LASIK Xtra Bikin Kornea Jadi Kuat dan Kokoh
Sunday, December 10, 2023 | SILC Lasik Center
LASIK Xtra Bikin Kornea Jadi Kuat dan Kokoh
Semua yang mengandung unsur ‘extra’, biasanya memang lebih menguntungkan. Begitu juga Xtra yang melekat pada prosedur LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis). Prosedur LASIK Xtra ini juga sangat menguntungkan bagi pasien yang ingin memperbaiki penglihatan akibat kelainan refraksi mata. Bukan hanya akan mendapatkan penglihatan yang tajam, Anda juga akan memiliki kornea yang sehat, kokoh, dan kuat. Yang menyenangkan, prosedur ini sangat singkat. Hanya menambah beberapa menit saja dari prosedur LASIK konvensional yang standar. Anda penasaran soal benefit lain dari LASIK Xtra? Cari informasinya di sini, ya.
Benefit utama LASIK Xtra
Dalam prosedur LASIK yang melibatkan pembuatan flap, baik dengan pisau microkeratome atau laser femtosecond, corneal cross linking (CXL) dapat dilakukan pada saat yang bersamaan. Pendekatan CXL, yang disebut LASIK Xtra, akan membantu menjaga stabilitas biomekanik kornea, setelah pembuatan flap LASIK. CXL merupakan proses pengokohan dan penguatan serat kolagen kornea. Serat kolagen yang kokoh dan kuat memberikan dukungan struktural pada kornea untuk membantunya mempertahankan bentuk bulat normalnya. Jika serat kolagen kehilangan kekuatan, kornea dapat menipis dan menonjol ke luar dalam bentuk seperti kerucut. Selama prosedur LASIK Xtra, larutan riboflavin pekat dioleskan pada jaringan kornea dan diaktifkan dengan sinar ultraviolet khusus. Kombinasi tersebut akan menstimulasi produksi ikatan silang baru pada serat kolagen. Dengan ikatan silang baru, serat kolagen menjadi lebih kuat dan kokoh. Pengikatan silang kornea selama LASIK ini sangat mirip dengan pengikatan silang kornea untuk keratoconus, dengan beberapa pengecualian kecil, misalnya total waktu prosedur. Kekuatan biomekanik kornea berkurang ketika flap dibuat. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan kekuatan kornea terkait erat dengan ketebalan flap. Pada sebagian besar kornea yang dibuat flap, penurunan kekuatan kornea yang terjadi tidak cukup drastis hingga bisa menyebabkan ektasia. Namun, jika memungkinkan, ada baiknya menggunakan prosedur yang meningkatkan kekuatan kornea ketika menjalani pembedahan yang melemahkan kornea, seperti LASIK. LASIK Xtra adalah prosedur sederhana yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk operasi LASIK standar. Setelah ablasi laser excimer selesai, dengan flap yang masih terangkat, riboflavin diberikan pada stroma telanjang selama 60 detik. Kemudian, riboflavin dibilas dengan larutan garam seimbang, dan flap diposisikan ulang. Kornea kemudian dipaparkan pada sinar UV-A selama 60 detik. Sebagian klinik menggunakan sinar UV berdenyut, karena adanya bukti bahwa efek ikatan silang menjadi lebih besar ketika sinar berdenyut. Ketika ektasia terjadi setelah bedah refraktif, akan sangat sulit bagi dokter untuk mengatasinya. Karena itu, sebagian dokter akan merekomendasikan LASIK Xtra kepada pasien untuk mengurangi risiko ektasia dengan tidak menambah risiko atau biaya yang signifikan. Lalu, jika dibandingkan dengan LASIK konvensional, apa keunggulan tambahan dari LASIK Xtra? LASIK Xtra memungkinkan penanganan pasien dengan kornea yang lebih tipis atau kekuatan yang lebih tinggi, menghindari risiko ektasia pasca LASIK, menghentikan laju penipisan kornea atau perubahan kelengkungan kornea seperti yang terlihat pada keratoconus, serta mengurangi kemungkinan terjadinya regresi. Tambahan berita baiknya, lewat lebih dari satu dekade hasil penelitian menunjukkan bahwa ikatan silang bertahan lama dan efek penguatannya bersifat permanenBaca Juga : Apa itu LASIK XTRA?
LASIK Xtra tidak mengubah hasil operasi
Para ahli masih melakukan penelitian untuk mengevaluasi kekuatan kornea secara akurat, serta mengukur efektivitas dan menentukan keamanan LASIK Xtra. Namun, hingga kini, penelitian mengungkap bahwa LASIK Xtra tidak mengubah hasil akhir pembedahan refraktif dan tidak memicu komplikasi tambahan. Selain itu, studi juga menunjukkan bahwa prosedur cross linking tidak memengaruhi akurasi laser excimer dalam mengoreksi kekuatan lensa. Meski LASIK Xtra belum disetujui di Amerika Serikat, banyak dokter mata di dunia yang mengombinasikan LASIK dan CXL untuk menghindari ektasia pasca LASIK dan meningkatkan hasil refraktif. Tujuan dari LASIK Xtra adalah untuk meningkatkan hasil LASIK secara umum, yaitu untuk memastikan stabilitas kornea dari sudut pandang biomekanik dan menghindari ektasia kornea dari sudut pandang keamanan. Dengan membuat flap dan membuang jaringan, beberapa aspek anterior yang penting dari struktur kornea akan melemah, dan kekokohan kornea dapat berkurang. Peneliti dan dokter spesialis mata di London, John Marshall, PhD, memperkirakan bahwa LASIK dapat melemahkan kornea sebesar 15 persen hingga 30 persen. Pada sebagian besar kasus, hal tersebut tidak menimbulkan masalah klinis. Di sisi lain, CXL telah terbukti dapat memperkuat kornea. Karena itu, konsep penggabungan prosedur ini dinilai baik dari segi keamanan dan efikasi. LASIK Xtra dapat dilihat sebagai elemen keamanan ekstra pada pasien yang mungkin memiliki risiko lebih besar. Pasien berisiko besar ini umumnya merupakan orang dengan miopia tinggi, memiliki kornea yang tipis, atau memiliki asimetri atau ketidakteraturan topografi. Pasien yang berisiko tinggi mungkin juga merupakan pasien yang masih sangat muda, karena kornea mereka cenderung berubah lebih banyak dari waktu ke waktu. Mereka mungkin mengalami hipermetropia atau memiliki riwayat keratoconus dalam keluarga. Pada dasarnya, siapa pun yang memiliki risiko lebih besar mengalami ektasia setelah bedah refraktif akan dianggap sebagai pasien berisiko tinggi. Para dokter internasional juga melakukan pendekatan yang sama. Beberapa dokter mengatakan bahwa risiko LASIK Xtra sangat kecil, sehingga mereka merekomendasikan LASIK Xtra untuk pasien yang menjalani LASIK. Memperkuat kornea dengan CXL secara bersamaan dapat bermanfaat dalam stabilitas jangka panjang hasil refraktif dan prediktabilitas akhir dari prosedur tersebut. Studi klinis menunjukkan hasil yang menggembirakan, dan penelitian klinis lebih lanjut masih terus dilakukan untuk menjelaskan kelebihan dan kekurangan prosedur tersebut.Tidak untuk semua pasien
Kombinasi CXL dan LASIK tidak diindikasikan pada semua pasien. Pasien yang merupakan kandidat yang baik untuk LASIK Xtra, antara lain:- Kandidat LASIK yang masih muda (kurang dari 24 tahun)
- Pasien dengan alergi mata yang parah, karena risiko mengucek mata secara berlebihan
- Pasien dengan keratoconus atau yang memiliki riwayat keluarga dengan keratoconus
- Pasien berkornea tipis dengan evaluasi pra-LASIK yang normal
- Pasien dengan miopia tinggi
- Pasien yang memerlukan tindakan ulang atau prosedur tambahan, terutama jika ketebalan flap sebelumnya tidak diketahui
- Pasien yang mengalami pembentukan flap tebal yang tidak terduga selama LASIK konvensional
- Pasien yang mengalami pembentukan flap tidak beraturan dan tidak diduga, dengan ketebalan yang bervariasi di sepanjang permukaannya
- Pasien yang pernah menjalani LASIK di masa lalu dan mengalami kelemahan kornea yang disebut ektasia
- Pasien dengan kornea yang lebih tipis daripada normal atau tidak beraturan, yang ingin mencegah keratoconus