Ortho-K Bisa Atasi Astigmatisma Tinggi? Buktikan Sendiri!
Thursday, October 3, 2024 | SILC Lasik Center.jpg)
Satu dari tiga orang di dunia ini didiagnosis menderita jenis kelainan refraksi astigmatisma atau mata silinder. Apakah Anda juga demikian?
Kondisi ini merupakan kondisi umum yang ditemukan dan didiagnosis oleh dokter mata setiap hari. Ketika seseorang mengalami astigmatisma, struktur di dalam mata tidak berbentuk bulat sempurna dan dapat terlihat melengkung. Hal ini menyebabkan penglihatan Anda buram dan terdistorsi.
Tak usah khawatir, bahkan Anda yang mengalami astigmatisma yang parah pun bisa kembali mendapatkan penglihatan jernih. Bagusnya lagi, tanpa perlu pembedahan! Solusinya adalah Orthokeratology. Yuk, buktikan sendiri.
Apa itu astigmatisma?
Astigmatisma terjadi ketika permukaan mata kita memiliki bentuk yang tidak beraturan. Kondisi tersebut kemudian mencegah cahaya yang masuk ke mata terfokus dengan benar pada retina Anda. Selain lekukan kornea dan lensa yang tidak sempurna, cacat pada struktur lain di dalam mata juga dapat menyebabkan mata silinder. Sebagai akibatnya, penglihatan jadi terdistorsi dan berkabut.
Mata silinder bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu kondisi yang dapat dengan mudah diatasi. Sebagian besar dari kita terlahir dengan astigmatisma yang mungkin akan berkembang tapi bisa juga tidak.
Bayi yang lahir dengan astigmatisma biasanya akan sembuh dalam beberapa tahun. Hanya saja, tidak semua bayi dapat mengatasi kondisi ini. Jika tidak dikoreksi, mata silinder dapat berdampak negatif pada proses belajar dan perkembangannya. Karena itu, menjadwalkan pemeriksaan mata secara teratur merupakan langkah penting untuk mendeteksi astigmatisme dan kondisi mata lain yang belum dikoreksi.
Kapan perlu cek astigmatisma?
Anda bisa saja menderita astigmatisma, tapi tidak menyadari adanya perbedaan yang signifikan pada penglihatan Anda. Namun, ada beberapa tanda dan gejala umum yang mengindikasikan perlunya tes astigmatisma, misalnya:
1. Penglihatan buram
Astigmatisma merupakan kondisi kelengkungan yang tidak beraturan pada mata Anda, sehingga objek tampak buram atau terdistorsi. Perlu Anda ketahui, penglihatan yang buram secara terus-menerus bukanlah hal yang normal.
2. Menyipitkan mata
Sudah menjadi insting manusia untuk menyipitkan mata, saat mengalami kesulitan melihat atau memfokuskan mata pada objek tertentu yang mungkin terlihat tidak dengan jelas. Jika Anda mendapati diri Anda terus-menerus merasa harus atau merasa perlu menyipitkan mata agar dapat melihat dengan baik, pertimbangkan untuk mengunjungi dokter mata dan menjalani pemeriksaan mata, khususnya tes astigmatisma.
3. Sakit kepala kronis
Sakit kepala adalah hal yang wajar, tetapi mengalami sakit kepala secara rutin setiap hari dan terus-menerus bukanlah hal yang normal. Jika sakit kepala Anda terjadi setiap kali Anda mencoba membaca, bekerja, atau menonton film, inilah saatnya mengunjungi dokter mata untuk mengatasi masalah Anda.
4. Ketegangan mata
Rasa tidak nyaman atau rasa sakit pada mata Anda bukan hal yang harus Anda anggap normal. Penglihatan pasti berpengaruh terhadap aktivitas harian dan kualitas hidup Anda.
Jika merasa tidak nyaman setiap kali Anda mencoba melakukan tugas-tugas yang biasa Anda lakukan, terutama yang melibatkan fokus pada teks kecil atau menatap perangkat dengan layar yang memancarkan cahaya biru, pertimbangkan hal tersebut sebagai gejala umum. Periksakan diri Anda melalui tes astigmatisma.
5. Penglihatan malam terganggu
Karena astigmatisma membuat penglihatan kita jadi kabur, kurangnya cahaya membuat semua jadi lebih sulit. Jika Anda merasa tantangan untuk memfokuskan mata Anda lebih berat di malam hari, bahkan setelah cukup mendapatkan istirahat, sebaiknya Anda segera menemui dokter mata.
Kelima gejala tersebut merupakan umum dari astigmatisma, tapi tidak berarti Anda mengalami astigmatisma. Mungkin saja gejala tersebut merupakan gejala dari kondisi mata lain, seperti miopia, hipermetropia, atau kondisi mata yang lain. Untuk mengetahui dengan pasti apa yang terjadi pada mata Anda, lebih baik Anda memeriksakan mata Anda, terutama jika terjadi kesulitan melihat dan ada rasa sakit.
Cara tangani astigmatisma
Penderita astigmatisma akan mengalami penglihatan kabur dari segala jarak, karena permukaan depan mata atau lensa di dalam mata melengkung ke arah yang berbeda satu sama lain. Astigmatisma sering kali menyerang anak-anak, sehingga membuat mereka sulit berkonsentrasi di kelas atau mengikuti pelajaran olahraga.
Ada metode yang umum direkomendasikan dokter untuk mengatasi astigmatisma, yaitu kacamata, lensa kontak, dan bedah laser mata. Kacamata dan lensa kontak merupakan cara yang lebih sederhana untuk memperbaiki kondisi ini. Sementara itu, operasi mata merupakan solusi yang lebih permanen.
Ada pula perawatan dengan lensa Ortho-K, yang menjadi pilihan prosedur non-invasif tanpa perlu memakai kacamata sepanjang hari. Lensa Ortho-K mampu mengoreksi distorsi penglihatan pada arah vertikal dan horizontal. Di samping itu, Ortho-K dapat memberikan hasil yang memuaskan pada kasus astigmatisma rendah hingga sedang (umumnya hingga -2.50).
Keunggulan Ortho-K
Ortho-K bisa dibilang merupakan salah satu treatment paling inovatif untuk astigmatisma. Lensa kontak yang dirancang khusus ini diresepkan oleh dokter untuk dipakai semalaman.
Saat Anda tidur, lensa ini akan membentuk kembali kornea dengan lembut dan hati-hati. Ketika Anda bangun, kornea Anda telah dibentuk ulang menjadi bentuk yang memungkinkan Anda melihat dengan jelas tanpa memerlukan kacamata atau lensa kontak di siang hari. Ini adalah keuntungan signifikan bagi Anda yang memiliki gaya hidup aktif.
Itulah kenapa Ortho-K nyaman bagi Anda yang gemar berolahraga, terutama olahraga kontak atau olahraga air yang tidak cocok bagi pengguna kacamata. Ortho-K juga nyaman bagi Anda yang bekerja di lingkungan berdebu atau kotor. Lingkungan seperti ini membuat perawatan kacamata atau lensa kontak biasa jadi lebih sulit.
Keunggulan utama dari Ortho-K adalah tidak ada prosedur pembedahan dan bersifat reversible (dapat dikembalikan ke kondisi semula). Kalau pada suatu waktu Anda ingin berhenti memakai lensa Ortho-K, secara bertahap kornea Anda akan kembali ke bentuk semula, Akibatnya, penglihatan Anda juga akan kembali ke kondisi semula. Hal ini membuat Ortho-K menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ragu-ragu untuk menjalani prosedur pembedahan permanen.
Yang juga membuat Ortho-K unggul secara signifikan adalah lensa ini bisa digunakan oleh segala usia, termasuk untuk anak-anak dan remaja. Khusus bagi anak-anak, Ortho-K dapat sekaligus membantu mengatasi perkembangan miopia, mengurangi risiko rabun jauh, dan kondisi mata yang lebih serius di kemudian hari. Ditambah lagi, anak dan remaja cenderung tidak nyaman pakai kacamata atau enggan merawat lensa kontak dengan cermat.
Selain itu, karena lensa ini dipakai pada malam hari, risiko mata kering dan iritasi berkurang. Hal ini merupakan masalah umum pada lensa kontak tradisional yang dipakai pada siang hari. Dengan begitu, Ortho-K merupakan metode koreksi yang nyaman bagi Anda yang alergi akibat pemakaian lensa kontak sepanjang hari.
Pilih lensa yang mana?
Ada dua jenis lensa Ortho-K yang bisa Anda pilih untuk mengatasi astigmatisma, yaitu sferis dan toric. Lensa Ortho-K sferis biasanya digunakan untuk kasus astigmatisme ringan hingga sedang. Lensa ini membentuk ulang kornea secara merata, sehingga efektif bagi banyak orang.
Tapi, bagi mereka yang mengalami astigmatisme parah, dokter akan merekomendasikan lensa Ortho-K toric. Lensa ini memiliki desain yang lebih kompleks. Desain tersebut memungkinkan pembentukan ulang kornea sesuai yang ditargetkan, yaitu mengatasi ketidakteraturan tertentu pada kelengkungan kornea.
Pemilihan antara lensa Ortho-K sferis dan toric bergantung pada derajat astigmatisma dan karakteristik spesifik kornea Anda. Selama konsultasi awal, dokter akan melakukan pemeriksaan topografi kornea secara mendetail. Teknik pencitraan ini memetakan permukaan kornea Anda, memberikan informasi penting tentang bentuk dan variasi kelengkungan. Data ini membantu dokter menentukan desain lensa mana yang akan memberikan koreksi yang paling sesuai dan paling efektif.
Pendekatan yang disesuaikan akan memastikan bahwa lensa terpasang dengan nyaman dan memberikan koreksi penglihatan yang optimal. Ini bukan solusi yang cocok untuk semua orang; setiap pasang lensa disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan unik mata Anda.
Secepat apa penglihatan Anda membaik?
Ketika Anda mulai memakai lensa Ortho-K, Anda akan melihat perubahan kecil pada penglihatan Anda secara bertahap. Jangka waktu perubahan ini akan bervariasi berdasarkan masalah penglihatan Anda yang unik dan berapa banyak koreksi yang Anda butuhkan. Berdasarkan resep Anda, Anda mungkin akan merasakan koreksi pada penglihatan Anda sebagai berikut:
Hari pertama
Setelah malam pertama memakai lensa Ortho-K, Anda mungkin akan merasa penglihatan Anda meningkat. Koreksi ini bersifat sementara. Jadi, pakailah lensa setiap malam untuk mempertahankan penglihatan yang jelas. Anda juga akan menemui dokter mata setelah malam pertama penggunaan untuk memastikan lensa terpasang dengan benar dan berfungsi sesuai harapan.
Minggu pertama
Jika terus memakai lensa, Anda akan merasa penglihatan Anda semakin membaik. Tapi, biasanya penglihatan Anda akan sedikit buram atau ada lingkaran cahaya di sekitar lampu, terutama dalam kondisi cahaya redup. Efek samping ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga seminggu. Tergantung pada resep Anda, Anda mungkin perlu mengunjungi dokter setelah minggu pertama pemakaian untuk memastikan lensa terus bekerja sesuai target.
Bulan pertama
Di akhir bulan pertama, Anda seharusnya sudah mendapatkan koreksi penuh dengan lensa Ortho-K, tapi tergantung pada resep awal Anda. Pengguna Ortho-K umumnya sudah bisa melihat dengan jernih, walaupun masih ada beberapa efek samping ringan, seperti halo atau silau di sekitar cahaya. Sehingga, Anda perlu mengunjungi dokter lagi.
Tiga bulan
Setelah tiga bulan, Anda perlu melakukan kunjungan lanjutan untuk memastikan bahwa penglihatan Anda stabil dan lensa terpasang dengan sempurna. Anda mungkin juga perlu menyesuaikan resep berdasarkan kebutuhan penglihatan Anda.
Enam bulan dan seterusnya
Dengan penggunaan rutin, lensa Ortho-K dapat memberikan koreksi penglihatan jangka panjang. Anda harus terus memakai lensa setiap malam untuk mempertahankan penglihatan yang jernih dan harus melakukan kunjungan ke dokter mata setiap 3 hingga 6 bulan. Atau, ada kemungkinan Anda juga perlu penyesuaian resep pada lensa.
Bagi Anda yang tidak nyaman dengan tindakan bedah, Ortho-K bisa menjadi solusi yang tepat. Untuk mencari tahu lebih jauh soal Ortho-K, hubungi dokter ahli di SILC Lasik Center dan dapatkan solusi terbaik untuk penglihatan Anda. Lewat pemeriksaan mata yang menyeluruh, dokter di SILC bisa merekomendasikan treatment terbaik sesuai kebutuhan Anda.