TransPRK, Opsi Bedah Bagi Pasien dengan Kornea Tipis
Thursday, April 11, 2024 | SILC Lasik Center
TransPRK, Opsi Bedah Bagi Pasien dengan Kornea Tipis
Meski LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis) sangat populer, operasi ini tidak untuk semua orang. Ada standar kelayakan yang harus dipenuhi untuk meminimalkan potensi risiko efek samping. Antara lain, pasien harus memiliki ketebalan kornea dengan ukuran yang telah ditentukan dan tidak memiliki kondisi mata kering. Artinya, pasien yang mempunyai kornea tipis atau sindrom mata kering, kemungkinan besar tidak bisa menjalani LASIK.
TransPRK datang dengan inovasi canggih, menyingkirkan dua batasan LASIK tersebut, sehingga mampu merangkul lebih banyak pasien. Sejauh mana inovasi TransPRK hingga bisa aman bagi pemilik kornea tipis?
Inovasi TransPRK
Operasi TransPRK (Transepithelial Photorefractive Keratectomy) merupakan prosedur bedah yang memperbaiki berbagai masalah rabun dekat (hipermetropia atau mata plus), rabun jauh (miopia atau mata minus), dan astigmatisma (mata silinder) secara akurat dan efektif.
Jenis operasi ini dapat dilakukan secara cepat dengan mengangkat lapisan paling luar mata, yang disebut epitelium, tanpa menggunakan alat, alkohol, atau penyedotan. Prosedur tanpa sentuhan ini merupakan tindakan bedah non-invasif, aman, dan lembut untuk mata. Inovasi TransPRK terletak pada proses pengangkatan epitelium maupun stroma dalam satu langkah saja.
Koreksi penglihatan TransPRK telah dilakukan di seluruh dunia selama lebih dari satu dekade. Bedah laser tersebut pertama kali dilakukan dengan laser Schwind Amaris pada tahun 2009. Sementara penggunaan laser excimer dalam PRK (versi TransPRK yang terdahulu) pertama kali disetujui di Amerika Serikat pada 1995. Komponen teknik prosedur ini memiliki sejarah panjang selama lebih dari 50 tahun.
TransPRK merupakan perkembangan lebih lanjut dari prosedur PRK. Perbedaan paling signifikan adalah TransPRK dilakukan tanpa kontak sama sekali. Hanya laser yang bekerja pada kornea. Karena itu, TransPRK sering kali disebut sebagai PRK tanpa sentuhan. Pada PRK tradisional, lapisan teratas kornea tidak diangkat secara otomatis dengan laser, melainkan secara manual.
TransPRK dapat memberikan manfaat bagi sejumlah besar pasien kelainan refraksi mata. Operasi tersebut juga merupakan pilihan yang bagus bagi mereka yang bukan kandidat yang layak untuk LASIK konvensional, seperti pasien yang memiliki kornea sangat tipis atau berbentuk tidak beraturan. Karena karakteristiknya yang menggunakan laser, tanpa sentuhan, dan tanpa pisau, TransPRK cocok untuk cakupan kandidat yang lebih luas dibandingkan dengan operasi refraktif lain.
Namun, ada banyak faktor dan kondisi mata yang harus dievaluasi oleh dokter, sebelum menentukan kelayakan. Beberapa contoh kontraindikasi adalah awal keberadaan katarak, jaringan kornea yang tidak mencukupi, dan kehamilan
Efektivitas TransPRK
Orang sering membandingkan keunggulan dari berbagai bedah laser, antara lain antara TransPRK dan LASIK Femto. LASIK Femto adalah metode perawatan mata dengan laser yang paling umum digunakan. Bedah laser ini memungkinkan Anda benar-benar terbebas dari rasa sakit; proses penyembuhannya sangat singkat, dan dapat mencapai penglihatan penuh pada hari berikutnya.
Dengan TransPRK, proses penyembuhan memakan waktu sedikit lebih lama. Tapi, cakupan pasien yang bisa menjalaninya lebih luas dibandingkan LASIK Femto, termasuk mereka yang punya kornea tipis.
Setelah TransPRK, Anda perlu menunggu 4–6 minggu sampai mata Anda sembuh secara total dan Anda memiliki penglihatan penuh. Namun, sekitar 5 hari setelah prosedur, sebagian besar pasien siap untuk kembali bekerja dan mengemudi.
Hasil TransPRK mampu bertahan seumur hidup atau bersifat permanen. Namun, perlu diingat bahwa perawatan ini tidak melindungi Anda dari perkembangan akibat perubahan internal mata dari waktu ke waktu. Khususnya, presbiopia (penurunan penglihatan akibat penuaan) yang dimulai sekitar usia 40 tahun. Kondisi ini dapat membuat Anda kembali memerlukan bantuan visual.
Setelah prosedur TransPRK, tidak akan ada lagi kebutuhan untuk menggunakan kacamata atau lensa kontak. Pasien yang berusia lebih dari 40 tahun dan mengalami presbiopia, bisa mempertimbangkan opsi perawatan alternatif, seperti perawatan monovision untuk membantu menghilangkan kebutuhan akan kacamata baca, jika memang diperlukan.
TransPRK dianggap sebagai perawatan laser yang sangat aman, dengan sedikit efek samping, seperti sensitivitas terhadap cahaya, mata berair, merah, atau berpasir. Pada beberapa hari pertama setelah perawatan, penglihatan mungkin kabur dan sedikit berfluktuasi. Nyeri ringan, yang dapat diobati dengan tetes mata, juga dapat terjadi pada mata yang dilaser.
Studi menunjukkan bahwa prosedur TransPRK memiliki risiko komplikasi yang minimal, karena mengangkat jaringan yang benar-benar diperlukan secara aman tanpa menyebabkan kerusakan tambahan. Sayangnya, tidak ada operasi yang bebas risiko. Semua operasi memiliki risiko komplikasi, seperti infeksi, peradangan, serta under correction (koreksi kurang) dan over correction (koreksi berlebih). Namun, kondisi seperti itu jarang terjadi. Untuk memastikan pemulihan tanpa masalah, pasien diberikan instruksi pasca operasi yang harus diikuti.
Prosedur TransPRK
Banyak orang merasa takut, jika tanpa sadar matanya bergerak selama prosedur TransPRK dilakukan. Jangan khawatir, karena sistem Schwind Amaris memiliki pelacak mata bawaan yang mampu mengikuti gerakan mata dalam 7 dimensi. Jika dengan alasan apa pun, selama prosedur mata Anda harus bergerak, laser akan berhenti dan akan melanjutkan lagi pekerjaannya, ketika mata sudah diposisikan dengan benar.
Selama menjalani prosedur TransPRK, Anda tidak akan mengalami rasa sakit sama sekali. Dokter mata akan memberikan tetes mata anestesi untuk membius mata, demi memastikan prosedur yang tidak menyakitkan.
Setelah prosedur, normal jika Anda mengalami sensasi terbakar, iritasi, mata berair, dan sensitivitas terhadap cahaya. Fase ini bisa berlangsung sekitar 3 hingga 5 hari. Namun, segera setelah perawatan laser, penglihatan Anda akan terasa lebih jelas daripada biasanya. Namun, akan ada fase fluktuasi yang bisa berlangsung hingga 6 sampai 8 minggu. Penglihatan Anda akan terus membaik, dan Anda seharusnya bisa melihat peningkatan yang luar biasa pada akhir periode pemulihan.
Secara singkat, prosedur TransPRK terbagi menjadi tiga langkah besar, yaitu:
1. Pemeriksaan awal hingga utama
Selama konsultasi awal selama 30 menit di lokasi, dokter akan mencari tahu apakah Anda dapat melakukan koreksi penglihatan laser, sekaligus menentukan metode perawatan yang terbaik untuk Anda. Secara khusus dokter akan mengamati kornea, lensa mata, dan resep koreksi Anda. Setelah itu, Anda menjalani pemeriksaan utama yang akan memakan waktu sekitar 45 menit.
2. Proses operasi
Pertama-tama, dokter membius mata Anda dengan obat tetes mata. Selama TransPRK, dokter kami mengablasi lapisan kornea teratas mata (epitelium) menggunakan teknologi laser mutakhir. Laser yang sama kemudian juga memperbaiki kelainan refraksi. Prosedur ini memakan waktu kurang dari 15 menit untuk kedua mata.
3. Tindak lanjut
Setelah prosedur, dokter meminta Anda untuk istirahat setidaknya satu minggu sebelum kembali bekerja. Epitelium tumbuh kembali dalam waktu tiga hari. Untuk memeriksa penyembuhan mata Anda dan kemajuan ketajaman visual Anda secara detail, dokter akan melakukan pemeriksaan tindak lanjut pertama dalam lima hari setelah prosedur.
Benefit dari TransPRK
Prosedur TransPRK menawarkan sejumlah benefit, antara lain:
1. Penglihatan 20/20
Pada sebagian besar kasus, pasien yang sudah menjalani TransPRK dapat mencapai penglihatan 20/20. Jika operasi tersebut tidak dapat memberikan penglihatan yang diinginkan, dokter dapat mengulangi proses untuk mencapai penglihatan penuh.
2. PRK tanpa sentuhan
Dokter merawat mata Anda secara eksklusif dengan laser. Oleh karena itu, TransPRK benar-benar bebas kontak, menjamin presisi dan keamanan maksimal.
3. Durasi perawatan singkat
Koreksi laser sebenarnya hanya memakan waktu beberapa detik per mata. Dalam sekitar 15 menit, dokter bisa mengoreksi kedua mata Anda.
4. Keamanan maksimal
Dokter melakukan TransPRK menggunakan teknologi laser terbaru. Pelacak mata secara otomatis akan mati ketika terjadi gerakan mata yang paling kecil sekalipun.
5. Cocok untuk mata kering
TransPRK dianggap sebagai perawatan laser yang sangat aman, dengan sedikit efek samping. Prosedur ini juga bisa menjadi opsi bagi penderita mata kering.
Pemulihan usai TransPRK
Segera setelah operasi, penglihatan akan kabur dan pasien akan diberikan surat cuti selama satu minggu untuk istirahat di rumah sebelum kembali bekerja. Untuk pasien TransPRK, mereka sebenarnya akan bisa melihat lebih jelas segera setelah operasi. Namun, dalam beberapa hari berikutnya, penglihatan mereka akan menjadi lebih kabur, karena sel permukaan mata mereka menyembuh.
Untuk sebagian besar pasien, kondisi buram ini seharusnya hilang setelah sekitar satu minggu, setelah sel-sel telah sembuh sepenuhnya. Penglihatan akan cukup jelas untuk dapat kembali bekerja. Namun beberapa pekerjaan, seperti membaca teks halus untuk periode yang lama, mungkin masih menantang selama minggu kedua setelah operasi.
Pasien diwajibkan untuk mengikuti rutinitas ketat pemberian tetes mata. TransPRK memerlukan 4 jenis tetes mata yang harus diberikan beberapa kali sehari setidaknya selama satu minggu pertama, setelah itu jumlah dan frekuensi tetes mata akan berkurang. Pemberian tetes mata dapat dilanjutkan hingga 3 bulan atau lebih, tergantung pada bagaimana mata pasien sembuh.
Kacamata hitam pelindung harus dipakai setiap kali berada di luar ruangan selama satu bulan, untuk mencegah paparan sinar UV yang dapat merugikan proses penyembuhan. Selama tahap awal pemulihan ini, pasien harus mematuhi instruksi perawatan pasca operasi dengan baik untuk memastikan pemulihan yang berhasil.
Pemulihan visual secara total dan stabil membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, setelah tahap awal pemulihan ketika mata pasien telah sembuh dari operasi dan mereka telah kembali bekerja. Selama periode pemulihan ini, kejelasan penglihatan dapat berfluktuasi dari hari ke hari, tetapi meningkat secara progresif dari waktu ke waktu.
Namun, penglihatan yang jelas bukan berarti Anda telah sembuh sepenuhnya dan dapat berhenti mengikuti instruksi perawatan pasca operasi. Sebaliknya, penglihatan kabur tidak berarti bahwa mata Anda tidak sembuh dengan baik.
Pemulihan visual secara penuh, yaitu penglihatan Anda sudah sepenuhnya stabil dan mata Anda secara konsisten melihat dengan sangat jelas, membutuhkan waktu hingga 3 bulan. Sementara itu, pasien dengan miopia tinggi mungkin memerlukan waktu lebih lama.
Setiap orang sembuh dengan cara yang berbeda dan tidak ada jaminan akan mencapai hasil tertentu 100% dari waktu ke waktu. Komplikasi jarang terjadi, tetapi tidak pernah bisa sepenuhnya dihilangkan. Namun, keuletan dan perhatian pasien selama proses penyembuhan juga memainkan peran besar dalam mencapai hasil visual yang diinginkan.
Table of Contents
- TransPRK, Opsi Bedah Bagi Pasien dengan Kornea Tipis
- 5 Alasan Mengapa LASIK Dapat Membantu Kamu Lolos Tes Mata Kedinasan
- Mengenal KLEx: Teknologi Terkini Bedah Refraksi Tanpa Flap
- Membuka Jalan Menuju Langit Biru: Peran Krusial LASIK untuk Calon Penerbang TNI AU
- Tanya Jawab Umum LASIK untuk Orang Tua Calon Peserta Sekolah Kedinasan
- Mengapa SILC LASIK Center Dipercaya oleh Banyak Calon Taruna atau Praja Sekolah Kedinasan?
SILC Lasik Center menyediakan teknologi mutakhir dan dokter ahli untuk mencapai tujuan penglihatan jelas bagi pasien. Anda yang sempat dinyatakan tidak bisa menjalani LASIK karena mata kornea tipis, bisa berkonsultasi dengan para dokter di SILC dan mempertimbangkan opsi TransPRK.
*artikel telah direvisi, terkait dengan kelainan refraksi yang anda alami, silahkan menghubung : 0822 10 488 488
*Terkait TransPRK dalam bentuk penjelasan dokter silahkan mengunjungi link berikut :
1. LASIK Mata SILC : TINDAKAN SMARTSURFACE
2. Penglihatan Jelas Optimal Dengan SmartSurface
3. Begini Proses SmartSurface, Cepat dan Simpel