LASIK, Kunci Sukses Content Creator
Sunday, May 12, 2024 | SILC Lasik Center
LASIK, Kunci Sukses Content Creator
Banyak pasien yang mengakui, pekerjaan mereka menjadi lebih menyenangkan usai menjalani LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis), terlepas dari profesi mereka. LASIK menawarkan berbagai keunggulan, baik bagi Anda yang bekerja di lapangan, maupun Anda yang bekerja di balik meja. Tak terkecuali, para content creator yang profesinya semakin booming.
Cukup banyak content creator yang melakukan LASIK untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan membuat video. Karena sering posting foto selfie atau video keseharian di media sosial, Anda mungkin perlu mempertimbangkan untuk melakukan operasi laser mata. Setelah LASIK, Anda dapat merekam video di segala cuaca: di tengah hujan, salju, atau di bawah air.
Tantangan sebagai content creator
Menjadi seorang content creator berarti menghabiskan waktu lama di depan kamera untuk mengambil gambar, yang bisa dilakukan berulang kali. Mereka yang mengalami kelainan refraksi mata akan memakai kacamata saat merekam video. Akibatnya, ketika sedang mengulas sop iga yang viral, kacamata mereka tertutup embun karena panas dari uap sop dan mereka malah tidak bisa melihat sama sekali. Tidak hanya itu, ketika mengulas jajanan malam dan tiba-tiba hujan, pandangan mereka terganggu karena kacamata mereka basah.
Atau, bagi content creator yang unggahannya berkisar pada tata rias dan gaya pakaian, memakai kacamata bisa membatasi penglihatan dan berpengaruh terhadap cara mereka dalam melihat riasannya sendiri. Begitu juga bagi content creator yang memakai lensa kontak untuk tetap mengikuti tren mode dan kecantikan. Rasa lelah dan kering pada mata terasa sangat mengganggu. Pemakai lensa kontak kerap merasakan mata sangat kering dan selalu merasa lelah sejak bangun tidur hingga tidur kembali.
Tanpa bantuan kacamata atau lensa kontak, mereka tidak dapat melihat dengan baik. Tapi, alat bantu tersebut dirasa mengganggu. Masalahnya, content creator juga perlu memiliki penglihatan yang baik agar bisa melakukan pekerjaannya dengan optimal. Kenapa?
1. Memahami kebutuhan audiens
Dengan penglihatan yang baik, content creator dapat mengamati tren dan preferensi audiens mereka dengan lebih baik. Mereka dapat memahami apa yang diminati audiens dan apa yang tidak, juga tentang bagaimana cara menyampaikan pesan mereka secara efektif kepada target pasar.
2. Menghasilkan ide kreatif
Dengan melihat dunia di sekitarnya dengan cermat, content creator dapat menangkap ide-ide kreatif dari berbagai sumber inspirasi. Mereka bisa melihat potensi konten yang mungkin terlewatkan oleh orang lain, membantu mereka menciptakan konten yang unik dan menarik.
3. Mengembangkan visualisasi
Bagi content creator yang berfokus pada konten visual, seperti gambar, video, atau desain grafis, penglihatan yang baik sangat penting. Mereka akan mampu melihat detail, komposisi, dan estetika dengan jelas untuk menghasilkan konten visual yang menarik dan berkualitas tinggi.
4. Menganalisis data dan kinerja
Content creator juga perlu mampu melihat dan menganalisis data kinerja konten mereka. Dengan penglihatan yang baik, mereka dapat melihat tren dalam metrik, seperti keterlibatan follower, yang dapat membantu mereka memperbaiki dan mengembangkan strategi konten.
5. Mengikuti perkembangan teknologi
Teknologi terus berkembang, dan content creator perlu memiliki penglihatan yang baik untuk melihat perubahan dan perkembangan baru dalam industri mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap relevan dan memanfaatkan teknologi terbaru untuk meningkatkan kualitas konten mereka.
Benefit LASIK bagi content creator
Prosedur LASIK mampu meningkatkan penglihatan Anda melebihi apa yang dapat ditawarkan oleh kacamata atau lensa kontak. Beginilah benefit yang ditawarkan LASIK untuk para content creator:
1. Merekam video jadi lebih mudah
Mengoreksi penglihatan dengan LASIK membuat hidup Anda lebih mudah. Ketika Anda merekam video di luar ruang saat hujan turun atau sekadar berjalan ke mobil, kacamata akan basah. Anda harus melepasnya dan mengeringkannya sebisa mungkin agar dapat melihat. Atau, jika Anda sedang merekam video sambil menyantap makanan panas, kacamata jadi berembun. Anda pun harus berhenti untuk membersihkan kacamata dan melanjutkan proses pengambilan video. Menjalani prosedur LASIK akan membantu mengatasi masalah tersebut.
Kalaupun Anda bukan seorang content creator, Anda akan dapat memahami gangguan sehari-hari semacam ini. Kacamata di tengah hujan bisa sangat merepotkan. Atau, jika memakai lensa kontak, Anda mungkin akan mengalami iritasi ketika mata terlalu kering atau lensa kontak bergeser dari tempatnya.
2. Melihat detail dengan lebih baik
Setiap content creator bisa mendapatkan manfaat dari LASIK, apa pun jenis konten yang mereka buat dan di mana pun mereka menghabiskan waktu secara online. Penggunaan kacamata atau lensa kontak dapat meningkatkan penglihatan Anda, tapi hanya sampai batas tertentu. Sementara itu, hasil dari LASIK akan membuat Anda mampu memperhatikan detail-detail yang tidak pernah Anda lihat atau Anda sadari sebelumnya.
Hal ini terjadi karena LASIK memperbaiki penglihatan Anda lebih dari yang bisa dilakukan oleh kacamata dan lensa kontak. Setelah menjalani LASIK, banyak pasien mendapatkan penglihatan 20/20, atau bahkan lebih baik. Anda akan melihat dengan lebih jelas, lebih tajam, dan kejernihan yang lebih baik daripada yang pernah Anda miliki. Berkat LASIK, Anda seperti melihat semua hal dalam mode HD yang sangat jernih dan tajam.
3. Lebih percaya diri
Setiap content creator pasti menampilkan diri mereka di dalam video atau foto yang mereka post. Entah kontennya berisi tutorial make up, tutorial membuat kue, tutorial merawat kendaraan, entah ulasan resto dan tempat rekreasi yang seru. Tampil tanpa kacamata atau lensa kontak memungkinkan mereka memberi kesan trendi dengan gaya yang khas dan riasan wajah yang diinginkan, terutama bagi mereka yang unggahannya berisi tren mode dan kecantikan.
Di samping itu, audiens menginginkan posting-an yang menarik, tidak membosankan, yang tidak terkesan itu-itu saja. Meskipun topik besar unggahannya tetap sama, Anda bisa menampilkan sisi lain yang sebelumnya tak pernah Anda posting. Misalnya, ketika membuat konten tentang tempat petualangan baru, Anda juga bisa menjajal petualangan tersebut dan menampilkannya di media sosial, sehingga audiens menangkap kesan real. Sebelum LASIK, Anda tidak berani melakukan aksi petualangan tersebut karena khawatir kacamata akan pecah.
Batasi layar usai LASIK
Usai mengambil gambar atau video berulang kali, yang biasanya dilakukan oleh para content creator adalah duduk berjam-jam di depan komputer untuk mengedit gambar dan video tersebut. Penggunaan komputer dalam waktu lama tidak dapat dihindari dalam pekerjaan sebagai content creator. Tapi, menatap layar dalam waktu yang lama dapat menyebabkan berbagai masalah mata, yang secara kolektif dikenal sebagai Computer Vision Syndrome (CVS).
Mata menjadi tegang karena terus-menerus fokus pada piksel, sehingga menimbulkan berbagai gejala, seperti mata lelah, sakit kepala, dan penglihatan kabur. Masalah yang sama juga bisa dialami, jika Anda menggunakan layar ponsel cerdas dalam waktu yang lama.
Salah satu masalah yang signifikan adalah berkurangnya kecepatan berkedip selama penggunaan komputer, yang menyebabkan distribusi kelembapan yang tidak mencukupi pada mata. Kondisi tersebut sering menyebabkan mata kering, suatu kondisi ketika mata tidak memiliki pelumasan yang memadai. Mata kering dapat sangat mengganggu, menyebabkan ketidaknyamanan, kemerahan, dan bahkan memengaruhi penglihatan.
Dampak penggunaan komputer selama proses penyembuhan dari LASIK menjadi pertimbangan penting. Operasi LASIK menawarkan pemulihan yang cepat dan sebagian besar orang yang bekerja dengan komputer dapat segera kembali bekerja. Tapi, karena banyak pekerjaan, termasuk sebagai content creator, menuntut penggunaan komputer dalam jangka waktu lama dalam satu hari (antara 6 hingga 10 jam), maka Anda perlu melakukan langkah untuk menghindari Computer Vision Syndrome (CVS) selama pemulihan dari LASIK.
Mengalami silau penglihatan saat bekerja di depan layar merupakan hal yang normal setelah operasi dan akan berangsur-angsur pulih dalam 2-3 minggu pertama.
Dalam masa pemulihan pasca LASIK, Anda perlu bijak menggunakan layar untuk melindungi mata. Untuk memastikan transisi yang mulus menuju aktivitas komputer, Anda perlu menerapkan sejumlah langkah praktis yang memprioritaskan kesehatan mata. Ini adalah beberapa cara untuk melindungi mata Anda dan memaksimalkan kenyamanan saat menggunakan layar setelah LASIK:
1. Berkedip secara teratur
Saat menggunakan komputer, hal sederhana seperti berkedip sering terlupakan. Padahal, berkedip secara konsisten sangat penting setelah LASIK. Kebiasaan tersebut membantu mendistribusikan air mata alami ke seluruh mata, mencegah kekeringan dan rasa tidak nyaman.
Selama menggunakan komputer, kecepatan berkedip akan menurun drastis. Karena itu, ingatlah untuk berkedip secara berkala, terutama saat menggunakan layar dalam waktu lama, untuk menjaga kelembapan mata yang optimal.
2. Air mata buatan
Tetes mata pelumas, umumnya dikenal sebagai air mata buatan, adalah teman Anda dalam mengatasi mata kering pasca LASIK. Gunakan air mata buatan bebas pengawet seperti yang direkomendasikan oleh dokter bedah LASIK Anda. Menggunakan obat tetes ini secara berkala, terkadang satu jam sekali selama beberapa minggu pertama pemulihan, dapat membantu menjaga mata Anda tetap lembap. Dengan begitu, Anda mengurangi risiko rasa tidak nyaman yang terkait dengan penggunaan layar dalam waktu lama.
3. Olahraga mata
Gabungkan olahraga mata sederhana ke dalam rutinitas Anda untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh durasi panjang di depan layar. Olahraga yang sederhana, seperti fokus pada objek yang jauh selama beberapa saat atau mempraktikkan aturan 20-20-20, dapat meningkatkan fleksibilitas mata dan mengurangi kelelahan.
4. Jarak aman
Jaga jarak yang aman dan nyaman antara mata Anda dan layar untuk mencegah ketegangan yang tidak perlu. Posisikan komputer Anda sejajar dengan mata dan pastikan jarak yang nyaman, biasanya sekitar panjang lengan, untuk mengurangi kelelahan mata saat pemulihan dari LASIK.
5. Postur tubuh yang nyaman
Ergonomi memainkan peran penting dalam kesehatan mata selama penggunaan layar. Pastikan meja kerja Anda diatur untuk mendukung postur tubuh yang nyaman. Posisikan kursi dan laptop Anda untuk menghindari sudut yang janggal, sehingga meminimalkan risiko ketegangan pada mata, leher, dan bahu Anda.
6. Tidur yang cukup
Pentingnya tidur yang cukup tidak dapat ditawar, terutama selama masa pemulihan LASIK. Tidur yang berkualitas berkontribusi pada kesehatan mata secara keseluruhan dan membantu proses penyembuhan. Prioritaskan jadwal tidur yang konsisten, sehingga mata Anda mendapatkan istirahat yang cukup untuk memulihkan diri secara efektif.
SiLC Lasik Center dapat meningkatkan kesuksesan para content creator dengan memberikan penglihatan yang tajam lewat LASIK. Para dokter di SILC merupakan dokter yang memiliki rekam jejak yang baik dan pengalaman yang panjang. Dibantu oleh mesin berteknologi canggih, mereka bisa menjadi partner Anda.
Table of Contents
- LASIK, Kunci Sukses Content Creator
- 5 Alasan Mengapa LASIK Dapat Membantu Kamu Lolos Tes Mata Kedinasan
- Mengenal KLEx: Teknologi Terkini Bedah Refraksi Tanpa Flap
- Membuka Jalan Menuju Langit Biru: Peran Krusial LASIK untuk Calon Penerbang TNI AU
- Tanya Jawab Umum LASIK untuk Orang Tua Calon Peserta Sekolah Kedinasan
- Mengapa SILC LASIK Center Dipercaya oleh Banyak Calon Taruna atau Praja Sekolah Kedinasan?