ARTIKEL

Resiko Operasi Lasik

Tuesday, May 30, 2017 | SILC Lasik Center
resiko-operasi-lasik

Resiko Operasi Lasik

Tak pelak lagi, bahwa teknologi bedah refraktif sudah semakin canggih untuk saat ini. Waktu demi waktu para peneliti dan ophthalmology berpikir keras, bagaimana menciptakan sebuah mesin berteknologi canggih sehingga memudahkan baik dari sisi operator maupun dari sisi pasien dengan hasil yang tentunya sangat memuaskan atau paling tidak sesuai dengan harapan kalau memang melebihi tidak bisa. Berbagai feature tambahan disematkan dari teknologi sebelumnya, tak lain untuk meningkatkan rasa aman dan presisi serta kecepatan yang tinggi, sehingga hasilnya memuaskan. Namun, semua tindakan medis/operasi tentu ada kemungkinan risikonya, paling tidak dengan teknologi serba canggih dewasa ini, risiko itu bisa diminimalisir atau bahkan ditiadakan.



LASIK saat ini menggunakan teknologi yang semakin presisi. Namun, apakah LASIK benar-benar bebas risiko?

Jawabannya: tidak ada tindakan medis yang dapat menjanjikan risiko nol.  Dan di SILC Lasik Center, para staf dan tenaga medis selalu memberikan penjelasan kepada pasien secara mendetil dan terperinci agar pasien memahami prosedur Laser Vision Correction yang akan diambil.

LASIK atau Laser-Assisted in Situ Keratomileusis merupakan salah satu prosedur bedah refraktif yang dilakukan untuk mengoreksi gangguan refraksi seperti mata minus, plus, dan astigmatisme. Teknologi laser yang semakin berkembang membantu dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi yang semakin baik.

Namun, keberhasilan LASIK tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan mesin. Kondisi mata pasien, hasil pemeriksaan sebelum operasi, perencanaan tindakan, teknologi yang digunakan, pengalaman dokter, serta perawatan setelah operasi semuanya berperan terhadap hasil LASIK.
Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan sekadar “Apakah LASIK aman?”, tetapi:
“Apa saja risiko LASIK, siapa yang berisiko mengalaminya, dan bagaimana risiko tersebut dapat diminimalkan?”
Artikel ini membahasnya secara lengkap agar calon pasien memiliki informasi yang lebih realistis sebelum memutuskan menjalani Laser Vision Correction.

Apakah LASIK Aman?


Secara umum, LASIK merupakan prosedur bedah refraktif yang telah digunakan secara luas. Namun, seperti prosedur medis lainnya, LASIK tetap memiliki potensi efek samping dan komplikasi.
FDA, misalnya, mencatat sejumlah kemungkinan setelah operasi refraktif, termasuk mata kering, koreksi yang kurang atau berlebihan, glare, halos, starburst, gangguan penglihatan malam, serta kemungkinan masih membutuhkan kacamata atau tindakan tambahan. 
Artinya, teknologi LASIK yang semakin canggih bukan berarti seluruh risiko dapat dihilangkan.
Teknologi modern justru berperan dalam membantu dokter:
• mendapatkan data kondisi mata yang lebih lengkap,
• melakukan perencanaan tindakan secara lebih presisi,
• mempertimbangkan karakteristik kornea,
• menyesuaikan treatment dengan kondisi pasien,
• dan memantau proses laser selama tindakan.
Dengan demikian, tujuan utama teknologi bukan sekadar membuat prosedur lebih cepat, tetapi membantu meningkatkan keamanan, presisi, dan prediktabilitas hasil sesuai kondisi masing-masing pasien.



Apa yang Menentukan Risiko LASIK?

Risiko LASIK tidak hanya bergantung pada mesin laser.
Ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum tindakan.

1. Kondisi mata pasien


Setiap orang memiliki kondisi mata yang berbeda.
Dokter perlu menilai antara lain:
• ukuran minus, plus, dan silinder,
• kondisi kornea,
• ketebalan kornea,
• bentuk dan topografi kornea,
• kondisi permukaan mata,
• produksi dan kualitas air mata,
• ukuran pupil,
• stabilitas ukuran refraksi,
• serta riwayat kesehatan mata.

2. Pemeriksaan terhadap ketebalan kornea dan kondisi mata kering, misalnya, merupakan bagian penting dalam penilaian kelayakan LASIK.


3. Dokter dan perencanaan tindakan

LASIK bukan sekadar proses “menembakkan laser ke mata”.
Sebelum tindakan, dokter harus menentukan apakah pasien memang kandidat yang sesuai dan treatment seperti apa yang paling tepat.
Karena itu, pemeriksaan sebelum LASIK memiliki peranan yang sangat penting.

4. Kondisi setelah operasi

Hasil LASIK juga dipengaruhi oleh proses pemulihan dan kepatuhan pasien terhadap instruksi dokter.
Pasien perlu mengikuti jadwal kontrol, menggunakan obat atau tetes mata sesuai petunjuk, serta menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan risiko gangguan selama masa pemulihan.



Apa Saja Risiko LASIK?

Beberapa efek samping atau risiko yang dapat muncul setelah LASIK antara lain mata kering, under-correction atau over-correction, glare dan halos, perubahan kualitas penglihatan malam, serta kemungkinan masih membutuhkan kacamata atau tindakan tambahan.
Mari kita bahas satu per satu.
 

1. Mata Kering Setelah LASIK (Dry Eye)


Mata kering merupakan salah satu efek samping yang paling sering dibicarakan setelah LASIK.
Setelah tindakan, sebagian pasien dapat mengalami mata terasa kering, sepet, seperti ada pasir atau benda asing, perih, mudah lelah, atau penglihatan yang sesekali terasa buram.
Kondisi ini berkaitan antara lain dengan perubahan pada saraf kornea setelah prosedur LASIK yang dapat memengaruhi mekanisme produksi air mata dan refleks berkedip. 
Apakah mata kering setelah LASIK permanen?
Tidak selalu.
Pada banyak pasien, keluhan mata kering dapat membaik seiring proses pemulihan. Namun, tingkat dan lama keluhan dapat berbeda pada setiap orang.
Karena itu, tidak tepat jika semua pasien diberikan kepastian bahwa mata kering pasti akan normal dalam waktu tertentu.
FDA juga mengingatkan bahwa pada sebagian pasien, dry eye dapat menjadi masalah yang lebih berat dan bahkan menetap. 
Inilah mengapa pemeriksaan kondisi permukaan mata sebelum LASIK menjadi sangat penting.
 

2. Under-Correction dan Over-Correction


Risiko lain adalah hasil koreksi yang tidak sepenuhnya sesuai dengan target yang direncanakan.
Apa itu under-correction?
Under-correction berarti masih terdapat sebagian kelainan refraksi setelah tindakan.
Sebagai contoh, seseorang memiliki ukuran minus tertentu sebelum LASIK. Setelah masa pemulihan dan pemeriksaan ulang, masih terdapat sisa minus atau silinder.
Bagaimana dengan over-correction?
Sebaliknya, over-correction terjadi ketika hasil koreksi melewati target refraksi yang direncanakan.
Keduanya termasuk kemungkinan yang perlu dijelaskan kepada calon pasien sebelum tindakan. FDA juga mencantumkan under-treatment dan over-treatment sebagai salah satu risiko prosedur refraktif. 

Apakah hasil LASIK harus selalu menjadi nol?

Tidak selalu.
Target tindakan LASIK ditentukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat menentukan target refraksi tertentu berdasarkan usia, kebutuhan penglihatan, kondisi kornea, serta pertimbangan medis lainnya.
Karena itu, keberhasilan LASIK sebaiknya tidak hanya diukur dari pertanyaan:
“Apakah minus saya menjadi nol?”
Tetapi juga:
“Apakah target penglihatan yang direncanakan dokter sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mata saya?”
 

3. Glare, Halo dan Silau Setelah LASIK

Sebagian pasien dapat mengalami gangguan penglihatan seperti:
• glare atau silau,
• halo atau lingkaran cahaya,
• starburst,
• ghost image,
• atau penglihatan yang terasa kurang nyaman pada kondisi gelap.
Keluhan tersebut terutama dapat terasa ketika melihat sumber cahaya pada malam hari, misalnya lampu kendaraan atau lampu jalan. FDA memasukkan glare, halos, starbursts, dan gangguan penglihatan malam sebagai kemungkinan efek setelah LASIK. 
Salah satu faktor yang dapat berhubungan dengan keluhan tersebut adalah ukuran pupil ketika berada dalam kondisi gelap dibandingkan dengan area treatment.
Karena itu, pemeriksaan sebelum LASIK perlu mempertimbangkan kondisi penglihatan pasien tidak hanya pada kondisi terang, tetapi juga karakteristik mata pada kondisi redup.
Pada teknologi modern, dokter juga dapat menggunakan sistem seperti eye tracking dan metode treatment yang lebih terpersonalisasi untuk membantu meningkatkan ketepatan treatment. Namun, risiko gangguan visual tetap perlu dijelaskan kepada pasien secara jujur.
 


4. Penglihatan Dapat Berfluktuasi Selama Masa Pemulihan

Setelah LASIK, penglihatan tidak selalu langsung mencapai kondisi akhir.
Pada beberapa pasien, penglihatan dapat mengalami fluktuasi selama proses pemulihan.
FDA menyebutkan bahwa penglihatan dapat membutuhkan waktu sekitar 3–6 bulan untuk stabil, sementara glare, halo, dan keluhan penglihatan malam juga dapat bertahan selama masa stabilisasi tersebut. 
Karena itu, pemeriksaan kontrol setelah LASIK menjadi bagian penting dari keseluruhan proses.
 

5. Apakah Minus Bisa Kembali Setelah LASIK?

Pertanyaan ini cukup sering muncul:
“Kalau sudah LASIK, apakah mata bisa minus lagi?”
Jawabannya, perubahan ukuran refraksi masih mungkin terjadi setelah LASIK.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk perubahan refraksi alami mata dari waktu ke waktu dan fenomena yang disebut refractive regression. Literatur oftalmologi juga mencatat bahwa regresi refraksi dapat terjadi terutama pada koreksi minus yang lebih tinggi. 
Selain itu, bertambahnya usia juga membawa perubahan alami pada kemampuan mata untuk melihat dekat.
Karena itu, LASIK tidak dapat dianggap sebagai jaminan bahwa ukuran mata tidak akan pernah berubah sepanjang hidup.
 

Mengapa Pemeriksaan Sebelum LASIK Sangat Penting?


Di sinilah salah satu bagian paling penting dalam proses LASIK.
LASIK seharusnya tidak dimulai dari mesin laser. LASIK dimulai dari pemeriksaan mata yang komprehensif.
Pemeriksaan membantu dokter menentukan:
1. apakah pasien merupakan kandidat LASIK,
2. kondisi kornea,
3. ketebalan kornea,
4. kondisi permukaan mata,
5. kondisi air mata,
6. ukuran refraksi,
7. karakteristik pupil,
8. kondisi kesehatan mata,
9. target koreksi yang realistis,
10. serta apakah terdapat faktor risiko yang membuat prosedur tertentu tidak disarankan.
FDA juga menekankan pentingnya skrining kondisi seperti kornea tipis, dry eye, pupil besar, dan kondisi kornea tertentu sebelum tindakan refraktif. 
Jadi, tidak semua orang yang memiliki mata minus otomatis cocok menjalani LASIK.
 

Teknologi LASIK Modern: Lebih Canggih, Tetapi Tetap Harus Personal


Perkembangan teknologi bedah refraktif memang memberikan banyak kemajuan.
Namun, konsep penting yang perlu dipahami calon pasien adalah:
Teknologi terbaik bukan berarti teknologi yang sama untuk semua orang.
Mata setiap pasien memiliki karakteristik berbeda.
Karena itu, teknologi seharusnya digunakan untuk membantu dokter membuat keputusan berdasarkan data mata pasien, bukan sekadar mengejar teknologi terbaru.
Pendekatan inilah yang membuat proses pemeriksaan, perencanaan, tindakan, dan kontrol menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan.
 

Bagaimana Cara Meminimalkan Risiko LASIK?


Risiko tidak dapat dijanjikan menjadi nol. Tetapi langkah yang tepat dapat membantu mengidentifikasi dan meminimalkan risiko.
Beberapa hal yang penting dilakukan:
Sebelum LASIK
• lakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh;
• sampaikan riwayat kesehatan dan kondisi mata kepada dokter;
• informasikan jika memiliki mata kering;
• lakukan pemeriksaan kornea dan permukaan mata;
• diskusikan target penglihatan;
• tanyakan manfaat, risiko, alternatif, dan kemungkinan masih membutuhkan kacamata.
Setelah LASIK
• ikuti seluruh instruksi dokter;
• gunakan obat/tetes mata sesuai resep;
• jangan menggosok mata;
• hadir pada jadwal kontrol;
• segera hubungi dokter apabila muncul keluhan berat atau penglihatan memburuk.
FDA secara khusus menyarankan pasien segera menghubungi dokter apabila setelah operasi mengalami nyeri berat atau gejala/penglihatan yang justru memburuk. 
 

Jadi, Apakah LASIK Layak Dipertimbangkan?


LASIK dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kacamata atau lensa kontak bagi pasien yang memenuhi kriteria.
Namun, LASIK bukan prosedur yang cocok untuk semua orang dan bukan pula prosedur yang dapat menjanjikan hasil identik pada setiap pasien.
Keputusan terbaik seharusnya dibuat setelah pemeriksaan mata secara menyeluruh dan konsultasi dengan dokter spesialis mata yang menangani bedah refraktif.
Dengan pendekatan tersebut, calon pasien tidak hanya mendapatkan jawaban mengenai “bisa LASIK atau tidak”, tetapi juga memahami:
mengapa bisa, bagaimana prosedurnya direncanakan, apa risikonya, dan seperti apa target hasil yang realistis.
 

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Risiko LASIK

Apakah LASIK 100% aman?

Tidak ada tindakan medis yang dapat menjanjikan risiko 100% bebas. LASIK memiliki potensi efek samping dan komplikasi sehingga pemeriksaan dan seleksi pasien menjadi bagian penting sebelum tindakan. 

Apakah mata kering setelah LASIK bisa sembuh?

Pada banyak pasien, keluhan dapat membaik selama proses pemulihan. Namun, sebagian pasien dapat mengalami dry eye yang lebih lama atau berat sehingga perlu evaluasi dan penanganan dokter. 

Apakah setelah LASIK bisa minus lagi?

Perubahan refraksi masih mungkin terjadi. Karena itu, LASIK tidak dapat dianggap sebagai jaminan bahwa ukuran mata tidak akan berubah sepanjang hidup. 

Apakah LASIK bisa menyebabkan silau saat malam?

Glare, halo, starburst dan gangguan penglihatan malam merupakan kemungkinan efek setelah LASIK. Risiko tersebut perlu dinilai berdasarkan kondisi masing-masing pasien sebelum tindakan. 

Apakah semua orang dengan mata minus bisa LASIK?

Tidak. Kelayakan LASIK ditentukan melalui pemeriksaan mata secara menyeluruh, termasuk kondisi kornea, permukaan mata, refraksi, dan faktor kesehatan mata lainnya. 
 

Konsultasikan Apakah Anda Kandidat LASIK di SILC Lasik Center

Memilih LASIK bukan hanya soal memilih mesin laser.
Yang jauh lebih penting adalah mengetahui apakah kondisi mata Anda memang sesuai untuk tindakan, apa target penglihatan yang realistis, dan bagaimana dokter merencanakan prosedur berdasarkan kondisi mata Anda.
SILC Lasik Center hadir dengan pendekatan yang menempatkan pemeriksaan, perencanaan tindakan, teknologi, dokter, dan pemantauan pascaoperasi sebagai bagian dari satu proses pelayanan.
Jika Anda sedang mempertimbangkan Laser Vision Correction, jangan hanya bertanya:
“Di mana tempat LASIK yang paling canggih?”
Mulailah dengan pertanyaan:
“Apakah mata saya merupakan kandidat yang tepat untuk LASIK?”
Jawabannya perlu diketahui melalui pemeriksaan dan konsultasi langsung dengan dokter.
Konsultasikan kondisi mata Anda dengan SILC Lasik Center.
Whastapp : 0822 98 599 599
Whatsapp. 0822 10 488 488
SILC Lasik Center — Laser Vision Correction untuk membantu Anda melihat dunia dengan lebih jelas.