ARTIKEL

Manfaat LASIK Untuk Kondisi Presbiopia

Monday, January 15, 2024 | SILC Lasik Center
manfaat-lasik-untuk-kondisi-presbiopia

Manfaat LASIK Untuk Kondisi Presbiopia

LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis) merupakan operasi koreksi penglihatan populer yang dapat memperbaiki penglihatan orang dengan kelainan refraksi, yaitu rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmatisma (mata silinder). Jika Anda mencari solusi untuk menghilangkan ketergantungan Anda pada kacamata akibat kelainan refraksi, LASIK bisa menjadi opsi yang menjanjikan.

Namun, ada satu lagi kondisi mata yang serupa dengan kelainan refraksi rabun dekat, yaitu presbiopia. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia sekitar 40 tahun, akibat dari kinerja lensa mata yang mulai menurun akibat pertambahan usia. Lalu, apakah kondisi tersebut bisa diperbaiki juga dengan LASIK? Jika bisa, apa saja manfaat LASIK bagi orang yang telah mengalami presbiopia?

Gangguan penglihatan dekat terkait usia

Seiring bertambahnya usia, lensa mata mulai menegang dan berubah bentuk. Lensa alami mata mulai mengeras dan kehilangan kemampuan untuk melakukan fokus secara otomatis saat melihat sesuatu dari jarak dekat. Ini merupakan sebuah proses alami yang secara bertahap menyebabkan gangguan penglihatan dekat, yang disebut sebagai presbiopia.

Lensa bening berada di dalam mata Anda, tepatnya di belakang iris mata yang berwarna dan berubah bentuk untuk memfokuskan cahaya pada retina. Saat Anda masih muda, lensa tersebut bersifat lembut dan fleksibel, sehingga Anda dapat fokus pada objek yang dekat dan jauh dengan baik.

Setelah usia 40 tahun, lensa menjadi lebih kaku dan tidak fleksibel, sehingga lebih sulit untuk melihat dari dekat. Itulah kenapa, memasuki usia 40 tahun, banyak orang mulai memegang berbagai benda, seperti ponsel atau buku, lebih jauh dari wajah. Atau, mereka bekerja keras menyipitkan mata saat membaca tulisan yang berukuran kecil.

Penyebab umum dari kesulitan melihat benda-benda dari dekat seperti itu adalah presbiopia. Presbiopia dapat terjadi pada semua orang. Sejauh ini tidak ada cara untuk mencegahnya. Cepat atau lambat, presbiopia menyebabkan penglihatan dekat yang memburuk secara bertahap selama usia empat puluhan.

Kacamata baca, solusi cepat atasi presbiopia

Pada usia 20 tahun, Anda mungkin sudah pernah menjalani prosedur LASIK untuk mengoreksi rabun jauh. Saat itu Anda pun terbebas dari kacamata dan lensa kontak, Meski begitu, Anda mungkin masih akan memerlukan kacamata baca pada usia 40-an atau 50-an. Karena, pada saat itu, lensa Andalah yang mulai kehilangan performa.

Solusi yang paling umum untuk mengatasi presbiopia adalah menggunakan kacamata baca. Anda tidak perlu selalu memakai kacamata tersebut, hanya perlu memakainya ketika akan membaca sesuatu atau mengamati benda kecil dalam jarak dekat. Karena tidak selalu dipakai, ada risiko Anda lupa membawa kacamata atau ketinggalan entah di mana, padahal Anda memerlukannya untuk bekerja.

Apakah pernah melakukan LASIK atau tidak, Anda sebenarnya dapat memperkirakan bahwa nantinya akan mengalami penurunan penglihatan ketika mulai menua. Inilah alasan kenapa banyak orang mulai menggunakan kacamata bifokal, kacamata baca, atau melepas kacamata jarak jauh, bahkan setelah menjalani LASIK.

Banyak pasien yang tidak keberatan menggunakan kacamata baca yang dijual bebas untuk melakukan pekerjaan jarak dekat seiring bertambahnya usia. Tapi, ada juga pasien yang benar-benar ingin terbebas dari kacamata untuk mengerjakan pekerjaan jarak dekat. Dan, ada juga pasien yang merasa penampilan terganggu akibat kacamata baca atau gengsi memakai kacamata plus karena jadi terlihat lebih tua.

Ada sebuah solusi presbiopia yang lebih nyaman daripada kacamata, yaitu monovision LASIK. LASIK dapat menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang mencari solusi untuk mengatasi rabun jauh atau kelainan refraksi lain. Awalnya, LASIK tidak ditujukan untuk mengatasi presbiopia. Karena, pada dasarnya LASIK bekerja dengan membentuk ulang kornea. Sementara itu, hilangnya penglihatan dekat akibat presbiopia adalah akibat dari perubahan pada lensa mata, bukan pada kornea.

Dalam prosedur monovision LASIK, mata yang dominan dikoreksi untuk fokus jarak jauh dan mata yang tidak dominan untuk fokus dekat yang lebih baik. Kedua mata akan bekerja bersama, memungkinkan pasien untuk melihat gambar jarak jauh dan dekat tanpa kacamata, karena memiliki titik fokus visual yang menyatu. Meskipun terdengar rumit, otak kita dapat beradaptasi dengan baik terhadap teknik ini seiring berjalannya waktu. Otak bisa belajar beradaptasi dan menyelaraskan diri dengan mata Anda untuk menciptakan penglihatan jarak jauh dan dekat yang baik. Hebat, bukan?

Adaptasi penglihatan tersebut bisa memakan waktu beberapa minggu. Itulah sebabnya mengapa sebagian dokter biasanya menyarankan untuk mencoba monovision dengan lensa kontak terlebih dahulu, sebelum menjalani monovision LASIK. Monovision dengan lensa kontak adalah cara yang bagus untuk mengetahui apakah monovision adalah operasi yang dapat Anda jalani dengan baik.

Ada klinik yang merekomendasikan pasien menjajal monovision dengan lensa kontak selama 7 hingga 14 hari. Sering kali pasien akan menghadapi tantangan penglihatan pada beberapa hari pertama. Namun, dengan sedikit kesabaran dan kemampuan menyesuaikan diri, otak dan mata mulai bisa menyelaraskan diri dan penglihatan pasien menjadi semakin baik. Seandainya Anda merasa puas dan dapat menoleransi monovision dengan lensa kontak, dan Anda menginginkan kenyamanan gaya hidup tanpa kacamata, monovision LASIK dapat menjadi pilihan yang tepat.

Manfaat monovision LASIK

Tujuan umum dari bedah refraktif laser, termasuk monovision LASIK, biasanya adalah mengurangi atau menghilangkan kebutuhan akan kacamata dan lensa kontak. Untuk pasien berusia di atas 40 tahun, solusi monovision LASIK dapat menjadi pilihan untuk dipertimbangkan. Monovision LASIK dapat membantu sebagian besar pasien untuk mendapatkan penglihatan jarak jauh dan dekat yang baik tanpa kacamata.

Tujuan dari monovision LASIK adalah agar pasien tidak bergantung pada kacamata untuk sebagian besar aktivitas sehari-hari. Setelah menjalani monovision, Anda bisa membaca menu, menggunakan komputer, menonton TV, dan mengendarai mobil, tanpa kacamata.

Hanya saja, monovision LASIK sangat tergantung pada kemampuan otak untuk beradaptasi. Itulah kenapa opsi ini tidak tepat untuk semua orang. Selain itu, setelah usia 40 tahun, banyak pasien yang mengalami masalah mata kering dan LASIK telah terbukti meningkatkan gejala mata kering.

Monovision LASIK bukanlah solusi yang sempurna untuk mengatasi presbiopia. Tapi, bagi kandidat monovision LASIK yang baik, prosedur tersebut dapat diterima dengan baik dan dirasa sangat memuaskan. Sebagian besar pasien yang memilih monovision LASIK merasa puas dengan penglihatan dekat dan jauh tanpa kacamata. Meski begitu, ada sejumlah kecil pasien yang merasakan adanya beberapa kekurangan, termasuk kesulitan saat berolahraga atau mengemudi di malam hari, atau saat melakukan pekerjaan jarak dekat yang rumit.

Monovision LASIK mungkin cocok untuk seorang akuntan berusia 50 tahun, tetapi tidak cocok untuk seorang polisi berusia 50 tahun. Karena itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter agar bisa berdiskusi dan memilih solusi terbaik bagi penglihatan Anda, sesuai dengan gaya hidup dan aktivitas spesifik Anda, berapa pun usia Anda. Karena, pada akhirnya, memutuskan untuk menjalani prosedur monovision LASIK adalah pilihan individual yang didasari oleh banyak faktor.

Seperti halnya operasi LASIK lain, menanggalkan kacamata dan lensa kontak merupakan alasan utama kenapa pasien menjalani monovision LASIK. Anda akan dapat melihat benda-benda di kejauhan dan di dekat Anda tanpa menggunakan kacamata atau kontak untuk sebagian besar aktivitas. Ini berarti, dengan operasi Anda mendapatkan kebebasan, fleksibilitas, dan kemandirian sekaligus.

Selain itu, monovision LASIK adalah pilihan yang cocok untuk berbagai profesi dan kondisi refraksi mata. Seandainya Anda seorang pengacara berusia 54 tahun dengan rabun jauh tingkatan sedang dan mata silinder tingkatan ringan, yang menghabiskan sebagian besar waktu di depan komputer, monovision LASIK bisa menjadi opsi.

Kalau Anda teller bank berusia 47 tahun dengan penglihatan jarak jauh yang baik dan ingin melakukan tugas sehari-hari tanpa kacamata baca, Anda juga bisa memilih operasi tersebut. Jika Anda pastry chef berusia 45 tahun dengan rabun jauh ringan yang tidak bisa memakai lensa kontak dan tidak suka dengan kacamata yang mudah berkabut ketika di dapur, monovision LASIK juga dapat menjadi solusi yang tepat.

Meskipun monovision LASIK sangat baik bagi Anda yang tidak ingin pakai kacamata baca, prosedur ini memiliki beberapa risiko atau efek samping. Antara lain, berpengaruh terhadap penglihatan di malam hari, dapat menyebabkan ketegangan mata (terutama, jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk membaca dalam jarak dekat), menyebabkan silau pada saat mengemudi di malam hari, dan ada risiko tidak memberikan hasil yang sempurna untuk penglihatan dekat dan jauh.

Di samping itu, ada juga risiko tidak tercapainya target penglihatan jarak jauh dan jarak dekat yang sempurna seperti rencana semula. Atau, persepsi kedalaman Anda akan berkurang. Efek samping ini akan terasa dalam cahaya redup dan ketika Anda melakukan aktivitas yang memerlukan penglihatan tajam. Misalnya, Anda mungkin mengalami masalah saat membaca di kafe yang sangat redup.

Risiko lain yang mungkin terjadi adalah otak tidak dapat menyesuaikan diri. Hanya saja, kondisi tersebut sangat jarang terjadi. Ada pasien orang mengalami kesulitan beradaptasi dengan satu mata yang dikoreksi untuk penglihatan jarak jauh dan mata lainnya dikoreksi untuk penglihatan jarak dekat. Jika hal itu terjadi, Anda harus mengoreksi monovision dengan kacamata atau lensa kontak.

Hal terpenting yang perlu dipertimbangkan saat memutuskan untuk melakukan monovision LASIK adalah ekspektasi Anda terhadap hasilnya. Apakah targetnya adalah kenyamanan karena tidak perlu memakai beberapa kombinasi kacamata dan lensa kontak? Apakah Anda bersedia memakai kacamata atau lensa kontak untuk mengoreksi rabun jauh pada satu mata untuk aktivitas tertentu, seperti mengemudi di malam hari, tapi membutuhkan penglihatan jarak jauh yang optimal?

Atau, apakah Anda sangat rajin membaca? Anda mungkin perlu memakai kacamata baca untuk membaca dalam waktu lama.

Sebagai pusat LASIK kenamaan, SILC Lasik Center menyediakan layanan LASIK yang terbilang lengkap, termasuk untuk mengatasi presbiopia. Jika Anda mengalami gejala presbiopia, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para dokter di SILC yang telah berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang baik.