ARTIKEL

Usai Operasi Katarak, Kenapa Malah Cemas?

Saturday, December 2, 2023 | SILC Lasik Center
usai-operasi-katarak-kenapa-malah-cemas

Usai Operasi Katarak, Kenapa Malah Cemas?

Tindakan bedah merupakan hal yang umumnya memang bisa menimbulkan kecemasan. Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak memiliki kontrol atas hasil operasi, tidak mengetahui dengan jelas tentang operasi yang akan dilakukan, atau tidak memiliki waktu atau ruang untuk mempersiapkan diri. Hal ini dapat membuat pengalaman operasi jadi semakin menakutkan. Belum lagi rasa tidak nyaman yang mengganggu pada mata. Kenyataannya, bukan hanya Anda yang merasakan kekhawatiran seperti itu. Banyak orang merasa cemas ketika akan menjalani operasi, dan banyak juga yang sama cemasnya ketika sudah selesai menjalani operasi, termasuk operasi katarak. Padahal, operasi katarak merupakan salah satu operasi yang paling aman dan efektif. Apalagi, jika klinik yang Anda pilih menggunakan mesin canggih dengan teknologi mutakhir. Lalu, kenapa bisa cemas setelah operasi? Apa penyebab dan solusi yang paling tepat?   

Benefit operasi katarak

Setiap tindakan bedah, seaman apa pun, pasti mengandung risiko atau efek samping tertentu, tak terkecuali operasi katarak yang diklaim sebagai operasi paling aman dan efektif. Tapi, terlepas dari risiko operasi katarak, prosedur tersebut memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan sejumlah manfaat. Beberapa manfaat operasi katarak, antara lain:
  1. Kejernihan penglihatan
Katarak terbentuk ketika protein dalam mata Anda menumpuk pada lensa. Endapan ini mengaburkan lensa dan menyebabkan penglihatan berkabut dan buram. Operasi katarak dapat mengatasinya dengan mengganti lensa lama dengan lensa artifisial yang baru, yang dikenal dengan nama lensa intraokular (IOL). Lensa baru akan memberikan penglihatan yang lebih jernih dan tajam.
  1. Ketajaman warna
Katarak dapat menyebabkan lensa mata menjadi kuning atau kecokelatan. Hal ini dapat menyebabkan segala sesuatu terlihat kusam. Operasi katarak dapat membantu mengatasinya. Banyak pasien yang melaporkan bahwa mereka dapat melihat warna-warna yang jauh lebih cerah daripada sebelumnya.
  1. Lebih sedikit cedera
Gangguan penglihatan bisa menyebabkan seseorang mudah jatuh. Dan, jatuh merupakan penyebab umum cedera pada lansia. Padahal, lansia adalah kelompok orang yang paling berisiko mengalami katarak. Kemungkinan besar proses pemulihan berlangsung lama, sehingga menyebabkan pasien mengalami isolasi sosial dan depresi. Setelah operasi katarak, pasien cenderung tidak memerlukan kacamata varifocal. Hal ini berarti, kemungkinan untuk terjatuh jauh lebih kecil.
  1. Mencegah demensia
Hubungan antara kehilangan penglihatan dan demensia telah menjadi fokus penelitian terbaru. Sebuah laporan baru menyatakan bahwa operasi pengangkatan katarak dapat mengurangi risiko demensia. Penelitian ini diikuti lebih dari 3.000 orang dewasa yang didiagnosis menderita glaukoma atau katarak selama 24 tahun. Mereka yang menjalani operasi katarak memiliki risiko 30% lebih kecil untuk mengalami demensia, setelah memperhitungkan tingkat pendidikan, ras, riwayat kesehatan, dan akses terhadap layanan kesehatan. Operasi katarak memungkinkan orang untuk menggunakan indera penglihatan mereka dengan kesadaran yang lebih besar dan keterlibatan yang lebih besar dalam lingkungan mereka. Ketika Anda memiliki ketajaman penglihatan yang lebih baik, Anda menstimulasi bagian otak yang membantu menjaga fungsi otak tetap normal.  

Baca Juga : Operasi Katarak Phaco dengan Sophi, Apa Itu?

 

Dari cemas jadi stres

Rasa khawatir itu sebenarnya hal yang wajar. Sebab, ingin memegang kendali sudah menjadi sifat manusia. Merasa tidak memiliki kendali apa pun dapat memicu kecemasan bagi banyak orang. Seperti ketika sedang berada di ruang operasi dan terbaring di tempat tidur. Anda tidak punya kendali sedikit pun, sehingga menjadi sangat khawatir. Tapi, khawatir tentang bagaimana nanti prosedur akan berjalan, apakah akan ada rasa sakit, dan seperti apa pemulihannya, merupakan hal yang normal. Ketakutan akan hal yang tidak pasti dapat menimbulkan kekhawatiran dalam tingkatan yang berbeda bagi setiap orang. Beberapa orang merasa lebih khawatir tidak dapat mengendalikan pikiran dan tubuh mereka saat berada di bawah anestesi. Sebagian orang lainnya lebih mengkhawatirkan hasil operasi dan hal-hal yang tidak diketahui seputar pemulihan. Anda tidak sendirian. Banyak orang yang merasakan hal serupa. Bahkan, justru aneh, jika Anda tidak merasakan sedikit saja rasa khawatir. Namun, khawatir yang berlebihan bisa menyebabkan stres, dan stres yang berat bisa berujung pada depresi. Obat-obatan dan efek samping suatu tindakan bedah dapat menyebabkan Anda kehilangan nafsu makan dan tidur berlebihan. Namun, jika Anda mengalami gejala emosional, seperti putus asa, gelisah, atau kehilangan minat dalam melakukan kegiatan, disertai kelelahan dan kehilangan nafsu makan, ini mungkin merupakan tanda depresi pasca operasi. Jika depresi muncul segera setelah operasi, hal ini mungkin merupakan efek dari pengobatan. Jika gejala berlanjut selama 2 minggu atau lebih, ini mungkin merupakan tanda depresi. Jika gejala berlangsung lebih dari 2 minggu, berkonsultasilah dengan dokter untuk membicarakan hal yang Anda rasakan. Gejala depresi pasca operasi sangat mungkin tidak terlihat, karena beberapa di antaranya dapat mirip dengan efek samping operasi. Gejala-gejala tersebut antara lain tidur lebih sering dari biasanya, lekas marah, kelelahan, kecemasan, dan stress. Namun, depresi dapat menjadi efek samping dari pembedahan. Bagi siapa pun yang menjalani pembedahan, akan sangat bermanfaat bagi mereka dan keluarga mereka, untuk mengetahui bahwa depresi adalah sebuah kemungkinan dan mengenali tanda-tandanya, jika terjadi. Dengan cara ini, mereka dapat mengetahui kapan harus mencari bantuan medis, sehingga mereka dapat memperoleh perawatan sejak dini.  

Solusi atasi rasa cemas

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa cemas yang terus-menerus menyelimuti, antara lain:
  1. Bicarakan dengan teman atau keluarga
Membicarakan kecemasan atau ketakutan Anda dapat membantu agar Anda tidak merasa sendirian. Berdiskusi dengan orang yang dipercaya atau terapis terlatih dapat membantu Anda memproses kekhawatiran yang Anda rasakan, sekaligus membantu meringankan beberapa energi kecemasan.  
  1. Luangkan waktu untuk diri sendiri
Sesudah prosedur, perawatan diri merupakan hal yang sangat penting. Alihkan fokus Anda dengan aktivitas yang membuat Anda merasa nyaman dan dapat membantu Anda merasa relaks pada hari-hari setelah menjalani operasi. Misalnya, mendengarkan musik yang menenangkan atau melakukan meditasi. Hal ini dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang dengan aktivitas yang menenangkan dan menyenangkan. Olahraga yang gerakannya pelan juga sangat membantu. Anda bisa mengikuti yoga restoratif atau peregangan.  
  1. Temukan informasi yang akurat
Banyak orang yang ingin tahu tentang detail langkah pemulihan dan merasa nyaman jika mengetahui dengan pasti tentang apa yang diharapkan. Jika Anda mengharapkan lebih banyak informasi yang benar, bertanyalah kepada dokter Anda, yang akan memberi informasi akurat. Kalaupun mencari informasi sendiri internet, pilahlah sumber yang bisa dipercaya. Karena, internet penuh dengan berbagai macam informasi, dan mungkin sulit untuk membedakan mana yang akurat, dan mana yang tidak akurat dan berpotensi membahayakan.  
  1. Nikmati proses pemulihan
Setelah menjalani operasi, hindari membandingkan diri Anda dengan orang lain. Proses pemulihan Anda berbeda dari orang lain. Membandingkan diri Anda dengan seseorang yang Anda kenal, yang telah menjalani operasi yang sama, atau orang lain yang pernah Anda baca, bisa membuat hati sangat ciut, sehingga terkadang memicu kecemasan. Tubuh Anda akan berjalan dengan kecepatan sendiri di bawah perawatan dan pengawasan dokter Anda. Perlu diingat, pemulihan adalah sebuah perjalanan yang tidak selalu linier. Masa-masa naik dan turun adalah bagian dari proses penyembuhan.  

Baca Juga : Kelebihan Lensa Premium Untuk Operasi Katarak Yang Sukses

 
  1. Bicara dengan psikolog
Jika Anda benar-benar berjuang melawan kecemasan sebelum atau sesudah operasi, Anda disarankan untuk berbicara dengan terapis yang dapat membantu Anda menemukan kenyamanan dari kecemasan tersebut. Berbicara dengan psikolog sebelum operasi dapat membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi operasi, serta mempelajari cara mendapatkan kepercayaan dari tim medis Anda. Setelah operasi, Anda juga dapat kembali ke psikolog untuk mendiskusikan proses penyembuhan Anda, dan mempelajari keterampilan yang bermanfaat untuk membuat perjalanan Anda menuju pemulihan menjadi lebih cepat dan menyenangkan.  
  1. Temui dokter Anda
Buatlah janji temu dengan dokter ,Anda jika Anda merasa mengalami kecemasan pasca operasi. Mereka mungkin dapat meresepkan obat yang tidak akan mengganggu perawatan pasca operasi Anda, sekaligus merekomendasikan ahli kesehatan mental yang sesuai. Jika Anda mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen alami, tanyakan kepada dokter Anda apakah suplemen tersebut aman untuk dikonsumsi atau apakah suplemen tersebut dapat mengganggu obat yang sudah Anda gunakan.  
  1. Habiskan waktu di luar ruang
Jika pembedahan atau kondisi kesehatan berpengaruh terhadap mobilitas Anda, teman atau anggota keluarga mungkin dapat membantu Anda mendapatkan suasana baru. Perubahan pemandangan dan menghirup udara segar dapat membantu mengatasi beberapa gejala kecemasan berlebih. Tapi, pastikan Anda menggunakan pelindung mata atau kacamata hitam. Atau, Anda bisa bepergian ke tempat yang menyenangkan. Tapi, Anda perlu memastikan bahwa tidak ada risiko infeksi di lokasi yang akan Anda kunjungi. Untuk itu, sebelumnya Anda dapat bertanya kepada dokter tentang risiko ini.  
  1. Fokus pada hal yang positif
Tetapkan tujuan yang positif dan realistis serta nikmati setiap langkah kemajuan Anda, sekecil apa pun. Tujuan tersebut dapat membantu Anda mempertahankan pandangan positif. Fokuslah pada pemulihan jangka panjang, bukan pada rasa frustrasi, karena tidak berada di tempat yang Anda inginkan secepat yang Anda inginkan, misalnya.  
  1. Berolahraga
Berolahragalah sebanyak yang Anda bisa, segera setelah dokter Anda mengizinkan. Tanyakan kepada dokter, kapan Anda boleh berolahraga dan jenis olahraga apa yang diperbolehkan dalam masa pemulihan. Tergantung pada pembedahan Anda, Anda mungkin dapat melakukan peregangan di tempat tidur atau jalan kaki.  
  1. Terapkan pola makan yang sehat
Diet sehat dapat membantu Anda merasa lebih baik. Diet ini juga akan memberi nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda untuk sembuh. Konsumsilah banyak buah-buahan dan sayuran segar, biji-bijian utuh, minyak sehat, dan air. Di samping itu, Anda perlu membatasi sejumlah makanan, seperti makanan olahan, makanan dengan tambahan lemak, makanan dengan tambahan gula, dan minuman beralkohol.  
  1. Persiapkan rumah untuk pemulihan
Persiapkan rumah untuk pemulihan sebelum Anda menjalani operasi dapat mengurangi stres dan kecemasan. Hal ini juga dapat membantu mengurangi risiko masalah dan komplikasi lebih lanjut, seperti terjatuh, infeksi debu, alergi, dan tidak dapat menemukan dokumen penting. SILC Lasik Center tidak hanya menyediakan layanan bedah laser untuk memperbaiki kelainan refraksi mata, melainkan juga menawarkan operasi katarak yang banyak ditanyakan oleh pasien. Demi keamanan dan efektivitas operasi, SILC menggunakan mesin canggih bernama Sophi yang dilengkapi berbagai fitur penting.