Kapan Perlu Konsultasi Dokter Soal Katarak?
Saturday, December 16, 2023 | SILC Lasik Center
Kapan Perlu Konsultasi Dokter Soal Katarak?
Katarak biasanya terbentuk sebagai perubahan normal pada mata Anda yang berkaitan dengan pertambahan usia. Kondisi tersebut biasa terjadi pada lansia berusia 60 tahun ke atas. Seiring bertambahnya usia, protein dalam lensa mulai rusak dan menggumpal, sehingga membentuk area yang keruh. Katarak bisa menghalangi penglihatan Anda. Hal ini terjadi karena Anda melihat langsung pada gumpalan protein tersebut. Meskipun sebagian besar katarak berkaitan dengan usia, katarak juga dapat terbentuk setelah cedera mata atau karena kelainan genetik. Dan, Anda berisiko lebih tinggi terkena katarak, jika Anda menderita diabetes. Itu berarti, katarak juga bisa terjadi sebelum Anda menginjak usia 60 tahun. Lalu, kapan Anda perlu berkonsultasi ke dokter terkait katarak?
Berbagai gejala katarak
Katarak dapat membuat lensa mata Anda menjadi keruh, buram, dan berkabut. Normalnya, lensa mata Anda jernih dan berfungsi seperti lensa kamera. Lensa mata bertugas untuk memfokuskan cahaya pada retina, sehingga Anda dapat melihat objek dengan jelas. Tapi, jika Anda menderita katarak, lensa tidak dapat memfokuskan cahaya dengan baik, sehingga objek terlihat buram atau mengabur. Selain penglihatan yang buram dan berkabut, gejala katarak yang perlu Anda cermati, antara lain:- Warna tampak kurang cerah dan jelas
- Sangat sensitif terhadap silau dari lampu dan sinar matahari
- Kesulitan melihat di malam hari
- Masalah dalam membaca, menonton televisi, atau melihat ekspresi wajah
- Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
- Sering membutuhkan resep kacamata yang lebih kuat
Baca Juga : Cara Mudah Agar Efikasi Operasi Katarak Optimal
Operasi katarak phaco atau laser
Jenis bedah katarak yang saat ini paling banyak dipraktikkan adalah operasi katarak phacoemulsification. Metode ini merupakan bedah katarak dengan pisau bedah genggam yang dilakukan secara manual. Prosesnya dimulai dari dokter menggunakan pisau bedah dengan tangan dan membuat sayatan kecil pada kornea Anda. Melalui sayatan ini, sebuah instrumen kecil dimasukkan. Alat ini ditempatkan di belakang pupil Anda, tempat lensa alami berada di dalam kapsul. Di dalam kapsul, dokter akan membuat sebuah lubang bundar. Kemudian, sebuah probe berbentuk pena dimasukkan melalui lubang tersebut. Hal ini memungkinkan probe untuk memecah lensa yang keruh dengan menggunakan energi ultrasound. Dokter kemudian akan mengisap pecahan lensa. Lensa Anda akan diganti dengan lensa intraokular buatan (IOL). Terakhir, dokter bedah akan menutup sendiri untuk menutup sayatan tanpa jahitan. Dengan berkembangnya teknologi di dunia bedah laser, sekarang ini juga dikembangkan operasi katarak dengan laser. Metodenya melibatkan penempatan perangkat ultrasound atau kamera di atas mata untuk memetakan mata dalam bentuk augmented reality. Alat ini juga akan mengumpulkan informasi mengenai lensa Anda dan mengirimkannya ke komputer yang memprogram laser, sehingga dapat memberikan informasi akurat mengenai ukuran, lokasi, dan kedalaman sayatan yang tepat. Dokter akan menyayat kornea dan membuka kapsul menggunakan laser hanya dalam hitungan detik. Laser juga digunakan untuk melunakkan katarak. Ultrasonografi akan memecah lensa menjadi beberapa bagian dan mengisapnya keluar. Terakhir, dokter bedah akan memasang lensa intraokular buatan (IOL). Lensanya tersendiri terdiri atas berbagai jenis, termasuk lensa multifokal. Namun, Anda juga dapat memilih operasi katarak laser dengan lensa monofokal untuk meningkatkan penglihatan jarak jauh. Laser yang digunakan adalah laser femtosecond dengan teknologi tinggi. Teknologi laser femtosecond telah merevolusi pembedahan katarak, memberikan pengalaman pembedahan yang lebih aman dan tepat bagi pasien. Teknologi laser canggih ini membuat sayatan pada kornea dan lensa, sehingga hasil pembedahan lebih akurat dan dapat diprediksi. Laser femtosecond juga dapat memecah katarak, sehingga lebih mudah diangkat dan mengurangi risiko komplikasi. Selain itu, teknologi laser femtosecond dapat membantu mengoreksi astigmatisma selama operasi katarak. Dengan begitu, pasien dapat memiliki penglihatan yang lebih baik dan mengurangi kebutuhan akan kacamata atau lensa kontak untuk mengoreksi mata silinder atau astigmatisma. Secara keseluruhan, teknologi laser femtosecond telah mengubah operasi katarak menjadi prosedur yang lebih aman, lebih efektif, dan lebih sesuai dengan kebutuhan, sehingga memberikan hasil yang lebih baik dan waktu pemulihan yang lebih cepat bagi pasien.Pantangan setelah operasi katarak
Jika Anda merasakan adanya perubahan pada penglihatan Anda akibat katarak, Anda harus segera menjadwalkan kunjungan ke dokter mata. Untuk mendiagnosis katarak, dokter mata Anda akan melakukan beberapa tes, termasuk tes ketajaman penglihatan, pemeriksaan lampu celah, pemeriksaan retina, dan tonometri aplikasi. Operasi katarak umumnya hanya memakan waktu 15 menit, tetapi dokter akan menempatkan Anda di ruang pemulihan selama sekitar 30 menit, menunggu efek obat bius habis. Anda akan diminta untuk mengenakan pelindung mata selama beberapa jam setelah operasi dan saat Anda tidur siang atau tidur malam. Meskipun sebagian besar orang melaporkan penglihatan yang jernih beberapa jam setelah operasi, jangan khawatir jika penglihatan Anda menjadi buram, terdistorsi, atau bergelombang. Mata merah juga umum terjadi saat mata Anda berada dalam proses penyembuhan. Jika gejala-gejala ini tidak mereda setelah beberapa hari, laporkan kepada dokter mata. Gunakanlah obat tetes mata selama beberapa minggu pertama setelah operasi. Masa pemulihan secara keseluruhan umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga satu bulan penuh. Karena setiap orang sembuh secara berbeda, Anda harus melaporkan perkembangan kesembuhan Anda kepada dokter mata dan mengikuti anjuran mereka dengan cermat. Segera setelah operasi, dokter akan memberikan daftar berisi hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Anda harus mematuhi instruksi mereka untuk memastikan pemulihan yang cepat dan sukses. Ikuti saran mereka dengan serius dan jangan takut untuk mengajukan pertanyaan selama proses berlangsung. Masa pemulihan setiap orang berbeda dan dokter mata Anda mungkin akan memberikan instruksi khusus untuk mata Anda. Anda boleh menonton TV, menggunakan komputer, membaca buku, dan jalan-jalan. Inilah yang perlu Anda lakukan:- Menggunakan obat tetes mata sesuai petunjuk
- Beristirahat dengan tenang setidaknya selama beberapa hari
- Menggunakan pelindung mata saat tidur
- Memakai kacamata hitam di luar ruang
- Mengistirahatkan mata, jika mata terasa lelah
Baca Juga : Operasi Katarak SILC Lasik Center: Hasil Terbaik, Penglihatan Optimal
Di samping itu, ada beberapa hal yang menjadi pantangan bagi Anda untuk dilakukan, yaitu dilarang:- Menggosok mata
- Membiarkan sabun atau sampo masuk ke dalam mata
- Mengemudi, sebelum dokter mengizinkan
- Melakukan aktivitas berat dan mengangkat beban berat
- Berenang dan berendam di air panas untuk mencegah infeksi
- Memakai riasan mata setidaknya selama sebulan
- Bepergian dengan pesawat terbang
- Bersin dengan kuat
- Membungkuk setelah operasi untuk mencegah peningkatan tekanan
- Berada di area berdebu untuk mencegah terjadinya iritasi pada mata
- Kehilangan penglihatan
- Nyeri yang menetap, meskipun telah mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa resep dokter atau yang dijual bebas
- Warna kemerahan pada mata yang terus meningkat
- Kelopak mata bengkak
- Kilatan cahaya atau beberapa bintik baru (yang disebut floater), di depan mata Anda.