ARTIKEL

LASIK Sesudah Operasi Katarak? Bisa, Dong!

Thursday, October 3, 2024 | SILC Lasik Center
lasik-sesudah-operasi-katarak-bisa-dong

LASIK Sesudah Operasi Katarak? Bisa, Dong!

Apakah Anda baru saja menjalani operasi katarak, tapi sedang mempertimbangkan metode lain untuk memperbaiki penglihatan Anda? Sebenarnya, ketika di awal Anda menentukan untuk menjalani operasi laser katarak, Anda tak lagi memerlukan bedah laser refraktif. Karena, selain dapat mengatasi katarak, operasi katarak dengan laser juga dapat mengatasi masalah kelainan refraksi.

Tapi, kalau Anda masih belum puas dengan penglihatan Anda setelah operasi katarak, Anda bisa mempertimbangkan LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis). Ada sederet benefit yang bisa dipetik, jika Anda memilih LASIK setelah menjalani operasi katarak. Asalkan, Anda menjadi kandidat yang layak.

Jadi, LASIK sesudah operasi katarak? Bisa, dong!

Kenapa perlu LASIK setelah operasi katarak?

Sebenarnya, sebagian besar orang yang telah menjalani operasi katarak tidak memerlukan LASIK, seandainya mereka puas dengan tingkat ketajaman penglihatan saat ini. Apalagi, kalau mereka tidak keberatan menggunakan lensa korektif, seperti kacamata atau lensa kontak.

Karena itu, operasi LASIK tidak selalu diperlukan, setelah operasi katarak. Diperkirakan, hanya sekitar 6 persen pasien katarak yang menggunakan lensa intraokuler premium (IOL) memerlukan pembedahan refraktif laser. Dan, prosedur yang paling sering dilakukan adalah LASIK dan PRK. Hanya saja, penelitian saat ini menunjukkan bahwa sulit untuk memprediksi kapan Anda memerlukan LASIK setelah operasi katarak.

Tapi, prosedur laser mata, seperti LASIK, memang dapat membantu pasien yang mengalami komplikasi akibat operasi katarak, sehingga menurunkan tingkat ketajaman penglihatan, atau pasien yang tidak puas dengan tingkat ketajaman penglihatannya saat ini. Bagi kandidat yang memenuhi syarat, LASIK dapat meningkatkan kejernihan penglihatan mereka secara dramatis, tanpa perlu menggunakan lensa korektif.

Setelah operasi katarak, penglihatan Anda akan membaik. Karena, katarak yang menghalangi penglihatan Anda, akan hilang. Dokter yang melakukan operasi katarak juga dapat mengoreksi kelainan refraksi Anda selama prosedur katarak. Saat operasi, lensa alami Anda akan diganti oleh dokter dengan IOL yang dapat meningkatkan ketajaman penglihatan Anda.

Hanya saja, beberapa kelainan refraksi minor mungkin masih akan ada, setelah operasi katarak. Dalam kasus semacam ini, LASIK dapat menjadi pilihan yang baik untuk memperbaiki masalah tersebut.

Meski demikian, operasi katarak modern dengan metode diagnostik pra-operasi yang canggih, seperti pemilihan dan perhitungan lensa intraokuler (IOL) yang tepat, serta analisis biometrik dengan akurasi tinggi, memungkinkan dokter bedah katarak untuk mencapai tujuan operasi katarak sebagai prosedur refraktif tanpa kelainan refraksi.

Selain itu, jika Anda tidak ingin menggunakan kacamata untuk penglihatan jarak dekat dan jarak jauh setelah operasi katarak, Anda dapat mengkonsultasikan hal tersebut dengan dokter mata Anda. Sebab, jenis lensa IOL yang sesuai dengan kebutuhan penglihatan Anda dapat diimplan dengan bantuan teknologi lensa intraokuler yang mutakhir.

Kelainan refraksi setelah operasi katarak?

Ada kalanya pasien menghadapi situasi yang mengganggu, ketika justru mengalami kelainan refraksi, setelah operasi katarak. Artinya, Anda harus memakai kacamata atau lensa kontak setelah operasi.

Bagaimana kelainan refraksi residual ini terjadi setelah operasi katarak, sehingga pasien harus memakai kacamata? Penelitian menunjukkan bahwa hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor. Misalnya, perhitungan panjang aksial yang tidak tepat, dan astigmatisma sudah ada sebelumnya. Di samping itu, hal tersebut juga dapat terjadi pada beberapa pasien, yang sebelumnya pernah menjalani operasi koreksi penglihatan.

Kelainan refraksi dapat dikoreksi dengan operasi katarak modern, yang juga merupakan prosedur refraktif, terutama jika pasien memiliki akomodasi yang buruk, yaitu refleks mata yang buruk untuk fokus pada objek yang dekat ke objek yang jauh, dan sebaliknya.

Benefit LASIK sesudah operasi katarak

Jika tingkat ketajaman penglihatan Anda lebih buruk daripada yang Anda inginkan setelah operasi katarak, LASIK juga menjadi salah satu pilihan untuk memperbaikinya. Meskipun bukan pilihan yang tepat untuk semua orang, banyak orang dapat memperoleh manfaat dari prosedur LASIK setelah operasi katarak. Dengan begitu, mereka berpotensi mendapatkan kembali kemampuan membaca atau mengemudi tanpa lensa korektif.

LASIK membantu memperbaiki ketajaman penglihatan Anda, dan dapat dilakukan pada pasien yang baru menjalani operasi katarak dengan jarak waktu yang akan ditentukan oleh dokter. Prosedur ini aman bagi Anda yang dianggap sebagai kandidat yang baik.

Data mengenai LASIK cukup menjanjikan. Riset menunjukkan bahwa orang yang menjalani LASIK sesudah prosedur implan lensa sering kali memiliki tingkat refraksi ±1,00 dioptri dari tingkat refraksi target. Ini merupakan tingkat koreksi yang memungkinkan pasien untuk melakukan aktivitas, seperti membaca atau mengemudi tanpa tindakan korektif lebih lanjut. Maksudnya, Anda hanya perlu kacamata atau lensa kontak dengan resep sangat kecil.

Manfaat lain dari menjalani operasi LASIK setelah operasi penggantian lensa adalah operasi laser mata dapat mengoreksi kelainan refraksi yang terjadi setelah operasi katarak, seperti penglihatan kabur pada jarak tertentu. Kepuasan pasien akan meningkat signifikan berkat hal tersebut.

Kandidat LASIK, setelah operasi katarak

Kandidat yang ideal untuk menjalani LASIK adalah mereka yang memiliki kesehatan umum dan kesehatan mata yang baik, serta telah menggunakan kacamata atau lensa kontak yang stabil selama setidaknya satu tahun. Secara umum, LASIK adalah pilihan yang baik bagi mereka yang telah menjalani operasi katarak dan memiliki kelainan refraksi residual ringan yang dapat dikoreksi dengan mudah dengan LASIK.

LASIK melibatkan penggunaan laser atau pisau bedah untuk membuat flap pada mata. Setelah prosedur selesai, flap harus diberi waktu untuk sembuh dengan baik. Jika Anda memiliki gaya hidup atau pekerjaan yang tidak memungkinkan untuk beristirahat dari aktivitas fisik yang berat, LASIK bukanlah pilihan yang tepat untuk Anda, terlepas dari apakah Anda pernah menjalani operasi katarak atau tidak. Sebab, Anda baru dapat kembali beraktivitas seperti biasa sehari setelah operasi.

Orang yang memiliki kondisi kesehatan yang dapat mengganggu proses penyembuhan sebaiknya juga menghindari LASIK. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa membuat LASIK tidak cocok untuk Anda. Misalnya, pupil mata yang besar, kornea yang tipis, kondisi autoimun, dan diabetes. Juga, jika Anda memerlukan perubahan pada kacamata atau resep lensa kontak Anda dalam satu tahun terakhir, maka LASIK mungkin bukan pilihan yang tepat bagi Anda.

Menjalani LASIK setelah operasi katarak aman-aman saja. Dengan asumsi, pasien tidak memiliki faktor risiko yang menonjol. LASIK setelah operasi katarak masih dalam tingkat risiko yang dapat diterima oleh sebagian besar orang. Jangan lupa, setiap operasi mata memiliki potensi komplikasi, termasuk LASIK,

Sama amannya, ini alternatif LASIK

LASIK memang menawarkan penglihatan yang tajam dan jernih. Hanya saja, batasannya cukup banyak, demi keamanan dan efektivitas prosedur itu sendiri. Jika Anda membutuhkan bedah laser mata setelah operasi LASIK, ada opsi lain yang bisa Anda diskusikan dengan dokter.

Pertama, PRK (Photorefractive Keratectomy) yang umum dilakukan. Prosedur ini melibatkan pengangkatan epitel mata untuk mencapai kornea di bawahnya. Dalam hal teknik pembedahan, metode PRK berbeda dari LASIK, yang melibatkan pembuatan flap, Tapi, tujuan dari kedua prosedur tersebut sama.

PRK sering kali menjadi pilihan yang tepat bagi banyak pasien, bahkan bagi pasien yang tidak memenuhi syarat untuk LASIK. Tingkat ketajaman penglihatan yang dihasilkan secara keseluruhan sebanding dengan hasil LASIK. Jika Anda merupakan kandidat untuk LASIK dan PRK, dokter Anda akan menilai kondisi mata dan tujuan penglihatan Anda, serta merekomendasikan pilihan terbaik untuk situasi Anda.

Kedua, Pertukaran IOL. Dalam prosedur ini, IOL Anda ditukar dengan IOL baru, yang secara teori dapat memperbaiki kelainan refraksi dan membantu meningkatkan ketajaman penglihatan Anda. Prosedur ini tidak umum dilakukan setelah operasi katarak, tetapi dapat memberikan hasil penglihatan yang baik.

Dokter bedah juga dapat melakukan pemasangan IOL. Itu berarti mereka memasang lensa kedua, bukan mengganti lensa yang telah dipasang ketika operasi katarak awal.

LASIK setelah operasi katarak

Ketika Anda menjalani operasi katarak, dokter membuat sayatan kecil untuk mengangkat lensa yang mengalami katarak. Selama pembedahan katarak dengan laser, lensa alami yang keruh diangkat, tanpa menggunakan pisau. Sebagai gantinya, laser membuat sayatan di dekat kornea. Kemudian, laser menggunakan energi untuk melembutkan dan memecah lensa, lalu mengeluarkan potongan-potongan melalui sayatan tersebut.

Lensa alami Anda kemudian diganti dengan lensa buatan atau IOL. Dengan menjalani operasi katarak laser, Anda sebenarnya tak perlu LASIK.

LASIK merupakan operasi laser mata yang membentuk kembali kornea. Operasi ini dapat memperbaiki rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisma (mata silinder). Ketika melakukan operasi LASIK, dokter akan menciptakan flap kecil pada bagian kornea. Sejumlah kecil jaringan kemudian dikeluarkan dari kornea, untuk membentuknya kembali.

Membentuk kembali kornea memungkinkan kelainan refraksi diperbaiki dan dikoreksi secara permanen. Setelah sebagian kecil jaringan telah diangkat, flap kemudian dibiarkan sembuh dengan sendirinya.

Pembentukan ulang kornea memungkinkan kelainan refraksi diperbaiki dan dikoreksi secara permanen. LASIK juga metode yang aman dan efektif untuk mengoreksi kelainan refraksi residual pada pasien yang sebelumnya telah menggunakan IOL monofokal atau multifokal setelah operasi katarak, sehingga membantu mendapatkan penglihatan yang lebih baik.

LASIK adalah prosedur koreksi refraksi paling akurat yang dapat dilakukan setelah operasi katarak untuk mengatasi kelainan refraksi residual, sehingga pasien tidak perlu menjalani prosedur bedah intraokuler lebih lanjut. Selain itu, LASIK dapat memberikan akurasi yang lebih baik daripada Pertukaran IOL, terutama untuk mengoreksi angka silinder.

Pasien yang sebelumnya telah menjalani kapsulotomi YAG akan mengalami kesulitan dalam hal penukaran lensa, sehingga LASIK lebih mudah dilakukan pada mata pasien tersebut. Tapi, pasien dengan kelainan refraksi residual yang tinggi harus berkonsultasi dengan dokter mata, karena ketebalan kornea merupakan faktor penting dalam evaluasi pra-LASIK.

Katarak dan kelainan refraksi menyebabkan gangguan penglihatan, yang bisa menghambat aktivitas harian Anda. Bukan kebetulan jika SILC Lasik Center merupakan klinik yang ahli dalam mengatasi kedua masalah tersebut. Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pasien, SILC didukung oleh dokter ahli dan dilengkapi peralatan yang mutakhir.