ARTIKEL

Gejala Mata Minus Pada Pekerja Kantoran

Wednesday, February 26, 2025 | SILC Lasik Center
gejala-mata-minus-pada-pekerja-kantoran

Gejala Mata Minus Pada Pekerja Kantoran

Miopia (rabun jauh atau mata minus) memengaruhi jutaan orang di dunia dengan tingkat pertumbuhan yang mengejutkan selama dua dekade terakhir. Tak aneh jika kondisi ini diperkirakan bisa menjadi epidemi global.

Mata minus diproyeksikan akan memengaruhi 58% populasi dunia pada tahun 2050. Lonjakan kasus miopia telah mendorong penelitian tentang efek layar komputer, dan cahaya biru yang dipancarkannya pada mata kita. Lalu, bagaimana dengan pekerja kantoran yang setiap hari perlu menggunakan komputer? Bagaimana paparan komputer berkaitan dengan kondisi ini, dan bagaimana Anda dapat mencegahnya untuk melindungi mata Anda?

Miopia dan pengguna komputer

Miopia bukanlah penyakit mata, melainkan gangguan pemfokusan mata. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakmampuan mata untuk membiaskan atau membelokkan cahaya sebagaimana mestinya. Cahaya dari objek yang jauh akan membentuk bayangan sebelum mencapai retina. Kelainan refraksi ini menyebabkan penglihatan kabur pada benda-benda yang jauh dan benda-benda yang dekat terlihat jelas.

Miopia terjadi ketika mata terlalu panjang atau kornea terlalu curam. Miopia yang tidak diatasi dapat menyebabkan sakit kepala, ketidaknyamanan pada mata, dan penurunan penglihatan lebih lanjut. Prevalensi miopia yang terus meningkat membuatnya jadi masalah kesehatan masyarakat yang harus dihadapi oleh dunia.

Menurut penelitian terbaru dari American Optometric Association, mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja dan membaca di depan layar komputer, atau melakukan aktivitas visual jarak dekat lainnya, terbukti lebih berisiko terkena masalah penglihatan seperti miopia.

Hal ini terutama terjadi pada anak-anak yang menghabiskan waktu di depan layar secara berlebihan sebelum usia 10 tahun, saat mata mereka masih berkembang. Jumlah waktu yang dihabiskan di depan perangkat digital dalam jarak dekat, ditambah dengan cahaya biru dari perangkat digital dan layar LED, pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kesehatan mata.

Meskipun mata dapat memblokir banyak sinar UV yang merusak, sinar biru dapat melewati lensa dan kornea langsung ke retina dan saraf yang peka terhadap cahaya, sehingga merusak pigmen makula di mata. Kerusakan ini menyebabkan degenerasi makula dan pada akhirnya kebutaan.

Meskipun degenerasi makula umumnya terjadi pada orang dewasa Amerika yang berusia 40 tahun ke atas, para ahli kesehatan memperkirakan bahwa lebih banyak lagi generasi muda yang akan mengalami degenerasi makula dengan kecepatan yang lebih tinggi akibat perangkat elektronik. Glaukoma, mata kering, dan penyakit degeneratif lainnya juga dapat disebabkan oleh terlalu banyak terpapar layar.

Apakah kacamata pemblokir cahaya biru berguna?

Kita sering kali tidak menyadari bahaya cahaya biru meskipun prevalensinya semakin meningkat. Lensa dan kacamata pemblokir cahaya biru khusus dapat memberikan Anda perlindungan dari paparan cahaya biru yang berbahaya, tetapi lensa dan kacamata tersebut tidak boleh digunakan sebagai pendekatan yang berdiri sendiri.

Untuk mengurangi risiko yang terkait dengan paparan sinar biru dalam waktu lama, pertimbangkan untuk menerapkan aturan 20-20-20 ke dalam rutinitas harian Anda. Aturan ini menyarankan bahwa untuk setiap 20 menit yang dihabiskan untuk melihat layar, Anda harus melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki selama setidaknya 20 detik.

Latihan ini membantu mengurangi kelelahan mata dengan memberikan mata Anda kesempatan untuk beristirahat. Hal ini sangat penting terutama selama berjam-jam penggunaan layar secara berturut-turut, yang dapat terjadi selama bekerja atau bermain game dalam waktu yang lama. Sering beristirahat tidak hanya mengurangi ketegangan pada mata Anda, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan mata secara keseluruhan.

Selain itu, pertimbangkan untuk mengurangi waktu di depan layar, meredupkan kecerahan layar, atau memasang filter layar matte. Mempraktikkan kebiasaan sehat ini, dan pemeriksaan dengan dokter mata terlatih yang ahli dalam pencegahan miopia, dapat memberi Anda penglihatan yang baik.

Jika tugas sekolah, pekerjaan, atau hobi seperti media sosial dan video game membuat Anda terpapar sinar biru, berkonsultasilah dengan dokter mata Anda untuk mengetahui cara melindungi kesehatan mata Anda.

Strategi pengendalian, penanganan, dan pencegahan miopia dapat membantu memperlambat perkembangan miopia dan dalam situasi tertentu mencegah terjadinya miopia. Kombinasi tindakan sadar kesehatan, termasuk perubahan gaya hidup atau pembentukan ulang kornea Ortho-K dapat memberikan hasil terbaik.

Gejala rabun jauh bagi pekerja kantoran

Jika mata sering lelah, kering, atau sakit kepala akibat miopia, kondisi ini bisa mengganggu fokus pekerja saat bekerja. Mereka akan kesulitan membaca laporan atau mengetik di komputer dalam waktu lama, yang dapat menyebabkan pekerjaan selesai lebih lambat dari yang seharusnya.

Di samping itu, mata minus bisa menyebabkan Anda sering membuat kesalahan dalam pekerjaan, seperti salah membaca angka dalam laporan keuangan atau kesalahan mengetik dalam email penting. Ujung-ujungnya, mata minus bisa mengurangi kepuasan kerja dan meningkatkan stres akibat ketidaknyamanan penglihatan yang terus-menerus.

Ini beberapa gejala yang umum terjadi pada pekerja kantoran dengan mata minus:

1. Sulit melihat objek jauh dengan jelas

Miopia menyebabkan penglihatan kabur ketika melihat objek yang jauh. Pekerja kantoran mungkin menyadari bahwa mereka sulit melihat jam dinding dari seberang ruangan, melihat papan pengumuman atau layar proyektor saat presentasi, atau membaca nama kolega atau papan nama di pintu kantor dari kejauhan.

Kondisi ini bisa menjadi semakin nyata, saat mereka mengalihkan pandangan dari layar komputer ke melihat objek di kejauhan, misalnya ketika bangun dari kursi dan melihat ke luar jendela.

Gejala ini membuat Anda mendapat tantangan, misalnya sulit mengikuti rapat karena tidak bisa membaca presentasi di layar dari kejauhan, harus berpindah tempat atau mendekatkan diri ke layar proyektor untuk memahami informasi. Hal tersebut bisa menyebabkan rasa frustrasi atau bahkan menurunkan kepercayaan diri dalam berinteraksi di tempat kerja.

2. Sering menyipitkan mata

Menyipitkan mata adalah cara alami untuk meningkatkan fokus dan ketajaman penglihatan sementara. Namun, jika sering dilakukan, hal ini bisa menjadi indikasi bahwa miopia semakin memburuk. Kondisi tersebut terjadi jika Anda mencoba membaca teks kecil di layar komputer dari jarak tertentu, melihat rambu-rambu atau tanda di kejauhan saat berjalan di luar kantor, atau melihat nomor kendaraan di parkiran kantor dari kejauhan.

Terlalu sering menyipitkan mata bisa menimbulkan dampak tersendiri. Misalnya, ketegangan otot wajah yang bisa menyebabkan sakit kepala, mata lebih cepat lelah karena terus berusaha menyesuaikan fokus. Kebiasaan ini bisa menjadi refleks yang tidak disadari dan bisa memperburuk ketidaknyamanan.

3. Sakit kepala atau ketegangan mata

Pekerja kantoran sering mengalami digital eye strain karena menatap layar dalam waktu lama. Jika mereka memiliki miopia yang tidak terkoreksi, otak akan bekerja lebih keras untuk memproses gambar yang buram. Hal ini dapat menyebabkansakit kepala di bagian dahi atau sekitar mata, rasa berat di sekitar pelipis setelah berjam-jam bekerja, dan sensasi tegang di mata, terutama saat harus berkonsentrasi penuh.

Kondisi tersebut dapat mengurangi produktivitas karena sering harus berhenti bekerja akibat sakit kepala, juga meningkatkan stres kerja karena ketidaknyamanan yang terus-menerus.

4. Mata cepat lelah

Mata kering sering terjadi pada pekerja kantoran karena mereka jarang berkedip saat menatap layar. Kombinasi dengan miopia bisa memperburuk kondisi ini, karena mata dipaksa bekerja lebih keras untuk fokus. Ciri-ciri yang sering dirasakan adalah mata terasa perih, berpasir, atau gatal setelah lama bekerja, sering mengucek mata karena merasa tidak nyaman, juga pandangan kadang buram setelah melihat layar terlalu lama.

Jika tidak ditangani, kondisi tersebut bisa menyebabkan iritasi mata yang kronis, mengganggu kenyamanan saat bekerja, menyebabkan seringnya jeda dalam produktivitas. Sementara itu, jika terlalu sering memaksakan mata bekerja keras, kondisi miopia bisa memburuk.

5. Mendekatkan objek agar terlihat jelas

Pekerja kantoran dengan miopia sering kali tanpa sadar membawa handphone lebih dekat ke wajah saat membaca pesan, membawa dokumen atau buku lebih dekat ke mata saat membaca, juga mendekatkan kepala ke layar komputer saat bekerja. Ini terjadi karena mata mereka tidak bisa fokus dengan baik pada jarak normal.

Kebiasaan ini bisa menyebabkan postur kerja yang buruk, seperti membungkuk terlalu dekat ke meja, juga memicu nyeri leher dan punggung akibat kebiasaan menunduk terlalu lama. Jika miopia tidak dikoreksi, kebiasaan ini bisa mempercepat progres miopia.

6. Sulit beradaptasi dengan perubahan cahaya

Penderita miopia sering mengalami kesulitan ketika berpindah dari ruangan terang ke ruangan gelap, misalnya dari ruang kantor ke parkiran bawah tanah. Sebaliknya, mereka juga kesulitan ketika pindah dari ruangan gelap ke ruangan terang, misalnya saat keluar dari kantor ke luar ruangan. Mereka mungkin mengalami penglihatan buram sementara atau silau berlebihan dalam kondisi ini.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan rasa tidak nyaman saat berpindah tempat di kantor. Misalnya, jika harus bekerja di ruangan dengan pencahayaan redup, misalnya ruang meeting, bisa lebih sulit melihat dengan jelas.

7. Sulit melihat saat mengemudi di malam hari

Banyak pekerja kantoran yang pulang kerja saat malam hari dan menyadari bahwa mereka mengalami kesulitan saat melihat rambu jalan atau plat nomor kendaraan di kejauhan, silau berlebihan dari lampu kendaraan lain, dan pandangan terasa buram di kondisi cahaya rendah.

Hal tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas akibat keterlambatan dalam bereaksi, juga bisa menyebabkan kecemasan saat mengemudi di malam hari.

Mengatasi gejala miopia

Untuk mengurangi dampak miopia saat bekerja di depan komputer, pekerja kantoran bisa menerapkan beberapa langkah berikut:

1. Menggunakan kacamata atau lensa kontak

Pastikan kacamata atau lensa kontak yang digunakan memiliki koreksi yang tepat untuk menghindari ketegangan mata. Pilih lensa anti refleksi untuk mengurangi silau dari layar komputer.

2. Mengatur posisi dan pencahayaan monitor

Layar komputer harus berada sejajar dengan mata dan berjarak sekitar 50-70 cm dari wajah. Gunakan pencahayaan yang cukup untuk mengurangi kontras antara layar dan lingkungan sekitar.

3. Menjaga kelembapan mata

Seringlah mengedipkan mata saat bekerja untuk mencegah mata kering. Gunakan tetes mata lubrikan, jika mata terasa kering atau iritasi.

4. Menjalani LASIK

LASIK merupakan opsi yang sangat baik untuk mengatasi miopia. Anda bisa bekerja dengan produktif, karier pun akan melesat.

SILC Lasik Center mempunyai reputasi sangat baik dalam bidang LASIK. Berbekal peralatan sangat canggih dan dokter ahli berpengalaman, ratusan pasien berhasil mendapatkan penglihatan yang sangat baik. Jika Anda memiliki masalah rabun jauh, jangan ragu menghubungi SILC segera.