jenis katarak yang paling umum terjadi adalah katarak nuklir. Apa itu katarak nuklir dan bagaimana cara mengatasinya?

Katarak nuklir dan gejalanya

Katarak merupakan istilah umum yang menggambarkan pengaburan atau kekeruhan lensa alami mata, yang dapat menyebabkan masalah penglihatan. Katarak sendiri terdiri dari berbagai jenis, dan katarak nuklir adalah salah satu subtipe katarak yang spesifik.

Katarak dapat terjadi di bagian mana pun dari lensa, dan namanya disesuaikan dengan lapisan tempat terbentuknya katarak. Ada 3 jenis katarak berdasarkan lokasinya, yaitu:

1. Katarak kapsular posterior. Katarak ini terjadi pada lapisan luar belakang lensa. Jenis ini biasanya berkembang dengan cepat.

2. Katarak kortikal. Katarak ini terjadi pada lensa yang mengelilingi nukleus, yang bentuknya serupa baji.

3. Katarak nuklir. Katarak ini terjadi di bagian tengah lensa.

Katarak nuklir atau nuclear cataract secara khusus memengaruhi bagian nuklir lensa mata, yang terletak di bagian tengah lensa (disebut juga dengan nukleus). Pengaburan atau kekeruhan pada bagian tengah lensa ini merupakan ciri khas katarak nuklir. Katarak ini berkaitan dengan perubahan densitas dan transparansi inti lensa. Jenis katarak ini cenderung menggelap seiring bertambahnya usia, berubah dari bening menjadi kuning atau terkadang cokelat atau hitam.

Lensa mata (terletak di belakang bagian mata yang berwarna, yaitu iris) bertanggung jawab untuk memfokuskan cahaya ke retina yang terletak di bagian belakang mata. Ketika katarak berkembang, lensa yang jernih berubah menjadi keruh, sehingga menyebabkan berbagai masalah penglihatan.

Dokter terkadang menyebut katarak nuklir sebagai katarak sklerosis nuklir. Istilah sklerosis mengacu pada pengerasan jaringan tubuh. Seiring dengan perkembangan katarak ini, kekeruhan dapat meluas dari nukleus ke lapisan mata lainnya.

Katarak nuklir merupakan kondisi mata yang umum terjadi pada usia lanjut. Meskipun dapat menyebabkan masalah penglihatan, dokter biasanya tidak menganggapnya sebagai kondisi yang serius atau mengancam jiwa. Namun, katarak dapat secara signifikan berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang karena memengaruhi penglihatannya.

Katarak nuklir dapat dikategorikan sebagai katarak nuklir yang belum matang atau sudah matang, tergantung pada seberapa parah tingkat kekeruhannya. Pada kasus yang parah, katarak nuklir yang tidak ditangani dapat menyebabkan kebutaan. Untuk diketahui, katarak adalah penyebab utama kebutaan di seluruh dunia, dan penyebab utama hilangnya penglihatan di Amerika Serikat.

Awalnya Anda mungkin mengalami katarak hanya pada satu mata. Seiring berjalannya waktu, Anda mungkin akan mengalami katarak pada mata yang lain. Penglihatan dapat membaik, namun kemudian menurun lagi.

Pada kondisi katarak nuklir, bagian tengah lensa mata menjadi tebal dan berubah warna. Perubahan yang nyata terlihat penampakan mata yang terkena katarak, antara lain keruh, kekuningan, atau kecokelatan. Ada beberapa gejala yang bisa Anda alami terkait dengan katarak nuklir, antara lain:

1. Penderita katarak nuklir sering mengalami penurunan tajam penglihatan secara perlahan atau bertahap dan progresif dari waktu ke waktu.

2. Penglihatan kabur. Lensa menjadi semakin keruh, sehingga penglihatan menjadi kabur atau buram, terutama saat melihat objek yang jauh atau dalam kondisi kurang cahaya.

3. Kesulitan dengan penglihatan dekat. Tugas membaca dan melihat dari dekat akan menjadi lebih sulit.

4. Perubahan persepsi warna. Warna dapat terlihat pudar atau menguning, karena efek katarak pada lensa.

Penyebab dan faktor risiko

Pertambahan usia atau penuaan merupakan penyebab paling signifikan, yang umumnya berkontribusi terhadap perkembangan katarak nuklir. Lensa mata mengandung air dan protein. Susunan protein yang tepat dan teratur menjaga lensa tetap transparan.

Ketika usia Anda bertambah, protein-protein dalam lensa mengalami berbagai perubahan struktural dan kimiawi, sehingga menjadi kurang stabil. Ketidakstabilan ini dapat mengakibatkan penggumpalan protein lensa di dalam inti pusat lensa. Gumpalan ini menghalangi cahaya melewati bagian tengah lensa ke retina.

Retina bertugas memproses cahaya dan mengirimkan sinyal yang memungkinkan otak Anda mengenali gambar. Lebih sedikit cahaya yang melewati bagian tengah lensa akibat katarak nuklir berarti lebih sedikit informasi gambar yang dapat diterjemahkan oleh retina. Hal ini pada akhirnya menyebabkan masalah penglihatan.

Ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan katarak nuklir, tetapi usia adalah yang paling umum. Di samping usia, faktor risiko yang meningkatkan risiko katarak nuklir, antara lain:

1. Genetik. Susunan genetik seseorang dapat berpengaruh terhadap perkembangan katarak.

2. Merokok dan paparan sinar UV. Merokok dan paparan sinar UV dari matahari atau sumber cahaya buatan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko Anda terkena katarak.

3. Kondisi medis. Sejumlah kondisi medis, seperti diabetes, dapat meningkatkan risiko pembentukan katarak.

4. Obat-obatan. Beberapa obat, seperti kortikosteroid, dapat meningkatkan kemungkinan pengembangan katarak.

5. Cedera atau trauma mata. Cedera fisik pada mata terkadang dapat menyebabkan perkembangan katarak.

Diagnosis dan penanganan

Untuk mendapatkan diagnosis katarak nuklir, pasien perlu menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh oleh dokter spesialis mata. Dokter mata akan menggunakan biomikroskop lampu celah, yang memberikan tampilan struktur mata yang diperbesar, termasuk lensa. Hal ini memungkinkan mereka memeriksa kejernihan dan kondisi lensa, mencari tanda-tanda kekeruhan atau pengaburan yang terkait dengan katarak.

Agar mendapatkan pandangan yang lebih baik terhadap lensa dan struktur internalnya, dokter dapat menggunakan obat tetes mata untuk memperbesar pupil mata untuk sementara waktu. Cara tersebut memungkinkan dokter untuk memeriksa katarak dengan lebih menyeluruh dan menentukan tingkat keparahannya.

Kemungkinan besar dokter juga akan melakukan tes refraksi dan ketajaman penglihatan pada kedua mata untuk memeriksa kejernihan dan ketajaman penglihatan Anda. Namun, sebenarnya dokter mata dapat melihat perubahan dini sebelum Anda mengalami gejala katarak yang nyata. Itulah mengapa pemeriksaan mata secara rutin merupakan langkah yang penting. Diagnosis dini berarti pengobatan dini. Hal tersebut dapat mencegah atau menunda risiko hilangnya penglihatan yang serius, termasuk kebutaan.

Untuk mengatasi gejala katarak nuklir tahap awal, Anda bisa terbantu dengan kacamata atau lensa kontak, lampu yang cahayanya lebih terang, kacamata hitam anti silau. Namun, dokter umumnya akan menyarankan pembedahan, jika beberapa solusi tersebut tidak memadai dan katarak nuklir secara signifikan memengaruhi kehidupan Anda, misalnya membuat Anda tidak dapat mengemudi.

Operasi katarak merupakan prosedur yang efektif dan aman. Bahkan, operasi katarak adalah salah satu prosedur pembedahan yang paling umum dilakukan di seluruh dunia. Operasi katarak dapat mengembalikan penglihatan yang jelas dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Proses penanganan katarak biasanya meliputi langkah-langkah seperti berikut:

1. Evaluasi pra-operasi

Dokter spesialis mata akan menilai tingkat keparahan katarak dan kesehatan mata pasien secara keseluruhan melalui berbagai tes, termasuk tes ketajaman penglihatan, serta mengukur ukuran dan kepadatan katarak.

2. Pembedahan

Dokter bedah akan mengangkat lensa alami yang keruh dan menggantinya dengan lensa intraokular buatan (IOL). Pembedahan ini biasanya berlangsung cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit, dan pasien dapat pulang pada hari yang sama.

3. Pemulihan

Sebagian besar orang mengalami perbaikan penglihatan yang cepat setelah operasi katarak. Pemulihan umumnya sangat mudah, dan pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.

4. Perawatan pasca operasi

Setelah operasi, pasien mungkin perlu menggunakan obat tetes mata resep dan mengikuti petunjuk dokter bedah untuk jangka waktu tertentu guna mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi.

Metode yang umum diterapkan untuk operasi katarak adalah phacoemulsification. Prosedur ini melibatkan ultrasound frekuensi tinggi untuk memecah katarak menjadi potongan-potongan kecil. Setelah lensa dipecah, potongan-potongan lensa akan dikeluarkan dari mata oleh dokter bedah melalui penyedotan yang lembut.

Dokter kemudian akan memasukkan implan yang dirancang khusus, yang disebut lensa intraokular (IOL), dan menempatkannya di tempat lensa alami sebelumnya. Dokter akan menutup sayatan yang dibuat pada awal prosedur.

Katarak yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan secara bertahap dan bahkan kebutaan, sehingga sangat berdampak pada aktivitas sehari-hari dan kualitas hidupnya. Potensi kesembuhan bagi penderita katarak nuklir umumnya baik, jika mereka menjalani operasi. Operasi katarak meningkatkan ketajaman penglihatan sekitar 95%.

Katarak bisa ditunda

Katarak tidak bisa dicegah, tapi pembentukannya bisa ditunda atau perkembangannya bisa diperlambat. Faktor gen memainkan peran penting dalam besarnya kemungkinan seseorang terkena katarak nuklir. Namun, beberapa gaya hidup dan pola makan dapat membantu mengurangi risiko katarak atau memperlambat perkembangannya.

Yang utama adalah selalu menggunakan pelindung mata ketika berada di luar ruang. Terdapat kaitan yang erat antara paparan sinar UV dan peningkatan risiko katarak. Anda perlu mengenakan kacamata hitam berkualitas bagus, yang mampu menghalangi sinar UVA dan UVB di luar ruangan, terutama dalam kondisi cerah. Tapi, sekalipun cuaca sedang mendung, tetaplah mengenakan kacamata hitam, karena tetap ada paparan sinar ultraviolet yang berbahaya.

Selain itu, Anda juga harus melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya cedera mata, seperti memakai kacamata pelindung selama olahraga atau kegiatan yang berisiko menimbulkan trauma mata. Jangan lupa, merokok merupakan faktor risiko terjadinya katarak. Anda yang merokok harus berhenti sesegera mungkin, jika tidak ingin mengalami katarak dini.

Mempertahankan pola makan yang sehat juga bisa membantu meningkatkan kesehatan mata. Antioksidan dapat membantu melindungi lensa mata dari kerusakan oksidatif. Anda perlu mengonsumsi makanan yang kaya akan berbagai macam antioksidan, seperti buah dan sayuran.

Jika Anda mengalami beberapa gejala katarak nuklir, jangan ragu menghubungi dokter mata di SILC Lasik Center serta berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun merupakan klinik LASIK kenamaan, SILC juga menyediakan fasilitas untuk melakukan operasi katarak dengan teknologi canggih, sehingga pasien akan merasa nyaman.