ARTIKEL

Riasan Wajah Yang Aman Usai LASIK

Friday, December 22, 2023 | SILC Lasik Center
riasan-wajah-aman-untuk-lasik

Riasan Wajah Yang Aman Usai LASIK

Salah satu pertanyaan yang sering diterima oleh dokter bedah mata yang melakukan LASIK adalah: “Kapan saya boleh memakai riasan wajah lagi?" Pertanyaan ini seolah tidak penting dan dianggap remeh. Tapi, bagi orang yang senang berdandan dan memerlukan penampilan prima dalam pekerjaan, riasan wajah menjadi hal yang sangat penting. Sejumlah dokter pun menilai bahwa ini merupakan pertanyaan bagus yang sangat penting untuk keamanan dan kemudahan proses pemulihan Anda. Seperti apa riasan wajah yang perlu diperhatikan seusai LASIK?   

Baca Juga : 7 Fakta Soal LASIK yang Anda Perlu Tahu

 

Sebelum dan sesudah LASIK

Meskipun bedah mata dengan laser kini menjadi prosedur yang paling umum dilakukan dan salah satu prosedur elektif teraman di dunia, ingatlah bahwa bedah mata tetaplah sebuah prosedur pembedahan. Karena itu, ada beberapa tindakan pencegahan yang perlu Anda lakukan sebelum, selama, dan setelah operasi. Mengikuti tindakan pencegahan ini, termasuk memperhatikan soal riasan wajah,  akan membantu memastikan Anda mencapai hasil yang diinginkan dan meminimalkan kemungkinan komplikasi. Anda pasti tidak sabar untuk memamerkan wajah Anda tanpa kacamata. Tapi, Anda perlu bersabar, karena ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, termasuk riasan wajah. Misalnya, Anda tidak boleh merias wajah 24 jam sebelum operasi, serta 2 hari hingga 2 minggu setelah operasi, tergantung proses pemulihan Anda. Saat datang ke klinik untuk konsultasi awal, Anda disarankan untuk menggunakan riasan mata minimal di sekitar mata. Hal ini termasuk maskara, eyeliner, dan pemulas mata. Serangkaian tes akan dilakukan pada mata Anda dan sisa riasan apa pun dapat memengaruhi hasilnya. Di hari operasi, Anda tidak boleh menggunakan riasan wajah apa pun, termasuk alas bedak, bedak, perona pipi, maskara, eyeliner, atau pemulas mata. Riasan mata tidak boleh dipakai minimal 24 jam sebelum operasi. Selain itu, Anda tidak boleh memakai parfum atau pewangi dan harus bersih dari lotion atau pelembap. Jika Anda memakai ekstensi bulu mata, ekstensi tersebut harus dilepas sebelum operasi dan tidak boleh dipasang lagi hingga setidaknya dua bulan setelah operasi. Anda mungkin akan disarankan untuk tidak menggunakan maskara hingga dua minggu setelah operasi. Jika dokter sudah mengizinkan penggunaan maskara, jangan gunakan jenis maskara tahan air selama masa pemulihan, karena akan lebih sulit dihapus dan dapat mengiritasi mata Anda. Aturan yang sama berlaku untuk produk riasan mata lain yang dapat masuk ke mata. Produk, seperti pemulas mata dan eyeliner, harus dihindari setidaknya selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah operasi. Di samping itu, ini beberapa panduan penggunaan riasan mata setelah LASIK:
  1. Anda dapat mulai memakai alas bedak atau concealer ringan pada wajah dua hari setelah prosedur. Namun, disarankan untuk menghindari area di sekitar mata, karena dapat menyebabkan iritasi.
  2. Alas bedak dan perona pipi dapat digunakan setelah lima hari.
  3. Krim mata dan pelembap yang dioleskan di sekitar mata harus dihindari hingga dua minggu setelah LASIK.
  4. Lotion dapat digunakan setelah dua hari, tetapi area mata langsung dan kelopak mata sebaiknya dihindari.
5, Ketika membersihkan riasan, berhati-hatilah dan bersikaplah lembut di sekitar mata dan hindari gerakan menggosok yang kasar dan agresif.
  1. Alat-alat riasan dapat menumpuk bakteri berbahaya tertentu, sehingga mungkin Anda perlu membeli kuas dan produk riasan wajah yang baru untuk digunakan setelah operasi.
Jangan biarkan rutinitas menggunakan riasan wajah merugikan mata Anda. Maskara, pemulas mata, dan eyeliner dapat mengubah penampilan Anda secara drastis. Namun, ketika Anda menggunakan riasan mata secara teratur, bisa jadi Anda jadi kurang memperhatikan kebersihan. Mata Anda adalah bagian yang sensitif dan lembut dari tubuh Anda. Ada sejumlah risiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan kosmetik. Untungnya, dengan mengingat beberapa tip sederhana saat mengaplikasikan dan menghapus riasan mata, Anda dapat secara signifikan mengurangi dampak berbahaya riasan pada mata Anda.  

Kunjungi : Karena Relax Adalah SmartSight

 

Masalah mata dari riasan mata

Kebersihan riasan wajah dan alat-alat aplikatornya memainkan penting bagi kesehatan mata Anda. Tanpa aplikasi dan pembersihan yang teliti, riasan mata dapat menyebabkan berbagai masalah mata. Berikut adalah beberapa efek umum dari kebiasaan penggunaan riasan yang buruk:

1. Infeksi

Riasan dengan mudah dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang dapat ditransfer ke mata Anda. Infeksi dapat menyebabkan kondisi seperti konjungtivitis (mata merah) dan keratitis, yang semuanya memiliki efek samping sangat tidak menyenangkan.

2. Luka pada kornea

Jika Anda tidak hati-hati saat mengaplikasikan riasan, Anda dapat dengan mudah melukai kornea Anda dengan maskara atau eyeliner. Luka itu sendiri menyakitkan, dan juga dapat menyebabkan infeksi.

3. Iritasi

Bahan kimia dalam riasan dapat mengiritasi mata Anda. Berbagai bahan kimia dapat menyebabkan mata kering, gatal, dan berair, serta pembengkakan di sekitar mata.

4. Reaksi alergi

Bahan kimia yang mengiritasi mata mungkin menyebabkan reaksi alergi pada beberapa pengguna. Reaksi tersebut dapat muncul sebagai iritasi parah, kemerahan, pembengkakan, atau bahkan infeksi. Meskipun riasan wajah dapat menimbulkan beberapa risiko, Anda tidak perlu berhenti menggunakan riasan sama sekali. Anda hanya perlu berhati-hati dengan tingkat tanggung jawab dalam kebiasaan riasan harian Anda. Berita baiknya, Anda dapat menggunakan riasan secara teratur tanpa meningkatkan risiko infeksi atau iritasi. Ada beberapa tip yang dapat membantu Anda meminimalkan risiko yang mengancam keamanan mata:
  1. Jangan pernah berbagi riasan atau aplikator riasan Anda. Berbagi riasan adalah cara mudah untuk menyebarkan infeksi mata, seperti konjungtivitis. Jangan berbagi alat aplikator riasan Anda. Produk riasan sudah rentan terhadap pengumpulan bakteri. Jangan meningkatkan risikonya dengan berbagi produk dan menyebar kuman.
  2. Catat tanggal kedaluwarsa dan buang produk, ketika sudah kedaluwarsa. Semua produk memiliki tanggal kedaluwarsa berdasarkan kapan Anda membukanya. Bakteri dapat dengan mudah menumpuk pada produk yang sudah kedaluwarsa.
  3. Jangan mengaplikasikan riasan mata, jika Anda sedang mengalami infeksi. Buang semua produk yang mungkin telah Anda gunakan sebelum terinfeksi. Hal ini penting untuk mencegah iritasi lebih lanjut dan infeksi berulang.
  4. Bersihkan semua riasan sebelum tidur. Anda dapat mentransfer bakteri ke mata Anda bahkan saat Anda tidur. Sisa maskara atau eyeliner yang tertinggal bisa menyebabkan infeksi mata.
  5. Jangan mengaplikasikan riasan mata saat berada di kendaraan bergerak. Selalu gunakan aplikator dengan hati-hati. Berhenti mendadak atau tabrakan dalam kendaraan yang bergerak dapat menyebabkan cedera serius pada mata Anda.
  6. Jangan mengaplikasikan riasan di dalam garis bulu mata. Ketika Anda mengaplikasikan riasan di sepanjang bagian dalam kelopak mata Anda, Anda menghalangi kelenjar minyak yang mengeluarkan minyak untuk melindungi kornea. Anda juga berisiko mengenalkan bakteri langsung pada mata Anda.
  7. Baca label berisi bahan-bahan. Ini sangat penting, jika Anda alergi atau sensitif terhadap beberapa bahan kimia. Jika Anda sangat sensitif terhadap senyawa yang umumnya ditemukan dalam kosmetik, Anda sebaiknya meneliti dan menggunakan riasan hipoalergenik. Juga, perhatikan riasan yang mengandung kohl. Kohl sering kali mengandung timah hitam dan dapat memiliki efek berbahaya.
  8. Secara teratur cuci kuas dan aplikator riasan Anda. Ini menghilangkan bakteri yang mungkin telah mulai tumbuh pada kuas.
  9. Pastikan menggunakan kuas yang bersih saat mengaplikasikan riasan. Kuas yang kotor atau sudah tua dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri.
  10. Pastikan hanya membeli lensa kontak warna dari penjual tepercaya. Lensa kontak warna perlu dipasang sesuai dengan ukuran dan bentuk unik mata Anda.
Bagi banyak orang, riasan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Meskipun sebagian besar produk kosmetik saat ini bebas dari bahan kimia berbahaya seperti arsenik dan timah, kebiasaan buruk dan kebersihan yang kurang baik masih dapat berpengaruh terhadap kesehatan mata Anda. Karena itu, Anda perlu berhati-hati saat mengaplikasikan riasan agar dapat menghindari potensi masalah. Sebenarnya riasan mata tidak secara langsung berbahaya bagi Anda. Tetapi, jika Anda tidak hati-hati dalam mengaplikasikan dan menghapusnya, Anda bisa saja merusak mata tanpa menyadarinya. Karena mata memiliki keseimbangan air mata di bagian permukaan, kosmetik yang sudah kedaluwarsa atau riasan yang dikenakan terlalu lama dapat menyebabkan kekeringan dan menyebabkan iritasi atau infeksi. Selain risiko terkena infeksi, riasan mata dapat menyebabkan luka gores pada kornea. Sentuhan tak sengaja pada mata dari maskara atau pensil eyeliner juga dapat menggores kornea, menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Sejumlah riasan mata juga menyimpan risiko tersendiri, di antaranya:

1. Maskara

Saat menggunakan maskara, Anda harus selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa untuk memastikan Anda tidak menggunakan produk yang sudah kedaluwarsa. Menurut penelitian terbaru, lebih dari setengah pengguna riasan tidak memeriksa berapa lama mereka seharusnya menggunakan maskara, dan hampir sepertiga mengaku tidak tahu bahwa informasi kedaluwarsa itu ada.

2. Eyeliner

Saat menggunakan eyeliner, Anda harus memastikan bahwa Anda tidak mengaplikasikannya pada waterline kelopak mata Anda. Waterline di sekitar kelopak mata Anda memiliki lebih dari 20 kelenjar yang bertanggung jawab atas produksi air mata. Jika Anda menggunakan eyeliner di atasnya, Anda berisiko mengeringkan kelenjar-kelenjar ini atau bahkan merusaknya secara permanen.

3. Pemulas mata

Risiko terbesar dari pemulas mata adalah bisa mengelupas dan menyebabkan iritasi dan kemerahan. Untuk mengurangi risiko potensial, disarankan untuk mengaplikasikan primer atau dasar pemulas mata untuk mencegah riasan Anda mengelupas.

4. Bulu mata palsu

Bulu mata alami dapat membantu melindungi mata Anda dari aliran udara dan kelebihan kelembapan, tetapi bulu mata palsu tidak menawarkan manfaat yang sama. Sebenarnya, mereka dapat berbahaya dan meningkatkan risiko cedera mata, infeksi, dan reaksi alergi. SILC Lasik Center merupakan pusat bedah refraktif laser terkemuka yang menjadi andalan bagi sejumlah public figure. SILC Lasik Center memiliki sejumlah dokter berpengalaman yang akan memahami segala kebutuhan dan kondisi penglihatan Anda. Jangan ragu bertanya soal penggunaan kosmetik yang tepat kepada mereka.