LASIK, Bedah Laser Terbaik Untuk Koreksi Penglihatan
Sunday, December 3, 2023 | SILC Lasik Center
LASIK, Bedah Laser Terbaik Untuk Koreksi Penglihatan
LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis) merupakan salah satu jenis bedah laser yang dapat membantu memperbaiki masalah kelainan refraksi pada penglihatan Anda, yang menyebabkan Anda harus memakai kacamata atau lensa kontak. Metode LASIK kini sangat populer hingga jutaan orang di dunia telah menjalani prosedur ini. Yuk, berkenalan lebih jauh dengan sejarah LASIK, benefit, dan rangkaian prosedurnya.
Sejarah LASIK
Perlu waktu panjang sebelum menemukan dan menyempurnakan teknologi LASIK. Beginilah perjalanan menuju LASIK modern yang kini banyak dipraktikkan.1950-an: asal mula bedah refraktif
Bedah refraktif sudah dimulai pada 1948, ketika seorang misionaris dan dokter spesialis mata asal Polandia bereksperimen untuk mengubah bentuk kornea dan mengamati dampak perubahan itu terhadap penglihatan.1960-an: mengukir kornea
Seorang profesor berusaha menyembuhkan miopia (rabun jauh), agar orang tidak perlu lagi bergantung pada kacamata atau lensa kontak. Dia merasa bahwa kacamata atau lensa kontak bisa mengurangi kualitas hidup dan harus ada solusi yang lebih baik untuk miopia. Penelitiannya di Bogota, Kolumbia, menghasilkan kemajuan yang signifikan dalam membentuk kornea dan menghasilkan teknik yang dikenal sebagai keratomileusis, Pada prosedur ini, ia mengangkat, membentuk kembali, dan akhirnya memasukkan kembali cakram kornea ke dalam mata pasien. Inilah yang menjadi dasar dari operasi refraktif saat ini.Kunjungi : Mitos dan Fakta Soal Mata Minus dan LASIK
1970-an: Radial Keratotomy
Akhir tahun 1970-an, sebuah prosedur Radial Keratotomy (RK), yang memiliki kemiripan dengan LASIK, mulai dipraktikkan di Amerika Serikat. Prosedur ini awalnya dikembangkan oleh seorang dokter mata asal Rusia yang menemukan prosedur tersebut, setelah ia menangani seorang anak laki-laki yang terjatuh dari sepeda dan kacamatanya pecah. Kecelakaan itu telah menyebabkan partikel kaca bersarang di kedua matanya. Setelah partikel kaca dan kornea anak laki-laki tersebut sembuh, ia menemukan bahwa rabun jauh pada anak laki-laki tersebut telah jauh membaik, karena luka radial pada kornea akibat pecahan kaca telah meratakan korneanya. Meskipun banyak orang merasa ragu dengan prosedur tersebut, operasi ini juga sangat populer. Hingga kemudian ia mengembangkan ruang operasi berteknologi tinggi untuk operasi RK. Meja ini memungkinkan pasien di meja operasi dirotasi dari satu dokter ke dokter lain, masing-masing bertanggung jawab atas sebagian prosedur, yang diselesaikan dalam waktu sekitar 15 menit.1980-an: LASIK
Seorang peneliti IBM bekerja dengan teknologi laser untuk mengetahui efek sinar ultraviolet pada bahan organik. Terobosan besar terjadi pada tahun 1980, ketika Dr Srinivasan menemukan bahwa laser excimer mampu mengangkat jaringan hidup tanpa menyebabkan kerusakan termal pada sel-sel di sekitarnya. Dua tahun kemudian Dr Steven Trokel mengaplikasikan teknologi ini untuk membentuk kembali kornea mata dan lahirlah Keratomileusis In Situ (LASIK).1990-an: PRK dan pengembangan flap
Prosedur bedah refraktif laser pertama kali dilakukan pada tahun 1988 di Louisiana State University (LSU) Eye Center di New Orleans, ketika seorang wanita berusia 60 tahun mengizinkan dokter Marguerite McDonald untuk melakukan prosedur Photorefractive Keratectomy (PRK) pada matanya yang rusak. Operasi PRK disetujui oleh Kanada pada 1991, disetujui oleh Amerika Serikat pada 1995, dan masih digunakan hingga saat ini. Pada saat yang bersamaan, dokter mata Eropa mencari cara untuk mengoptimalkan bedah laser mata. Mereka menemukan bahwa dengan membuat flap pada kornea dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pasca operasi dan mempercepat proses penyembuhan. Flap tersebut memungkinkan dokter bedah mendapatkan akses ke kornea, melakukan pembentukan kornea, sehingga membantu proses penyembuhan. Inovasi ini menandai dimulainya bedah mata LASIK modern dan disetujui oleh FDA pada 1999.2000-an: LASIK dengan panduan topografi
Pemetaan mata sebelum operasi juga telah menjadi bagian penting dari sejarah LASIK dengan kemajuan teknologi seperti LASIK dengan panduan topografi. Teknologi ini menghasilkan data pemetaan terperinci yang membantu dokter menyesuaikan prosedur pasien dan memberikan hasil terbaik untuk kebutuhan perawatan penglihatan setiap pasien.5 benefit utama LASIK
LASIK menawarkan sederet manfaat dan keunggulan dibandingkan dengan beberapa bedah refraktif lain. Ini benefit yang utama:1. Penglihatan yang lebih baik
Manfaat yang paling cepat dirasakan pasien dari operasi LASIK adalah penglihatan yang lebih baik. Sebagian besar orang yang menjalani LASIK mendapatkan penglihatan 20/20 atau lebih baik. Itu berarti mereka dapat melihat dengan jelas pada jarak 20 kaki atau lebih. Menurut American Society of Cataract and Refractive Surgery (ASCRS), sekitar 95% pasien LASIK bisa mendapatkan penglihatan 20/40 atau lebih baik. Di Amerika, ketajaman penglihatan dengan standar tersebut merupakan standar legal untuk mengemudi tanpa kacamata atau lensa kontak.2. Kenyamanan
Operasi LASIK menawarkan kenyamanan yang tidak dapat diberikan oleh kacamata dan lensa kontak. Setelah menjalani operasi LASIK, Anda tidak perlu khawatir harus mengemas lensa kontak atau membersihkan kacamata. Anda akan bangun dan melihat dengan jelas tanpa alat bantu apa pun. Selain itu, operasi LASIK dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk aktif berolahraga atau kegiatan lain yang sulit atau tidak mungkin dilakukan dengan kacamata atau lensa kontak.3. Hemat biaya
Meskipun merupakan sebuah investasi, operasi LASIK dapat menghemat biaya seiring berjalannya waktu. Jika Anda memperhitungkan biaya untuk membeli dan merawat kacamata dan lensa kontak seumur hidup, LASIK dapat menjadi pilihan yang lebih menguntungkan secara finansial. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cataract and Refractive Surgery menemukan bahwa rata-rata orang menghabiskan 17.000 dolar AS (atau sekitar 250 juta rupiah) untuk membeli kacamata dan lensa kontak seumur hidupnya.4. Waktu pemulihan yang cepat
Sebagian besar orang dapat kembali beraktivitas normal dalam satu atau dua hari setelah operasi. Sekitar 84% pasien dapat kembali bekerja dalam waktu satu hari setelah operasi LASIK.5. Tingkat keberhasilan yang tinggi
Operasi LASIK memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Lebih dari 95% pasien LASIK merasa puas dengan hasil operasi. Selain itu, LASIK memiliki tingkat komplikasi yang rendah. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cataract and Refractive Surgery menemukan bahwa tingkat komplikasi serius dari LASIK hanya terjadi kurang dari 1% saja.Step by step operasi LASIK
Meski sudah dipraktikkan lebih dari 20 tahun, masih banyak orang yang ragu untuk memilih LASIK, karena bingung tentang apa saja yang perlu dipersiapkan untuk LASIK. Ini panduan umum prosedur LASIK, mulai dari persiapan hingga masa pemulihan pasca operasi.Konsultasi
Sebelum menjalani LASIK, Anda perlu melakukan konsultasi. Konsultasi ini akan dilakukan dengan dokter, yang akan memastikan bahwa Anda mengetahui semua manfaat dan risiko dari prosedur tersebut. Dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh untuk menentukan kesesuaian Anda sebagai kandidat. Ia akan menanyakan riwayat kesehatan Anda secara umum dan obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, serta mengevaluasi bentuk dan ketebalan kornea, ukuran pupil, jenis dan ukuran kelainan refraksi, serta memeriksa kondisi mata yang sudah ada sebelumnya, seperti mata kering atau glaukoma.Persiapan untuk operasi
Jika Anda telah disetujui untuk melakukan LASIK, maka Anda mungkin perlu mulai mempersiapkan diri untuk operasi. Pastikan Anda telah membaca semua informasi tentang operasi Anda. Tuliskan semua pertanyaan yang mungkin Anda miliki untuk dokter mata Anda. Sebagian besar dokter akan meminta pemakai lensa kontak lunak untuk berhenti memakainya dua minggu sebelum prosedur untuk memastikan kornea Anda stabil. Jika Anda memiliki lensa kaku, Anda mungkin diminta untuk berhenti memakainya sejak empat minggu sebelum operasi. Pastikan Anda benar-benar bebas dari riasan pada hari prosedur, dan hindari parfum atau pelembap wajah. Anda juga perlu mengatur agar ada seseorang yang mengantar Anda pulang setelah prosedur dan kembali lagi untuk pemeriksaan keesokan hari. Karena, Anda tidak boleh mengemudi sampai Anda diizinkan oleh dokter.Operasi
Operasi LASIK dilakukan dalam beberapa langkah, yaitu:- Anda akan diberi obat tetes mata, yang akan membuat mata Anda mati rasa selama prosedur berlangsung. Dokter kemudian akan memasang alat kecil pada mata yang akan membantu menjaga mata tetap terbuka lebar, sehingga ia dapat memiliki akses terbaik pada kornea Anda.
- Laser kecil atau alat bedah berpisau yang dikenal sebagai microkeratome akan digunakan untuk membuat flap yang sangat tipis pada bagian tengah kornea. Kedua alat ini akan menempel pada mata Anda dengan menggunakan penyedotan ringan. Anda merasakan sedikit tekanan, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit. Setelah flap dibuat, dokter akan melipatnya agar dapat mengakses kornea di bawahnya.
- Laser telah diprogram sebelumnya untuk menghasilkan pembentukan ulang kornea yang tepat yang berguna untuk memperbaiki penglihatan Anda. Dokter bedah akan menempatkan laser tepat di atas mata Anda. Anda akan diminta untuk fokus pada titik tertentu saat laser melakukan proses pembentukan ulang, yang akan diamati oleh dokter Anda melalui mikroskop. Keseluruhan proses ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit per mata.
- Setelah proses pembentukan ulang selesai, dokter Anda akan memasang flap kembali ke tempatnya dan memulai prosedur pada mata yang lain.
- Tidak diperlukan jahitan untuk menahan flap pada tempatnya. Kelembapan mata akan menyembuhkan flap dengan sangat cepat.